Hiperemesis Gravidarum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu hiperemesis gravidarum?

Hiperemesis gravidarum (HG) adalah komplikasi di trimester pertama kehamilan yang menyebabkan mual dan muntah amat parah daripada morning sickness biasa.

Mual terjadi lebih sering sehingga membuat tidak nafsu makan, volume muntahannya sangat banyak, frekuensi muntahnya sering, dan sampai melemahkan.

Morning sickness biasa umumnya dimulai sekitar minggu ke-6 kehamilan dan berhenti pada minggu 14-16.

Namun, mual dan muntah parah yang mungkin pertanda hiperemesis gravidarum jika sampai berlanjut ke minggu 20 kehamilan. Beberapa ibu mungkin terus mengalaminya sepanjang kehamilan.

Kondisi ini dapat terjadi pada semua kehamilan, tapi kemungkinannya lebih besar jika sedang hamil bayi kembar atau jika Anda hamil anggur. 

HG bisa menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan drastis, kekurangan gizi, ketidakseimbangan elektrolit, dan gangguan metabolisme.

Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus dirawat di rumah sakit. Komplikasi hiperemesis gravidarum adalah hal serius dan terkait dengan ginjal, sistem saraf, dan kerusakan hati.

Seberapa umumkah hiperemesis gravidarum?

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang jarang terjadi. Dari sekitar 70-85 persen ibu hamil yang mengalami morning sickness, hanya sekitar 1-2 persen yang akan mengalami hiperemesis gravidarum.

Sekitar 75-85 persen wanita yang mengalami pernah morning sickness pada kehamilan pertama akan mengalaminya kembali di kehamilan kedua.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala hiperemesis gravidarum?

Gejala kondisi ini dimulai antara minggu ke-4 sampai ke-8 dan terus berlangsung selama 16 minggu atau lebih. Gejala hiperemesis gravidarum umumnya memuncak di minggu ke-20 kehamilan.

Dikutip dari American Pregnancy, gejalanya termasuk:

  • Mual parah
  • Penurunan berat badan
  • Buang air kecil sedikit
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Pingsan
  • Penyakit kuning (jaundice)

Sebagian besar wanita yang mengalami kondisi ini sering mengalami muntah sepanjang hari.

Apabila terjadi dehidrasi, ini tanda adanya keton dalam urine. Keton adalah asam yang dibuat ketika tubuh Anda mulai menggunakan lemak untuk energi.

Tanda lainnya yaitu tubuh mengalami peningkatan denyut nadi dan tekanan darah rendah.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter kandungan segera ketika memiliki tanda-tanda kehamilan untuk mendapatkan petunjuk lebih spesifik dan pemantauan.

Namun, jika Anda mengalami muntah lebih sering dan berlebihan atau pingsan, Anda perlu dirawat di rumah sakit.

Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu periksa kandungan untuk mengetahui kondisi kesehatan.

Penyebab

Apa penyebab hiperemesis gravidarum?

Penyebab kondisi mual parah ini tidak diketahui. Beberapa ahli percaya hal ini terkait dengan perubahan hormon tubuh yang terjadi selama kehamilan.

Adanya peningkatan level hCG terutama pada 8 minggu usia kehamilan adalah faktor meningkatkan risiko mual muntah parah saat hamil (hiperemesis gravidarum)

Kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam darah yang meningkat pesat ini dilepaskan oleh plasenta.

Selain itu, peningkatan estrogen dan progesteron (terutama saat trimester pertama kehamilan) dapat menyebabkan penurunan kerja otot lambung dan membuat Anda gampang memuntahkan isi perut.

Beberapa penyebab lainnya yang diduga dapat menyebabkan kondisi mual dan muntah parah saat hamil, yaitu:

  • Stres saat hamil
  • Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori)
  • Korpus luteum (massa dari folikel yang matang) terletak di ovarium kanan karena konsentrasi hormon steroidnya lebih tinggi.
  • Genetika. Jika ibu Anda dulu mengalami hiperegemesis gravidarum, Anda juga berisiko mengalami hal yang sama
  • Hamil setelah berusia 30 tahun
  • Mengalami hamil anggur
  • Mengalami hipertiroidisme atau hipotiroidisme
  • Mengalami kondisi seperti tekanan darah tinggi, migrain aktif, dan diabetes gestasional
  • Ibu hamil yang kegemukan

Selain berbagai faktor di atas, hamil kembar dua atau lebih menjadi salah satu penyebab umum.

Jika Anda mengandung banyak janin, plasenta tumbuh lebih besar. Hal ini membuat tubuh mengalami peningkatan kadar hormon estrogen, progesteron, dan hCG yang menyebabkan muntah atau mual berlebihan di pagi hari.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena hiperemesis gravidarum?

Ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko mengalami muntah hebat saat hamil, yaitu:

  • Hamil di usia yang sangat muda
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Kehamilan pertama
  • Memiliki riwayat hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya
  • Faktor biologis, psikologis, dan sosial

Faktor-faktor risiko di atas hanya untuk referensi. Anda harus berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk lebih jelasnya.

Apa saja bahaya dari hiperemesis gravidarum?

Kondisi muntah dan mual parah ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu, seperti ketidakseimbangan elektrolit, dehidrasi, defisiensi vitamin B6 dan B12 yang dapat menimbulkan gangguan saraf tepi (saraf kejepit).

Berita baiknya, hiperemesis gravidarum sekalipun kemungkinan besar tidak akan membahayakan bayi Anda jika cepat ditangani.

Namun jika sampai menyebabkan Anda dehidrasi dan atau kehilangan berat badan, ada peningkatan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah) bahkan kematian bayi dalam kandungan.

Tumbuh kembang bayi terhambat adalah salah satu akibat dari hipermesis gravidarum yang tidak ditangani dengan tepat.

Itulah mengapa kondisi ini sangat memerlukan pengawasan dokter karena bisa menyebabkan dehidrasi pada ibu hamil yang menghambat tumbuh kembang janin.

Dampak

Apa dampak hiperemesis gravidarum pada ibu?

Kondisi mual dan muntah parah ini dapat menyebabkan masalah bagi Ibu dan bayi, seperti:

  • Berat badan ibu hamil turun drastis
  • Ginjal ibu tidak berfungsi dengan baik, di mana ini menyebabkan ibu buang air kecil lebih sedikit dari seharusnya
  • Kadar mineral dalam tubuh tidak seimbang sehingga dapat menyebabkan pusing, kelemahan, dan perubahan tekanan darah.
  • Otot-otot jadi lemah karena kekurangan nutrisi
  • Tubuh akan mengeluarkan air liur lebih banyak saat hamil, jika ditelan bisa membuat kondisi mual lebih buruk.

Wanita dengan hiperemesis gravidarum pada masa awal kehamilan tidak berisiko lebih tinggi mengalami keguguran.

Namun, ibu hamil dapat berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi, yaitu:

  • Dehidrasi
  • Takikardia (denyut jantung cepat yang tidak normal)
  • Cairan ketuban sedikit
  • Bayi lahir prematur

Dalam kasus ibu tidak menerima perawatan medis, dehidrasi berpotensi mematikan.

Wanita hamil yang tidak bisa makan atau menerima nutrisi untuk jangka waktu yang lama, berisiko kehilangan kekuatan otot tulang ketika mengalami hiperemesis gravidarum.

Apa dampak kondisi ini pada janin?

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi muntah parah yang memiliki dampak pada janin, seperti:

1. Lahir prematur

Menurut penelitian yang dipresentasikan dalam Society for Maternal-Fetal Medicine di Dallas tahun 2012, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan bayi lahir prematur.

Penelitian ini menemukan fakta yaitu, dari 81 ribu ibu hamil yang mengalami mual dan muntah parah, sekitar 23 persennya melahirkan sebelum usia kehamilan mencapai 34 minggu.

Tidak ditemukan penyebab pastinya. Namun, asupan gizi ibu hamil yang buruk dan berat badan yang tidak bertambah akibat kondisi ni, dapat menjadi penyebab bayi lahir prematur.

2. Masalah psikologi

Anak-anak yang lahir dari ibu dengan hiperemesis gravidarum diduga 3,5 kali lebih mungkin memiliki gangguan emosional atau perilaku.

Adapun berbagai masalah ini antara lain seperti kecemasan, depresi, atau gangguan bipolar ketika mereka tumbuh dewasa.

Ini berlaku jika dibandingkan dengan anak yang ibunya sewaktu hamil tidak memiliki masalah kesehatan apa pun, termasuk hiperemesis gravidarum.

Para ibu dalam penelitian ini dilaporkan telah kehilangan sekitar 5 persen berat badan saat mengalami kondisi mual parah.

Masalah mental selama kehamilan serta kekurangan gizi, dapat memengaruhi otak janin saat ia berkembang.

Alhasil, beberapa anak-anak dengan kondisi ibu hiperemesis gravidarum yang mual dan muntah parah bisa mengalami gangguan kecemasan nantinya.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Untuk menentukan apakah ibu hamil mengidap hiperemesis gravidarum atau tidak, dokter umumnya akan memeriksa gejala dan kondisi fisik.

Dokter akan membuat diagnosis ketika mual dan muntah menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, atau gangguan dalam tubuh.

Untuk memastikan bahwa tidak ada lagi yang menyebabkan gejala-gejala hiperemesis gravidarum, dokter mungkin melakukan tes darah dan urine. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) juga dapat dilakukan.

Bagaimana cara mengobati hiperemesis gravidarum?

Jenis obat untuk kondisi ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum tergantung dengan seberapa parah kondisi. Berikut beberapa perawatannya:

  • Memasukkan kebutuhan nutrisi dan lewat infus
  • Minum obat dengan resep dokter (Promethazine, Meclizine, dan Droperidol)
  • Menggunakan nutrisi parenteral total (makanan diberikan lewat infus)
  • Minum obat antihistami)
  • Obat untuk mengendalikan muntah, seperti metoclopramide (Reglan)

Pemberian makanan untuk ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum berfungsi untuk memenuhi gizi ibu hamil.

Hal ini sekaligus mengganti cairan dan memperbaiki kadar elektrolit yang tidak seimbang dalam tubuh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu saya mengelola hiperemesis gravidarum?

Untuk mengatasi mual dan muntah karena hiperemesis gravidarum, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan, seperti:

Hindari membiarkan perut kosong terlalu lama

Untuk mengatasi mual dan muntah hebat, ada beberapa ide yang bisa dicoba, seperti: 

  • Makan makanan kecil atau camilan setiap 2 jam daripada 3 kali makan besar setiap hari.
  • Makanlah kudapan kecil sebelum waktu tidur di malam hari.
  • Coba kunyah dan telan makanan Anda dengan sangat lambat.
  • Minum air di sela-sela waktu makan. Cobalah minum 8 gelas setiap hari.
  • Jus buah seperti lemon atau jeruk murni dapat membantu mencegah mual ibu hamil

Dengan mengonsumsi camilan setiap dua jam, Anda dapat mencegah mual karena tidak akan pernah lapar.

Akupunktur

Akupuntur dapat membantu meningkatkan keseimbangan yang ada dalam tubuh karena hiperemesis gravidarum.

Jarum akupuntur yang ditusukkan ke beberapa titik saraf dapat memicu pelepasan beberapa senyawa kimia otak, seperti endorfin.

Hal ini kemudian dapat membantu meringankan gejala-gejala yang membuat ibu hamil tidak nyaman.

Akupunktur yang dilakukan selama 30 menit untuk 3 kali dalam sehari dilaporkan dapat menurunkan frekuensi mual muntah saat hamil akibat hiperemesis gravidarum.

Akupuntur saat hamil aman dilakukan. Namun ingat, hanya dengan ahli akupuntur yang sudah bersertifikat dan sudah biasa menangani ibu hamil.

Perhatikan makanan yang dikonsumsi

Ada beberapa makanan yang perlu dihindari saat mual dan muntah, seperti:

  • Makanan apapun yang digoreng
  • Krim keju
  • Mentega dan margarin
  • Mayones
  • Keripik kentang dan keripik jagung
  • Sosis atau daging olahan lainnya
  • Kacang-kacangan
  • Susu cokelat
  • Es krim

Makanan di atas bisa memicu mual dan bisa membuat muntah hebat.

Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat

Menurut Journal Obstetric & Gynecology, ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum harus mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan kaya protein dibandingkan mengonsumsi lemak atau asam lemak.

Makanan tinggi karbohidrat yang bisa jadi pilihan seperti:

  • Pasta
  • Roti
  • Beras
  • Biskuit
  • Sereal

Makan dengan porsi sedikit tapi sering, misalnya satu atau dua jam sekali. 

Penuhi kebutuhan vitamin B6

Untuk mengatasi mual parah saat hamil, bisa diatasi dengan memenuhi kebutuhan vitamin B6. Ketika dicerna, vitamin B6 mampu mengubah makanan jadi energi, membawa oksigen ke seluruh tubuh, dan membentuk hemoglobin.

Makanan tinggi vitamin B6 yaitu seperti:

  • Beras merah
  • Gandum
  • Ikan
  • Daging ayam atau bebek
  • Sayuran yang berwarna hijau

Jika Anda ingin mengonsumsi vitamin B6 dari suplemen atau multivitamin, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Mengatasi Mual dan Mencegah Muntah

Rasa mual dan ingin memang sangat mengganggu, terlebih bila Anda sedang beraktivitas. Coba konsumsi makanan dan minuman yang bisa mengatasi mual ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 14 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit