Kolik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kolik?

Kolik adalah ketika bayi menangis terus menerus tanpa penyebab apapun. Kondisi ini bukan termasuk penyakit dan tidak akan membahayakan bayi. 

Bayi dengan kolik seringkali menangis lebih dari 3 jam sehari, 3 hari seminggu selama 3 minggu atau lebih. Apapun yang Anda lakukan untuk membantu bayi selama episode ini tampak tidak ampuh untuk meredakan tangisan bayi.

Kolik adalah kondisi yang dapat mempersulit kedua orang tua dan bayi. Namun Anda harus mengetahui bahwa kolik relatif berjangka pendek.

Dalam waktu mingguan atau bulanan, kolik akan berhenti, dan Anda akan melewati tantangan pertama dalam mengasuh anak.

Seberapa umum kolik?

Kolik adalah kondisi yang biasanya terjadi paling parah saat bayi di sekitar 6-8 minggu dan menghilang dengan sendirinya pada usia antara minggu ke-8 hingga minggu ke-14. 

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kolik?

Rewel dan menangis adalah hal wajar pada bayi, dan bayi yang rewel tidak selalu memiliki kolik. Pada bayi yang sehat, tanda-tanda kondisi ini meliputi:

Episode menangis yang terprediksi

Bayi yang mengalami kolik seringkali menangis pada waktu yang sama setiap hari, biasanya pada sore atau malam hari. 

Menangis karena kolik dapat berlangsung dari beberapa menit hingga tiga jam atau lebih dalam sehari. Buang air besar atau kecil dan buang angin adalah tanda akhir episode kolik.

Menangis yang intens dan tidak dapat diredakan

Menangis akibat kolik intens, terdengar sengsara dan seringkali bernada tinggi. Wajah bayi dapat memerah, dan sulit untuk ditenangkan.

Menangis tanpa alasan yang jelas

Normal untuk bayi menangis kadang-kadang. Namun, menangis biasanya berarti bayi memerlukan sesuatu, seperti makanan atau popok bersih.

Menangis terus menerus dan tanpa penyebab yang jelas adalah tanda bahwa bayi mengalami kolik.

Perubahan postur

Selain tangisan, perubahan postur tubuh juga gejala bayi mengalami kolik. Sebagai contoh, kaki yang melingkar, tangan mengepal dan otot perut yang kencang umum terjadi saat episode kolik.

Kapan saya harus periksakan bayi saya ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini adalah cara untuk menghentikan kondisi kolik memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya, maka itu bicaralah pada dokter segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Bayi yang menangis tanpa sebab tidak selalu kolik. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah memastikan bahwa bayi Anda tidak punya alasan kesehatan untuk menangis. 

Segera hubungi dokter jika si kecil mengalami:

  • Demam hingga 38℃
  • Kurang aktif dari biasanya
  • Tidak menyusu dengan benar meski posisi menyusui sudah tepat
  • Tidak mengisap payudara atau botol dengan kuat saat menyusu
  • Feses bayi encer atau terdapat darah 
  • Muntah
  • Mengalami pertambahan atau pengurangan berat badan
  • Tidak dapat tenang, apapun yang Anda lakukan. 

Jika bayi Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab kolik?

Hingga kini penyebab kolik masih tidak dapat diketahui secara pasti. Mayo Clinic menyebut peneliti mengalami kesulitan menjelaskan kondisi ini, seperti mengapa kondisi ini biasanya dimulai pada akhir bulan pertama kehidupan. 

Bagaimana variasi kondisi di antara bayi, mengapa kondisi terjadi pada waktu-waktu tertentu, dan mengapa kondisi dapat diselesaikan dengan sendirinya juga sulit untuk diteliti.  

Namun, beberapa ahli telah menelusuri beberapa teori soal penyebab kolik adalah:

  • Alergi
  • Intoleransi laktosa
  • Perubahan bakteri normal pada sistem pencernaan
  • Sistem pencernaan yang belum berkembang sempurna
  • Orang tua yang cemas
  • Perbedaan pada cara bayi diberi makan atau ditenangkan. 

Namun, masih tidak jelas mengapa beberapa bayi memiliki kolik dan beberapa lain tidak. 

Kondisi ini terjadi tidak tergantung pada kelahiran bayi, yaitu anak pertama, kedua, ketiga, atau seterusnya. Kolik adalah kondisi yang juga bisa terjadi pada bayi yang disusui ASI ataupun susu formula. 

Apa yang meningkatkan risiko bayi saya untuk kolik?

Ada faktor risiko kolik pada bayi, misalnya ibu bayi yang merokok selama kehamilan atau setelah persalinan memiliki risiko yang lebih besar terkena kolik.

Sebenarnya banyak teori lain tentang apa yang menyebabkan anak rentan terhadap kolik. Namun tidak ada satupun yang telah dibuktikan.

Sebagai contoh kolik lebih jarang terjadi pada anak pertama atau bayi yang diberikan susu formula, pola makan ibu yang menyusui tidak memicu kolik, dan anak perempuan dan laki-laki.

Apa komplikasi yang timbul dari bayi dengan kolik?

Kolik adalah kondisi yang tidak menimbulkan masalah kesehatan jangka pendek atau panjang pada anak-anak. Namun, kondisi ini dapat mengakibatkan stres pada orang tua. 

Ada hubungan antara kolik dengan masalah-masalah di bawah ini:

  • Peningkatan risiko depresi pasca-persalinan pada ibu
  • Penghentian menyusui dini
  • Perasaan bersalah, kelelahan, tidak berdaya atau marah. 

Stres saat menenangkan bayi yang menangis kadang-kadang mendorong orang tua untuk mengguncang kepada atau membahayakan anak mereka. 

Mengguncang bayi dapat menyebabkan kerusakan serius pada otak, bahkan kematian. Risiko reaksi yang tidak terkontrol ini lebih besar jika orang tua tidak memiliki informasi tentang menenangkan anak yang menangis. 

Diagnosis

Bagaimana kolik didiagnosis?

Apabila dokter menduga bayi Anda memiliki kondisi ini, pemeriksaan fisik dan beberapa tes akan direkomendasikan. Pemeriksaan kolik adalah:

  • Mengukur pertumbuhan bayi (tinggi, berat badan, dan lingkar kepala)
  • Mendengarkan suara jantung, paru-paru, dan perut bayi Anda
  • Meneliti anggota tubuh, termasuk jemari tangan dan kaki, mata, telinga, dan alat kelamin
  • Menilai reaksi terhadap sentuhan atau gerakan
  • Mencari tanda-tanda ruam popok peradangan, atau tanda-tanda infeksi atau alergi lainnya. 

Anda juga akan ditanyakan bagaimana tangisan mempengaruhi kondisi ibu dan menunjukkan bagaimana untuk memberi makan dan menyendawakan bayi

Dokter juga dapat menyarankan Anda mencatat kapan dan seberapa sering bayi menangis.

Apabila bayi memiliki gejala yang mengkhawatirkan Anda, seperti muntah atau demam, dokter dapat melakukan tes laboratorium atau rontgen untuk menemukan penyebab.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kolik ditangani?

Kolik adalah kondisi yang dapat membaik dengan sendirinya, seringnya pada usia 3 bulan. Namun tidak ada perawatan yang terbukti yang konsisten ampuh pada setiap bayi. Beberapa pilihan perawatan dapat meliputi:

Obat pereda gas

Obat-obatan ini tergolong aman, kecuali pada bayi yang harus menggunakan obat pengganti tiroid.

Probiotik

Probiotik adalah zat yang membantu menjaga keseimbangan alami bakteri “baik” pada saluran pencernaan untuk mengobati kolik.

Ini karena bayi dengan kolik dapat memiliki ketidakseimbangan bakteri ini. Salah satunya, Lactobacillus reuteri, secara signifikan mengurangi gejala kondisi kolik.

Namun, hasil studi telah beragam. Beberapa menunjukkan manfaat, beberapa lagi tidak menemukan manfaat apapun. 

Namun, para ahli tidak menemukan bukti yang cukup untuk merekomendasikan probiotik untuk mengatasi kondisi ini.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kolik?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi kolik:

Gendong bayi dengan tegak sebisa mungkin saat menyusui

Jika Anda menyusui, mungkin menyusui dari satu payudara hingga hampir habis dapat membantu sebelum mengganti sisi. 

Hal ini memberikan bayi hindmilk yang kaya dan berlemak, berpotensi lebih memuaskan dibandingkan foremilk yang encer pada awal menyusui.

Lakukan strategi yang menenangkan bayi

Anda mungkin akan merasa terbantu jika menyusun strategi untuk mengatasi kondisi kolik. Anda perlu melakukan eksperimen, strategi tersebut meliputi:

  • Menggunakan dot
  • Ajak bayi Anda jalan-jalan dengan mobil atau kereta dorong
  • Berjalan-jalan dengan mengayunkan bayi Anda
  • Balut bayi Anda dengan selimut
  • Mandikan bayi Anda dengan air hangat
  • Pijat perut atau punggung bayi
  • Memutar audio suara tenang dan menenangkan
  • Menyalakan mesin penyedot debu
  • Redupkan cahaya dan batasi stimulasi visual lainnya

Di atas adalah beberapa cara untuk mengatasi kolik pada bayi.

Pertimbangkan mengubah pola makan, jika Anda menyusui

Makanan ibu menyusui tampaknya tidak berperan pada gejala kolik bayi. Namun, pada bayi dengan sejarah alergi, menghilangkan potensi alergen dari pola makan dapat menghindari alergi makanan pada bayi. 

Apabila Anda menyusui, dokter anak dapat menyarankan Anda menghindari makanan yang kemungkinan menyebabkan alergi, seperti produk susu, kacang, gandum, kedelai dan ikan, selama 2 minggu untuk melihat perubahan pada gejala bayi.

Ganti susu formula bayi

Seperti ASI, susu formula tampaknya tidak menyebabkan gejala. Namun, mengganti menjadi susu formula jenis hydrolysate dapat memberikan perubahan apabila bayi alergi terhadap susu sapi atau memiliki intoleransi susu.

Ganti botol

Ada berbagai botol dan dot dengan beragam pilihan untuk mengatasi kolik. Mencoba jenis botol atau dot yang berbeda adalah cara untuk membantu meringankan gejala kolik.

Botol yang memiliki kantung yang dapat dilipat dapat mengurangi jumlah udara yang ditelan bayi.

Apa yang bisa saya lakukan untuk menghindari stres akibat bayi kolik?

Menenangkan bayi dengan kondisi kolik adalah hal yang dapat menyebabkan stres dan kelelahan, meski pada orang tua yang telah berpengalaman.

Cara-cara di bawah ini dapat membantu Anda mengatasi stres:

Beristirahat

Anda bisa bergantian dengan pasangan atau orang terdekat untuk menenangkan bayi yang sedang kolik. Beri kesempatan diri sendiri untuk keluar rumah jika memungkinkan. 

Gunakan boks bayi untuk beristirahat singkat

Letakkan bayi pada boks untuk sementara waktu pada saat ia menangis. Pada saat itu, Anda bisa menenangkan diri Anda sendiri dari perasaan gugup dan cemas. 

Ekspresikan perasaan Anda

Adalah hal yang normal bagi orang tua untuk merasa tidak berdaya, tertekan, bersalah, atau marah ketika bayi sedang kolik.

Bagikan perasaan Anda tersebut dengan anggota keluarga, teman, atau dokter anak Anda. 

Hindari menyalahkan diri sendiri

Hindari mengukur kesuksesan sebagai orangtua dengan seberapa sering bayi menangis. Kolik bukanlah hasil dari pengasuhan yang buruk. 

Tangisan bayi juga tidak dapat diartikan sebagai penolakan anak terhadap orangtua.

Jagalah kesehatan Anda

Makanlah makanan yang sehat. Luangkan waktu untuk berolahraga, seperti berjalan kaki. Jika memungkinkan, tidurlah ketika bayi tidur, meski pada siang hari. Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang 

Ingatlah bahwa kondisi ini adalah sementara

Episode kolik biasanya akan membaik pada bulan ke-3 hingga ke-4 usia bayi. 

Bertemu dengan dokter atau psikolog

Jika memungkinkan, buat rencana dengan teman atau saudara untuk mengambil alih jika Anda kewalahan. Dokter dan psikolog adalah orang yang tepat untuk memberikan bantuan dalam merawat kesehatan mental karena bayi kolik. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Bayi Kolik dan Menangis Berjam-jam Tanpa Henti

Menangis adalah hal yang normal dilakukan bayi, tetapi jika ia menangis sepanjang waktu, ini biasa disebut dengan kolik. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Parenting, Tips Parenting 24 April 2018 . Waktu baca 5 menit

Ascaris Lumbricoides

Ascaris lumbricoides adalah nama latin cacing gelang yang hidup di usus manusia, yaitu penyebab penyakit ascariasis alias cacingan pada manusia.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 22 September 2016 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
sakit perut pada anak

Ketahui Penyebab dan Cara Memulihkan Sakit Perut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
ruam bayi

Ketahui Faktor Penyebab Ruam pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
susu soya untuk bayi alergi

Apakah Susu Soya Baik untuk Bayi Alergi?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
asi terlalu banyak

Produksi ASI Terlalu Banyak Juga Tidak Baik, Ini Masalah yang Bisa Muncul

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2019 . Waktu baca 7 menit