Limfoma non Hodgkin

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu limfoma non-Hodgkin ?

Limfoma non Hodgkin adalah kanker yang berkembang dalam sistem limfatik tubuh manusia. Kondisi ini merupakan jenis kanker di mana tumor berkembang dari limfosit (sel darah putih). Sel darah putih ini dapat ditemukan di kelenjar getah bening, limpa, dan organ lain dari sistem kekebalan tubuh.

Karakteristik munculnya limfoma non Hodgkin (LNH) dapat di bagian manapun dan dapat menyebar ke organ dalam tubuh. Banyak jenis limfoma non Hodgkin, tetapi yang paling umum adalah sebaran limfoma sel B dan limfoma folikular.

Seberapa umumkah limfoma non-Hodgkin?

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih mungkin untuk menderita limfoma non Hodgkin. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang di atas usia 60 tahun dan laki-laki lebih mungkin mengalaminya dibandingkan perempuan. Anda dapat mencegah terjadinya penyakit dengan mengurangi faktor risiko. Silakan konsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala non-Hodgkin lymphoma?

Gejala yang paling umum ketika Anda mengalami limfoma non Hodgkin yaitu:

  • Berkeringat banyak pada malam hari
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, selangkangan, atau daerah lain
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri dada, batuk atau kesulitan bernapas;
  • Nyeri perut

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika gejala tersebut berlangsung dan tidak ada tanda-tanda mereda. Status dan kondisi dapat bervariasi dalam banyak orang. Selalu mendiskusikan dengan dokter Anda untuk menentukan metode diagnostik, pengobatan dan perawatan yang terbaik untuk Anda

Penyebab

Apa penyebab non-Hodgkin lymphoma?

Penyakit ini terjadi ketika tubuh membuat terlalu banyak limfosit. Limfosit yang berlebihan menumpuk di kelenjar getah bening kemudian membengkak dan membentuk tumor. Tumor ini dapat terus tumbuh dan mempengaruhi sel-sel di sekitarnya.

Saat ini para ilmuwan masih belum mengetahui penyebab pembelahan sel-sel yang tidak normal terutama sel darah putih. Namun, mereka berpendapat bahwa limfoma dapat berkembang pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti mereka yang memiliki organ transplantasi atau yang memiliki HIV.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk non-Hodgkin lymphoma?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami limfoma non Hodgkin   adalah:

  • Obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, terlebih jika Anda melakukan transplantasi organ, Anda rentan terhadap risiko limfoma non Hodgkin. Hal ini karena terapi imunosupresif mengurangi kemampuan untuk melawan penyakit pada tubuh.
  • Infeksi beberapa virus dan bakteri. Limfoma non-Hodgkin berhubungan dengan virus HIV, virus Epstein-Barr dan bakteri Helicobacter pylori (bakteri yang menyebabkan tukak lambung).
  • Bahan kimia. Paparan berlebihan terhadap bahan kimia seperti herbisida dan pestisida meningkatkan risiko limfoma non-Hodgkin.
  • Usia. Orang tua (di atas 60 tahun) sering berisiko terinfeksi karena sistem kekebalan tubuh mereka mulai melemah.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami penyakit ini. Tanda-tanda ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi ke dokter spesialis untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit ini?

Pengobatan limfoma non Hodgkin dilakukan berdasarkan usia, kesehatan, dan perkembangan tumor. Biasanya, jika tumor tidak membesar dan tidak menimbulkan gejala yang serius, Anda tidak perlu pengobatan, tetapi dokter akan memantau status kesehatan Anda secara teratur untuk memastikan bahwa tumor masih berada dalam kendali.

Dalam kasus tumor besar dan menyebabkan dampak serius pada kesehatan, dokter melakukan pengobatan berikut:

  • Kemoterapi: dokter akan memberikan obat atau suntikan untuk menghancurkan sel-sel kanker.
  • Terapi radiasi: Dokter menggunakan sinar berenergi tinggi untuk mengobati tumor.
  • Transplantasi sel induk: sel induk akan ditransplantasikan ke tubuh yang sehat untuk membentuk sel-sel darah baru yang lebih baik.
  • Penggunaan obat memiliki kemampuan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap kanker

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk limfoma non-Hodgkin?

Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan riwayat medis, pemeriksaan klinis, dan tes darah. Biopsi kelenjar getah bening atau sumsum tulang akan dilakukan untuk hasil diagnosis yang lebih akurat. Dalam beberapa kasus dokter juga akan menyarankan melakukan tes lain seperti CT scan pada dada, perut dan panggul, dan rontgen pada dada menggunakan emisi positron (PET).

.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi non-Hodgkin lymphoma?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi limfoma non-Hodgkin:

  • Periksakan kembali diri Anda ke dokter untuk memantau perkembangan gejala serta kesehatan Anda.
  • Gunakan obat Anda seperti yang disarankan oleh dokter Anda, jangan menggunakan obat tanpa seizin dokter atau tidak menggunakan obat resep yang diresepkan untuk Anda.
  • Beri tahu dokter Anda tentang semua obat yang Anda pakai.
  • Beritahu dokter Anda jika Anda sedang hamil atau menyusui

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah, dari Anemia Hingga Kanker

Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab hemoglobin (Hb) rendah. Beberapa di antaranya cukup serius sehingga tidak boleh Anda abaikan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Jangan Cemas, Ini Cara Mencegah Kanker Darah Berdasarkan Jenisnya

Kunci dari penanganan kanker darah adalah upaya pencegahan. Berikut adalah ragam cara mencegah kanker darah berdasarkan jenisnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Berkenalan Dengan Spesialis Hematologi, Dokter yang Menangani Masalah Darah

Diagnosis kanker darah atau hemofilia biasanya dibuat oleh spesialis hematologi. Namun, lingkup pekerjaan hematolog tidak cuma itu, lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Jika hasil pemeriksaan HBsAg positif, ini berarti Anda terinfeksi virus hepatitis B (VHB) dan berisiko menularkan penyakit ini ke orang lain.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

kanker darah pada anak

Data Anak Penderita Kanker di Indonesia dan Pentingnya Menjaga Mental Mereka

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 07/02/2020
rumah bersih anak leukemia

Rumah yang Terlalu Bersih Meningkatkan Risiko Leukemia pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/01/2020
penyakit kanker hati adalah

Apa Itu Kanker Hati?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16/01/2020
mencegah kanker getah bening

5 Langkah Sederhana Mencegah Kanker Kelenjar Getah Bening

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/11/2019