Kejang Demam (Febrile Seizure)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kejang demam (febrile seizure)?

Kejang demam pada anak adalah kondisi yang terjadi ketika seorang anak menderita kejang saat sedang demam tinggi. Kejang ini bisa sangat mengkhawatirkan bagi orangtua dan pengasuhnya. Kejang demam disebut juga febrile seizure atau step pada anak.

Seberapa umumkah kejang demam (febrile seizure)?

Kejang demam sangat umum terjadi. Kondisi ini biasanya mempengaruhi pasien pada anak usia dini dan setelah usia 60 tahun. Namun, kejang demam ini dapat terjadi pada usia berapa pun. Kondisi ini dapat dikelola dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri dan gejala kejang demam (febrile seizure)?

Gejala kejang demam adalah:

  • Napas berjeda selama lebih dari 15 sampai 20 detik atau mengalami kesulitan bernapas yang parah
  • Kejang lebih dari 3 menit, atau anak mengalami kejang kedua
  • Demam, muntah, sakit kepala parah
  • Kantuk
  • Leher kaku
  • Benjolan lembut pada kepala bayi

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. Tubuh masing­-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kejang demam (febrile seizure)?

Kejang demam dapat terjadi akibat infeksi bakteri atau virus, terutama herpesvirus-6. Selain itu, kondisi tertentu yang dapat menyebabkan kejang adalah:

  • Penyakit Alzheimer atau demensia
  • Masalah jantung, seperti stroke atau serangan jantung
  • Cedera kepala atau cedera otak, termasuk cedera sebelum kelahiran
  • Lupus
  • Meningitis
  • Penggunaan vaksin

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko mengalami kejang demam (febrile seizure)?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kejang demam, seperti:

  • Perkembangan abnormal sebelum kejang demam
  • Kejang demam yang kompleks
  • Riwayat keluarga kejang tanpa demam
  • Riwayat keluarga kejang demam
  • Sejarah infeksi otak atau cedera
  • Memiliki tumor otak
  • Sejarah stroke
  • Sejarah kejang demam kompleks
  • Menggunakan narkoba tertentu atau obat tertentu
  • Kelebihan dosis obat
  • Terpapar zat beracun

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kejang demam (febrile seizure)?

Step pada anak dapat didiagnosis dengan menggunakan:

  • Tes darah, tes urine untuk memeriksa infeksi, jika diperlukan
  • Spinal tap untuk memeriksa infeksi pada sistem saraf pusat seperti meningitis, jika diperlukan
  • MRI, untuk memeriksa apakah kejang demam disebabkan oleh kerusakan otak anak, jika diperlukan

Bagaimana cara mengatasi kejang demam pada anak?

Dalam kebanyakan kasus kejang demam pada anak, obat tidak diperlukan. Namun, untuk mengurangi kejang demam berkepanjangan, beberapa obat dapat diresepkan, seperti:

  • Fenobarbital
  • Depakote (Valproate)
  • Diastat (Diazepam) gel atau diazepam cairan diberikan melalui rektum
  • Klonopin (Clonazepam) wafer ditempatkan di bawah lidah
  • Diazepam atau lorazepam

Pengobatan di rumah

Apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejang demam pada anak?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan dapat membantu Anda mengatasi kejang demam:

  • Letakkan anak Anda di tempat yang aman untuk memastikan bahwa ia tidak akan jatuh
  • Perhatikan anak Anda sedekat mungkin
  • Hati-hati dengan benda keras atau tajam di dekat anak Anda
  • Kendurkan pakaian ketat atau yang membatasi gerak
  • Jangan menaruh apapun di mulut anak Anda

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Makanan dan Minuman Terbaik Saat Demam Agar Cepat Pulih

    Saat demam, makanan dan minuman yang Anda konsumsi turut menentukan keberhasilan tubuh melawan penyakit. Apa saja makanan dan minuman terbaik untuk demam?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Tubuh Mulai Berkeringat, Apakah Ini Tanda Demam Akan Sembuh?

    Ada yang bilang berkeringat saat demam berarti akan sembuh. Tapi, tidak ada yang bisa membuktikannya. Lalu, berkeringat saat demam itu baik atau buruk?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari

    Minum Antibiotik Kok Malah Demam, Apakah Ini Bahaya?

    Anda mungkin mengalami demam saat minum antibiotik. Apakah kondisi ini berbahaya? Apa saja penyebabnya? Cari tahu jawabannya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah

    Gejala Penyakit Demam Rematik Pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua

    Penyakit demam rematik dapat memicu komplikasi dan mengakibatkan kerusakan pada beberapa organ tubuh. Inilah gejala demam rematik yang perlu diwaspadai.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi demam pada anak

    4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020
    cara alami mengatasi demam pada anak

    Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
    sakit kepala jenis gejala hantavirus

    Mengenal Jenis-Jenis Hantavirus, Virus dari Tikus yang Dapat Mematikan

    Ditulis oleh: dr. Ivena
    Dipublikasikan tanggal: 19/03/2020
    gejala demam novel coronavirus

    Begini Gejala Coronavirus COVID-19 yang Perlu Anda Waspadai

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 12/02/2020