Hiperemesis Gravidarum

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu hiperemesis gravidarum?

Hiperemesis gravidarum (HG) adalah komplikasi di trimester pertama kehamilan yang menyebabkan mual dan muntah amat parah. Hiperemesis gravidarum mungkin berarti Anda memiliki kehamilan ganda (kembar atau lebih).

Mual muntah karena HG lebih parah daripada morning sickness biasa. Mual terjadi lebih sering sehingga bikin tidak nafsu makan, volume muntahannya sangat banyak, frekuensi muntahnya sering, dan sampai melemahkan.

Selain itu, morning sickness gejala hamil muda biasanya dimulai sekitar minggu ke-6 kehamilan dan berhenti pada minggu 14-16. Namun, mual dan muntah Anda mungkin pertanda hiperemesis gravidarum jika sampai berlanjut ke minggu 20. Beberapa ibu mungkin terus mengalaminya sepanjang kehamilan.

HG bisa menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan drastis, kekurangan gizi, ketidakseimbangan elektrolit, dan gangguan metabolisme.

Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus dirawat di rumah sakit. Komplikasi hiperemesis gravidarum dapat menjadi serius dan terkait dengan ginjal, sistem saraf, dan kerusakan hati.

Seberapa umumkah hiperemesis gravidarum?

Hiperemesis gravidarum jarang terjadi. Dari sekitar 70-85% ibu hamil yang mengalami morning sickness, hanya sekitar 1-2% yang akan mengalami hiperemesis gravidarum.

Sekitar 75-85% wanita yang mengalami morning sickness pada kehamilan pertama akan mengalaminya kembali di kehamilan kedua.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala hiperemesis gravidarum?

Gejala hiperemesis gravidarum dimulai antara minggu ke-4 sampai ke-8 dan terus berlangsung selama 16 minggu atau lebih. Gejala HG umumnya memuncak di minggu ke-20 kehamilan.

Gejala hiperemesis gravidarum termasuk:

  • Mual parah
  • Penurunan berat badan
  • Buang air kecil sedikit
  • Sakit kepala
  • Kebingungan,
  • Pingsan
  • Penyakit kuning

Sebagian besar perempuan sering mengalami muntah sepanjang hari.

Apabila terjadi dehidrasi, ini tanda adanya keton dalam urin, peningkatan denyut nadi, dan tekanan darah rendah. Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter kandungan segera ketika memiliki tanda-tanda kehamilan untuk mendapatkan petunjuk lebih spesifik dan pemantauan.

Namun, jika Anda mengalami muntah lebih sering dan berlebihan atau pingsan, Anda perlu dirawat di rumah sakit.

Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda

Penyebab

Apa penyebab hiperemesis gravidarum?

Kebanyakan wanita mengalami mual atau muntah (morning sickness) dalam 3 bulan pertama kehamilan. Penyebab mual dan muntah selama kehamilan diyakini karena kadar hormon human chorionic gonadotropin (HCG) dalam darah yang meningkat pesat. HCG dilepaskan oleh plasenta.

Beberapa wanita mengalami mual dan muntah ekstrim selama kehamilan. Hal ini dapat terjadi pada semua kehamilan, tapi kemungkinannya lebih besar jika Anda sedang hamil bayi kembar atau jika Anda hamil anggur. 

Beberapa penyebab lainnya yang diduga dapat menyebabkan ibu gemar mual dan muntah alias hiperemesis gravidarum:

  • Stres saat hamil membuat mual dan muntah semakin buruk.
  • Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori)
  • Pemeriksaan USG menunjukkan bahwa muntah dan mual parah sering terjadi pada wanita yang korpus luteumnya terletak di ovarium kanan, karena konsentrasi hormon steroidnya lebih tinggi.
  • Genetika. Jika ibu Anda dulu mengalami hiperegemesis gravidarum, Anda juga berisiko mengalami hal yang sama.
  • Hamil setelah berusia 30 tahun.
  • Mengalami hamil anggur
  • Hamil kembar dua atau lebih. Jika Anda mengandung banyak janin, plasenta tumbuh lebih besar. Ada peningkatan kadar hormon estrogen, progesteron, dan hCG yang menyebabkan muntah atau mual berlebihan di pagi hari.
  • Mengalami hipertiroidisme atau hipotiroidisme.
  • Mengalami kondisi seperti tekanan darah tinggi, migrain aktif, dan diabetes gestasional.
  • Ibu hamil yang kegemukan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena hiperemesis gravidarum?

Risiko hiperemesis gravidarum dapat meningkat jika Anda hamil di usia yang sangat muda, kelebihan berat badan (obesitas), kehamilan pertama, dan riwayat hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya. Faktor biologis, psikologis, dan sosial juga mungkin memainkan peran.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami kondisi ini. Faktor-faktor ini hanya untuk referensi saja. Anda harus berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk lebih jelasnya.

Dampak

Apa dampak hiperemesis gravidarum pada ibu?

Hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan masalah bagi Anda dan bayi Anda. Itu dapat mempengaruhi:

  • Berat badan ibu hamil turun drastis
  • Ginjal ibu tidak berfungsi dengan baik, di mana ini menyebabkan ibu buang air kecil lebih sedikit dari seharusnya.
  • Kadar mineral dalam tubuh tidak seimbang. Ibu hamil mungkin memiliki kadar mineral yang rendah, yang disebut elektrolit, yang dibutuhkan tubuh Anda. Mereka termasuk natrium dan kalium. Ketika Anda tidak memiliki cukup, itu dapat menyebabkan pusing, kelemahan, dan perubahan tekanan darah.
  • Otot-otot jadi lemah. Ketika mengalami kekurangan nutrisi dan kadar elektrolit tidak seimbang, otot-otot di tubuh ibu menjadi lemah.
  • Tubuh akan mengeluarkan air liur lebih banyak saat hamil, di mana jika ditelan bisa bikin kondisi mual lebih buruk.

Wanita dengan hiperemesis gravidarum pada masa awal kehamilan tidak berisiko lebih tinggi mengalami keguguran. Namun, ibu hamil dapat berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi. Antara lain seperti dehidrasi, takikardia (denyut jantung cepat yang tidak normal), cairan ketuban sedikit, dan persalinan prematur.

Dalam kasus di mana ibu tidak menerima perawatan medis, dehidrasi berpotensi mematikan. Wanita hamil yang tidak bisa makan atau menerima nutrisi apa pun untuk jangka waktu yang lama beresiko kehilangan kekuatan otot tulang.

Apa dampak kondisi ini pada janin?

1. Lahir prematur

Menurut penelitian yang dipresentasikan dalam Society for Maternal-Fetal Medicine di Dallas tahun 2012, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan bayi lahir prematur.

Penelitian ini menemukan dari 81 ribu ibu hamil yang mengalam mual dan muntah parah, sekitar 23%-nya melahirkan sebelum usia kehamilan mencapai 34 minggu.

Tidak ditemukan penyebab pastinya. Namun, asupan gizi buruk dan berat badan yang tidak bertambah akibat hiperemesis gravidarum, dapat menjadi penyebab bayi lahir prematur.

2. Masalah psikologi

Sebuah studi  tahun 2011 menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu dengan hiperemesis gravidarum 3,5 kali lebih mungkin memiliki masalah perilaku atau emosional.

Masalahnya antara lain seperti kecemasan, depresi, atau gangguan bipolar ketika mereka tumbuh dewasa. Ini berlaku jika dibandingkan dengan anak yang ibunya sewaktu hamil tidak memiliki masalah kesehatan apa pun.

Para ibu dalam penelitian ini dilaporkan telah kehilangan sekitar 5% berat badan saat mengalami hiperemesis gravidarum. Para peneliti menduga bahwa bahwa masalah mental selama kehamilan, serta kekurangan gizi, dapat memengaruhi otak janin saat ia berkembang.

Alhasil, beberapa anak-anak dengan kondisi ibu yang mual dan muntah parah bisa mengalami gangguan kecemasan nantinya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana hiperemesis gravidarum didiagnosis?

Untuk menentukan apakah ibu hamil mengidap hiperemesis gravidarum atau tidak, dokter umumnya akan memeriksa gejala dan kondisi fisik.

Dokter akan membuat diagnosis ketika mual dan muntah menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, atau gangguan dalam kimia tubuh.

Untuk memastikan bahwa tidak ada lagi yang menyebabkan gejala-gejala tersebut, dokter mungkin melakukan tes darah dan urin. Ultrasonografi juga dapat dilakukan.

Bagaimana mengobati hiperemesis gravidarum?

Jenis pengobatan kondisi ibu hamil ini tergantung dengan seberapa parah kondisi. Beberapa perawatannya termasuk:

1. Memasukkan kebutuhan nutrisi dan lewat infus

Pemberian nurtisi ini berfungsi untuk memenuhi gizi ibu hamil sekaligus mengganti cairan dan memperbaiki kadar elektrolit yang tidak seimbangdalam tubuh.

2. Minum obat tertentu

Obat penenang dan obat anti-emetik (anti-muntah) dapat digunakan ketika muntah terus-menerus dan menimbulkan risiko bagi ibu atau bayi. Jika ibu tidak dapat minum obat melalui mulut, obat-obatan tersebut dapat diberikan melalui infus atau supositoria.

Sejumlah obat yang dapat digunakan untuk meredakan mual selama hamil di antaranya Promethazine, Meclizine, dan Droperidol. Ketiganya hanya bisa dibeli dengan menebus resep dokter.

3. Menggunakan nutrisi parenteral total

Kasus hiperemesis gravidarum yang paling parah mungkin memerlukan solusi nutrisi yang kompleks dan seimbang diberikan melalui infus selama kehamilan. Ini disebut nutrisi parenteral total.

4. Pakai obat antihistamin

Antihistamin menargetkan sistem vestibular untuk mengurangi sensasi muntah. Obat-obatan ini termasuk meclizine (Antivert), Diphenhydramine (Benadryl), dan dimenhydrinate.

5. Obat untuk mengendalikan muntah

Obat seperti metoclopramide (Reglan), sering digunakan secara terpisah atau dalam kombinasi dengan vitamin B6. Obat-obatan ini akan menurunkan tekanan sfingter esofagus, sehingga mengontrol rasa ingin muntah pada ibu hamil.

6. Pencegahan rasa mual

Selain minum obat,, dokter juga bisa menahan rasa mual dengan mengonsumsi, vitamin, permen dan minuman jahe. Anda juga mungkin disarankan untuk menjalani berapa perubahan dalam rutinitas Anda untuk mengelola kondisi Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu saya mengelola hiperemesis gravidarum?

Untuk mengatasi mual dan muntah morning sickness atau hiperemesis gravidarum, ibu bisa meminta saran dari dokter untuk melakukan perawatan di rumah. Ibu hamil yang mengalami morning sickness lebih baik untuk memperbanyak beristirahat, mengonsumsi makanan yang sehat gizi dan jangan membiarkan perut kosong.

1. Makan makanan sehat

Anda mungkin membutuhkan makanan berprotein tinggi dan berkalori tinggi jika Anda kesulitan menambah berat badan karena mual dan muntah. Cobalah makan makanan dari daftar daging, susu, dan lemak di bawah setiap hari untuk mendapatkan kalori dan protein ekstra.

Jangan lupa untuk minta dokter kandungan untuk membuatkan daftar makanan yang direkomendasikan selama masa kehamilan. Ini untuk memastikan Anda mendapatkan kalori, vitamin dan mineral lainnya yang cukup saat hamil.

Daftar makanan yang diresepkan dokter bukanlah diet lengkap untuk memenuhi semua kebutuhan makanan Anda selama kehamilan. Itu semua adalah beberapa kebutuhan makanan yang disarankan dokter untuk mencegah ibu hamil  mengalami mual dan muntah.

2. Jangan biarkan perut kosong lama

Cobalah ide-ide berikut untuk membantu mengatasi mual dan muntah selama kehamilan.

  • Makan makanan kecil atau camilan setiap 2 jam, daripada 3 kali makan besar setiap hari. Dengan melakukan ini, Anda dapat mencegah mual karena Anda tidak akan pernah lapar.
  • Makanlah kudapan kecil sebelum waktu tidur di malam hari. Ini dapat mencegah mual di pagi hari ketika Anda bangun tidur
  • Coba kunyah dan telan makanan Anda dengan sangat lambat.
  • Cobalah makan makanan dingin dan kering, seperti sereal, kerupuk, atau roti panggang.
  • Minum air di sela-sela waktu makan. Cobalah minum 8 gelas setiap hari.
  • Jus buah seperti lemon atau jeruk murni dapat membantu mencegah mual ibu hamil

3. Hindari makanan dan minuman berikut

  • Jangan minum alkohol atau minum minuman yang mengandung kafein, seperti soda, kopi, atau teh hitam.
  • Hindari makanan yang memiliki aroma kuat, seperti bawang atau cabai. Selama masih mengalami kondisi hiperemesis gravidarum, Anda mungkin bisa meminta seseorang untuk memasak makanan Anda jika baunya mengganggu Anda.
  • Jangan makan makanan tinggi lemak, seperti gorengan atau makanan penutup yang kaya.

4. Tips lainnya

  • Berbaringlah setelah makan dengan kepala diangkat ke atas 1 atau 2 bantal.
  • Habiskan waktu di luar untuk mendapatkan udara segar. Anda mungkin merasa lebih baik jika tidak terlalu panas di dalam atau di luar rumah.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca