Kanker Usus Besar

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kanker usus besar?

Kanker usus besar (colon cancer) adalah kanker yang menyerang sistem pencernaan tubuh, yakni usus besar. Adanya sel kanker, menandakan bahwa sel pada usus menjadi terus tumbuh dan berkembang tanpa kendali.

Bagian usus ini berfungsi sebagai penyerap cairan pada feses. Bila sel sehat di usus menjadi sel kanker, tumor akan muncul dan menimbulkan gejala. Tanpa perawatan, sel kanker dapat bermetastasis ke area lain di sekitar usus, salah satunya rektum (bagian ujung dari usus besar).

Seberapa umumkah penyakit ini?

Kanker usus besar adalah penyakit yang bisa menyerang usia berapa pun. Namun, penyakit lebih umum terjadi pada orang yang usianya lebih dari 45 tahun. Oleh karena itu, dokter merekomendasikan orang-orang pada usia tersebut melakukan skrining secara rutin.

Tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala kanker usus besar?

Pada tahap awal pertumbuhan kanker, orang yang memiliki kanker usus besar tidak merasakan gejala apa pun. Gejala biasanya akan muncul ketika kanker sudah naik ke tahap lanjut.

Dilansir dari situs American Cancer Society, gejala kanker usus besar yang umumnya terjadi, meliputi:

  • Kebiasaan buang air besar berubah; lebih sering diare atau sembelit selama beberapa hari
  • BAB berdarah sehingga feses jadi berwarna hitam
  • Terjadi perdarahan pada anus
  • Nyeri atau kram pada perut
  • Tubuh lemah dan nafsu makan berkurang sehingga berat badan menurun
  • Perut terasa penuh, meski sudah buang air besar

Setiap orang memiliki gejala yang berbeda-beda. Ada yang merasakan gejala lain yang tidak disebutkan di atas.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala yang di atas dan tidak juga membaik dengan pengobatan rumahan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Apalagi jika anggota keluarga memiliki riwayat penyakit kanker.

Penyebab

Apa penyebab kanker usus besar?

Penyebab kanker usus tidak diketahui secara pasti. Namun secara umum, pertumbuhan kanker dimulai ketika sel-sel sehat di dalam usus mengalami perubahan mutasi dalam DNA. Sel yang seharusnya tubuh dan membelah secara teratur menjadi abnormal. Sekalipun sel tersebut tidak dibutuhkan.

Seiring waktu, sel yang tidak normal akan menumpuk membentuk tumor. Sel kanker ini akan terus menyebar menyerang dan menghancurkan jaringan sehat yang ada di sekitarnya. Proses penyebarannya disebut sebagai metastasis.

Pada ahli kesehatan tidak tahu apa pasti apa yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi abnormal. Namun, mereka sepakat bahwa kanker usus bisa terjadi akibat beberapa faktor pemicu.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena colon cancer?

Meski penyebab kanker usus besar tidak diketahui secara pasti, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko penyakit ini, di antaranya:

  • Usia. Jenis kanker ini bisa terjadi pada usia berapa pun, tapi cenderung lebih sering terjadi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas.
  • Keturunan. Orang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit kanker usus maupun polip usus, berisiko mengembangkan penyakit serupa.
  • Ada peradangan di usus. Memiliki masalah kesehatan yang menyebabkan peradangan di usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa meningkatkan risiko berkembangnya kanker.
  • Memiliki sindrom yang mempengaruhi usus besar. Sindrom Lynch atau poliposis adenomatosa familial (FAP) dapat menyebabkan masalah mutasi gen yang bisa memicu kanker.
  • Diet rendah serat, tapi tinggi lemak. Diet yang fokus pada daging merah dan olahan namun sedikit sayur atau buah ini bisa meningkatkan risiko kanker pada usus.
  • Obesitas dan diabetes. Berat badan berlebihan dan masalah pada insulin di dalam tubuh bisa meningkatkan risiko colon cancer.
  • Gaya hidup buruk. Malas gerak, merokok, dan banyak minum alkohol bisa memicu kerja sel-sel tubuh tidak teratur, sehingga meningkatkan risiko kanker.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk colon cancer?

Bila Anda merasakan gejala yang dicurigai sebagai tanda kanker usus besar, dokter akan merekomendasikan beberapa tes kesehatan, meliputi:

Kolonoskopi

Kolonoskopi merupakan tes untuk kanker di usus dengan menggunakan tabung panjang fleksibel yang dilengkapi kamera kecil. Nantinya, kamera tersebut akan mengirimkan gambar dan memperlihatkan kondisi usus.

Dari tes ini, dokter akan mengetahui letak dan kondisi tumor kanker pada usus. Kemudian, alat bedah akan dimasukkan untuk mengambil jaringan (biopsi) untuk memastikan apakah tumor tersebut adalah kanker atau bukan.

Tes darah

Pada tes darah, dokter akan mengamati adanya bahan kimia yang diproduksi tubuh ketika kanker usus besar terjadi, yakni CEA (antigen carcinoembryonic). Jika bahan kimia ini ada dalam tubuh, ini bisa membantu dokter menegakkan diagnosis.

Apa saja pilihan obat untuk kanker usus besar?

Kanker usus besar harus diatasi segera agar tidak menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa. Beberapa pengobatan yang biasanya direkomendasikan dokter untuk menyembuhkan penyakit ini, antara lain:

Operasi kanker berukuran kecil

Polip (benjolan) yang berukuran sangat kecil bisa diangkat sekaligus ketika kolonoskopi dilakukan. Prosedur ini disebut juga dengan polipektomi.

Ketika polip berukuran lebih besar, maka dokter akan menggunakan alat khusus yang disebut reseksi mukosa endoskopi. Prosedur ini juga bisa dilakukan ketika kolonoskopi sedang berlangsung.

Bila tidak dapat diangkat dengan kedua operasi di atas, dokter akan beralih ke pembedahan invasif minimal (pembedahan laparoskopi). Pada prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di dinding perut dan memasukkan alat khusus untuk mengangkat kanker.

Operasi kanker berukuran besar

Jika ukuran kanker usus besar jauh lebih besar, kolektomi parsial akan dilakukan. Selama prosedur ini, dokter bedah mengangkat bagian usus besar Anda yang mengandung kanker, bersama dengan jaringan normal di kedua sisi kanker.

Dokter akan menyambung kembali bagian sehat pada usus besar atau bagian yang lain. Jika prosedur ini tidak memungkinkan, ostomi akan dilakukan.

Prosedur ini dilakukan dengan membuat lubang di dinding perut dari bagian usus besar yang tersisa untuk menciptakan jalur bagi kotoran ke anus. Perawatan ini biasanya bersifat sementara.

Terapi

Selain operasi kanker usus besar, untuk mematikan sel kanker agar tidak kembali berkembang, terapi biasanya dijadikan perawatan lanjutan. Berbagai terapi yang dilakukan, meliputi:

  • Kemoterapi. Terapi obat penghancur sel kanker yang diberikan setelah operasi pada kanker yang ukurannya besar atau telah menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Terapi radiasi. Terapi menggunakan sinar X dan proton ke area tubuh yang terkena kanker. Biasanya dilakukan untuk mengecilkan kanker sebelum operasi dilakukan atau dijadikan kombinasi kemoterapi.
  • Imunoterapi. Perawatan dengan obat yang bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sel kanker.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi colon cancer?

Penyakit kanker dapat disembuhkan, tapi juga bisa kembali kambuh. Oleh karena itu, setelah operasi perawatan lanjutan tetap harus dilakukan, seperti:

  • Mengikuti pengobatan kanker usus besar, seperti terapi sesuai anjuran dokter.
  • Menjaga gaya hidup tetap sehat, seperti pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup.
  • Rutin melakukan skrining untuk mengetahui adanya sel kanker jika kembali tumbuh.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Itu Kanker Hati?

    DefinisiApa itu penyakit kanker hati? Kanker hati adalah karsinoma paling umum pada sel hati, yaitu tumor utama yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh. Hati adalah salah ...

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z Januari 16, 2020

    Apa Itu Kanker Paru?

    DefinisiApa itu kanker paru? Kanker paru – dalam hal ini kanker paru primer – adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkos/karsinoma bronkos adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru ...

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z Januari 16, 2020

    Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Mencegah Perkembangan Penyakit Kanker

    Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan. Studi menunjukkan bahwa nanas memiliki manfaat untuk menghambat sel kanker. Benarkah demikian?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Nutrisi, Hidup Sehat Desember 13, 2019

    Kenali Jenis, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Kanker Usus

    Kanker bisa bertumbuh di mana saja, termasuk usus Anda. Namun, beda lokasi pertumbuhannya, beda pula gejalanya. Simak info lengkapnya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat November 27, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    pengobatan kanker ginjal

    Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Tanggal tayang Februari 27, 2020
    perawatan kanker usus besar

    Tips Pola Hidup Seimbang Setelah Operasi Kanker Usus Besar

    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Tanggal tayang Februari 25, 2020
    kopi mencegah kanker usus besar

    Kopi Dapat Mencegah Kanker Usus Besar, Benarkah?

    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Tanggal tayang Februari 16, 2020
    Angka harapan hidup pasien kanker paru

    Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Tanggal tayang Februari 13, 2020