Limfoma Non Hodgkin, Jenis Kanker Darah yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/08/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Selain limfoma Hodgkin, jenis kanker getah bening atau limfoma lainnya, yaitu limfoma non-Hodgkin. Di antara kedua jenis ini, limfoma atau lymphoma non-Hodgkin adalah tipe kanker getah bening yang lebih sering terjadi. Bahkan, jumlah kasusnya lebih tinggi dari jenis kanker darah lain, seperti leukemia atau multiple myeloma. Lantas, apa itu limfoma non-Hodgkin? Apa penyebab, gejala, dan cara mengobatinya?

Apa itu limfoma non-Hodgkin ?

Limfoma non-Hodgkin adalah kanker yang berkembang dalam sistem limfatik tubuh manusia. Kanker jenis ini bermula dari sel limfosit (salah satu jenis sel darah putih) yang berkembang secara abnormal.

Adapun sel limfosit ini dapat ditemukan di berbagai jaringan sistem limfatik, seperti kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, kelenjar timus, adenoid dan amandel, serta saluran pencernaan. Sistem limfatik ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia, yang berperan dalam melawan infeksi dan berbagai penyakit lain.

Limfoma non-Hodgkin dapat bermula dari sel limfosit B maupun T. Sel limfosit B berperan melindungi tubuh dari kuman (bakteri dan virus) dengan memproduksi protein yang disebut antibodi.

Sementara sel limfosit T berperan untuk menghancurkan kuman atau sel abnormal di dalam tubuh. Namun, beberapa jenis sel limfosit lain berperan membantu meningkatkan atau memperlambat aktivitas sel sistem kekebalan tubuh.

Dilansir dari Lymphoma Action, kanker limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi pada orang dewasa di atas usia 55 tahun. Meski demikian, kanker jenis ini juga bisa terjadi pada anak-anak. Kanker tipe ini pun lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Silakan konsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Perbedaan antara limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin

Berbeda dengan Hodgkin, non-Hodgkin lymphoma dapat bermula dari sel limfosit B maupun T. Sementara limfoma Hodgkin hanya bermula dari sel limfosit B. Kanker non-Hodgkin pun tidak mengandung sel Reed-Sternberg sebagaimana jenis penyakit Hodgkin.

Selain itu, kanker getah bening non-Hodgkin pun lebih mungkin untuk menyebar ke organ lain dalam tubuh. Sementara pada kanker Hodgkin, penyebaran mungkin saja terjadi, meski kasusnya terbilang jarang. 

Apa saja jenis kanker limfoma non-Hodgkin?

Pada dasarnya, kanker limfoma non-Hodgkin memiliki puluhan jenis. Jenis-jenis kanker non-Hodgkin ini tergantung pada tipe sel yang terpengaruh, seberapa matang sel tersebut ketika menjadi kanker, dan faktor lainnya.

Berdasarkan tipe sel yang terpengaruh, non-Hodgkin lymphoma terbagi menjadi dua jenis, yaitu limfoma sel B dan limfoma sel T. Sementara berdasarkan kecepatan pertumbuhan dan penyebaran, kanker non-Hodgkin ini terbagi menjadi limfoma lamban atau indolent (tingkat rendah) dan limfoma agresif (tingkat tinggi).

Namun, ada pula jenis non-Hodgkin yang berubah dari tipe tumbuh lamban menjadi tipe yang tumbuh lebih cepat. Adapun tipe ini disebut juga dengan transformasi.

Berdasarkan klasifikasi tersebut, berikut subtipe kanker getah bening non-Hodgkin yang paling sering terjadi pada orang dewasa:

  • Diffuse large B-cell lymphoma (DLCBL). Subtipe ini adalah jenis non-Hodgkin lymphoma yang paling sering terjadi. Sesuai namanya, DLCBL berkembang dari sel limfosit B yang tumbuh dan menyebar secara cepat atau agresif. Sel-sel abnormal pada subtipe ini tersebar (difus) ketika dilihat di bawah mikroskop.
  • Follicular lymphoma. Limfoma subtipe ini berkembang dari sel limfosit B, tetapi tumbuh secara lambat. Subtipe ini adalah kanker non-Hodgkin tingkat rendah yang paling umum terjadi. Sel B yang abnormal pada subtipe ini sering menumpuk di kelenjar getah bening sebagai folikel (gumpalan).
  • Limfoma Burkitt. Limfoma subtipe ini berkembang dari sel limfosit B dan biasanya tumbuh dengan sangat cepat. Ada tiga jenis utama dari limfoma Burkitt, yaitu endemik (yang umumnya muncul di Afrika dan terkait dengan malaria kronis dan Epstein-Barr Virus), sporadik (muncul di luar Afrika dan dikaitkan juga dengan Epstein-Barr Virus), serta yang terkait dengan defisiensi imun (biasanya berkembang pada orang dengan HIV atau yang menjalani transplantasi organ).

Apa saja tanda-tanda dan gejala non-Hodgkin lymphoma?

Gejala kanker getah bening atau limfoma non Hodgkin yang paling umum terjadi adalah:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan, yang umumnya tidak sakit. 
  • Berkeringat banyak pada malam hari. 
  • Demam. 
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan. 
  • Nyeri dada, batuk atau kesulitan bernapas. 
  • Kelelahan secara terus menerus.
  • Perut yang bengkak atau nyeri. 
  • Gatal-gatal di kulit.

Gejala tersebut memang seringkali sama dengan penyakit lainnya. Namun, jika gejala tersebut berlangsung lebih lama dan tak kunjung sembuh, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. 

Apa penyebab limfoma non Hodgkin?

Umumnya, penyebab limfoma non Hodgkin adalah perubahan atau mutasi DNA pada sel limfosit. Mutasi DNA ini menyebabkan sel-sel limfosit tetap tumbuh dan membelah diri secara tidak terkendali. Hal ini menyebabkan penumpukan limfosit abnormal di kelenjar getah bening hingga menimbulkan gejala, seperti pembengkakan.

Sampai saat ini, para ilmuwan masih belum mengetahui penyebab mutasi DNA dan pembelahan sel yang tidak terkendali tersebut. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini kerap disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Selain itu, beberapa faktor tertentu disebut dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko limfoma non Hodgkin:

  • Perawatan medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti obat-obatan yang diminum setelah transplantasi organ.
  • Infeksi beberapa virus dan bakteri, seperti virus HIV, virus Epstein-Barr, dan bakteri Helicobacter pylori (bakteri yang menyebabkan tukak lambung).
  • Memiliki penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau sindrom Sjögren.
  • Paparan berlebihan terhadap bahan kimia, seperti herbisida dan pestisida. 
  • Berusia lanjut, yaitu di usia 55 tahun. 

Memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas bukan berarti Anda akan pasti mengalami penyakit ini. Sebaliknya, seseorang yang terkena penyakit ini pun bisa memiliki faktor risiko yang tidak diketahui. Konsultasikan lebih lanjut mengenai hal ini pada dokter. 

Apa saja pilihan pengobatan untuk limfoma non Hodgkin?

Pengobatan limfoma non Hodgkin ditentukan berdasarkan jenis dan stadium kanker, usia, dan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Pada jenis limfoma yang berkembang lambat, terutama yang tidak menimbulkan gejala, umumnya pengobatan belum dibutuhkan. 

Pada kondisi ini, dokter akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap bulan untuk memantau perkembangan kondisi Anda. Namun, pada kasus limfoma agresif yang menimbulkan gejala, pengobatan medis perlu segera dilakukan.

Berikut beberapa jenis pengobatan yang biasanya direkomendasikan dokter: 

  • Kemoterapi. Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat atau suntikan untuk menghancurkan sel-sel kanker. Jenis pengobatan ini bisa diberikan sendiri atau kombinasi dengan perawatan lainnya. 
  • Terapi radiasi. Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Jenis perawatan ini juga bisa dilakukan sendiri atau kombinasi dengan pengobatan lainnya. 
  • Transplantasi sel induk atau sumsum tulang. Pada pengobatan ini, dokter akan mengganti sel induk yang terkena kanker dengan sel induk yang sehat, yang diambil dari tubuh Anda sendiri atau donor. Sebelum prosedur ini dilakukan, Anda umumnya perlu menjalankan kemoterapi atau radioterapi terlebih dahulu. 
  • Terapi biologis. Dokter pun mungkin merekomendasikan untuk melakukan terapi biologis atau imunoterapi. Imunoterapi yang sering diberikan untuk kanker getah bening non Hodgkin, yaitu rituximab atau ibrutinib. Obat-obatan ini bekerja dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. 

Obat-obatan ini mungkin menimbulkan efek samping yang berbeda. Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter mengenai jenis pengobatan yang tepat, termasuk kelebihan dan kekurangannya. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Cemas, Ini Cara Mencegah Kanker Darah Berdasarkan Jenisnya

Kunci dari penanganan kanker darah adalah upaya pencegahan. Berikut adalah ragam cara mencegah kanker darah berdasarkan jenisnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 11/04/2019 . Waktu baca 4 menit

Berkenalan Dengan Spesialis Hematologi, Dokter yang Menangani Masalah Darah

Diagnosis kanker darah atau hemofilia biasanya dibuat oleh spesialis hematologi. Namun, lingkup pekerjaan hematolog tidak cuma itu, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 30/11/2018 . Waktu baca 6 menit

HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Jika hasil pemeriksaan HBsAg positif, ini berarti Anda terinfeksi virus hepatitis B (VHB) dan berisiko menularkan penyakit ini ke orang lain.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gangguan Pencernaan, Health Centers 23/11/2018 . Waktu baca 8 menit

Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentang Dokter Onkologi (Spesialis Kanker)

Sebelum memulai pengobatan ke dokter onkologi atau spesialis kanker, simak berbagai informasi mengenai tugas dan cara memilih dokter onkologi yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker 21/11/2018 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker darah pada anak

Data Anak Penderita Kanker di Indonesia dan Pentingnya Menjaga Mental Mereka

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 07/02/2020 . Waktu baca 6 menit
penyakit kanker hati adalah

Apa Itu Kanker Hati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16/01/2020 . Waktu baca 10 menit
mencegah kanker getah bening, pencegahan kanker limfoma

5 Langkah Efektif untuk Mencegah Kanker Kelenjar Getah Bening

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 03/11/2019 . Waktu baca 5 menit
penyebab hemoglobin hb rendah

4 Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah, dari Anemia Hingga Kanker

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2019 . Waktu baca 5 menit