Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenapa Jadi Lebih Sering Meludah Saat Hamil?

Kenapa Jadi Lebih Sering Meludah Saat Hamil?

Saat sedang hamil, beberapa wanita mungkin jadi lebih sering meludah. Meski tidak semua wanita mengalaminya, kondisi ini tergolong wajar terjadi pada ibu hamil. Lantas, kira-kira apa penyebab meludah terus saat hamil dan adakah cara untuk mengontrolnya agar tidak terlalu sering?

Apakah meludah terus saat hamil berbahaya?

meludah terus saat hamil

Melansir Journal of Medicine and Life, dalam kondisi normal, air ludah (saliva) yang diproduksi oleh tubuh yakni sebanyak 0,5-1,5 liter sehari.

Sementara saat hamil, sangat mungkin air liur diproduksi berlebih oleh kelenjar ludah.

Produksi air liur berlebih inilah yang menyebabkan Anda meludah terus saat hamil. Menurut istilah medis, kondisi ini disebut dengan ptyalism gravidarum.

Ptyalism gravidarum atau sering meludah saat hamil sebenarnya masih tergolong normal dan tidak berbahaya.

Itu sebabnya, ibu hamil yang mengalaminya tidak perlu merasa khawatir.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada wanita yang mengalami morning sickness atau mual-muntah saat hamil sehingga kesulitan menelan air liur.

Kenapa ibu meludah terus saat hamil?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, lebih sering membuang ludah selama masa kehamilan bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

Jika ibu hamil mengalami kondisi ini, berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya.

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon yang terjadi pada saat hamil diduga membuat produksi air liur ibu meningkat sehingga sering meludah saat hamil.

Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

2. Mual

Saat merasa mual, ibu hamil cenderung malas menelan karena takut rasa mualnya akan timbul kembali.

Hal ini menyebabkan produksi air liur meningkat di dalam mulut sehingga membuat wanita meludah terus saat hamil.

Biasanya, kondisi ini dialami oleh ibu hamil yang mengalami morning sickness yang cukup parah di trimester pertama kehamilan.

3. Heartburn atau sensasi panas di dada

Heartburn atau asam lambung naik sudah menjadi salah satu hal yang lazim dialami oleh para ibu hamil. Ketika asam lambung naik, kerongkongan berisiko terluka.

Kondisi ini memicu produksi ludah yang terasa pahit dan masam sehingga menyebabkan Anda sering meludah saat hamil.

4. Kondisi kesehatan tertentu

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan iritasi pada area mulut, seperti kebiasaan merokok, kerusakan gigi, atau masalah mulut lainnya.

Jika kondisi-kondisi tersebut dialami oleh ibu hamil, keinginan meludah menjadi lebih besar.

Tak hanya itu, penggunaan obat-obatan tertentu dan penyakit tertentu bisa memicu peningkatan produksi air liur.

Meludah terus saat hamil, bagaimana cara mengatasinya?

meludah terus saat hamil

Air liur yang bertambah banyak saat hamil bukanlah kondisi yang bisa dicegah.

Namun, Anda tak perlu cemas karena hal ini sebenarnya masih bisa diatasi.

Oleh karena itu, ibu hamil tidak perlu cemas dan stres jika mendadak sering meludah saat sedang hamil.

Cobalah siasati kebiasaan meludah terus saat hamil dengan tips berikut ini.

1. Minum air putih

Minum air putih dapat membantu ibu menelan ludah saat hamil.

Oleh karena itu, sebaiknya bawalah botol air minum ke mana pun Anda pergi agar bisa minum sedikit demi sedikit.

2. Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Salah satu hal yang memicu meningkatnya produksi air liur adalah masalah kesehatan mulut saat hamil.

Inilah salah satu alasan ibu hamil tetap perlu menjaga kebersihan gigi dan rutin kontrol ke dokter gigi.

Mulailah dengan rajin menggosok gigi dan gunakan mouthwash. Jika Anda merasa mual, gunakan pasta gigi dan mouthwash yang tidak berbau menyengat.

3. Mengunyah permen yang tidak mengandung gula

Cara lain agar tidak meludah terus saat hamil adalah makan permen. Akan tetapi, jangan sembarang permen, ya!

Ibu hamil perlu memilah-milah permen yang tidak mengandung gula agar tidak memicu kenaikan gula darah saat hamil.

4. Makan lebih sering dalam jumlah sedikit

Frekuensi makan yang berkurang bisa menjadi salah satu penyebab produksi air liur berlebih. Sayangnya, jika Anda mual, nafsu makan pun hilang.

Akibatnya, akan semakin susah untuk mengatasi kondisi sering meludah saat hamil.

Nah, untuk menghindari rasa mual, cobalah makan dalam jumlah sedikit tetapi lebih sering.

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi saat hamil, cara ini tidak memicu rasa mual yang menyebabkan Anda meludah terus saat hamil.

5. Membawa tisu atau kain pembersih

Jika kondisi tersebut tetap menyusahkan Anda, sebaiknya bawalah kain atau tisu, terutama saat bepergian.

Tisu atau kain tersebut bisa Anda gunakan sebagai wadah ludah yang bisa dibuang saat sudah penuh.

6. Kurangi makanan yang mengandung pati

Pati adalah gabungan dari berbagai jenis glukosa yang terdapat pada makanan berkarbohidrat seperti jagung, kentang, kacang-kacangan, dan beras.

Mareike C Janiak dari University of Calgary Canada menyatakan bahwa makanan yang mengandung pati membutuhkan banyak air liur untuk mencernanya.

Agar Anda tidak sering meludah saat hamil, cobalah kurangi konsumsi makanan tersebut.

7. Metode hipnosis

Studi yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Hypnotherapy menyatakan bahwa metode hipnosis dapat membantu mengurangi produksi air liur berlebih saat hamil.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hal ini.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Excessive saliva in pregnancy. (2018). Retrieved 5 August 2021, from https://www.nct.org.uk/pregnancy/worries-and-discomforts/common-discomforts/excessive-saliva-pregnancy

Thaxter Nesbeth, K., Samuels, L., Nicholson Daley, C., Gossell-Williams, M., & Nesbeth, D. (2016). Ptyalism in pregnancy – a review of epidemiology and practices. European Journal Of Obstetrics & Gynecology And Reproductive Biology, 198, 47-49. doi: 10.1016/j.ejogrb.2015.12.022

Suzuki, S., Yamashita, E., Satomi, M., & Igarashi,, M. (2009). Ptyalism gravidarum. North American Journal Of Medical Science, 1(6), 303-304. PMID: 22666711

Beevi, Z., Low, W., & Hassan, J. (2015). Successful Treatment of Ptyalism Gravidarum With Concomitant Hyperemesis Using Hypnosis. American Journal Of Clinical Hypnosis, 58(2), 215-223. doi: 10.1080/00029157.2015.1013186

Iorgulescu, G. (2009). Saliva between normal and pathological. Important factors in determining systemic and oral health. Journal Of Medicine And Life, 2(3), 303-307. PMID: 20112475

Thaxter Nesbeth, K., Samuels, L., Nicholson Daley, C., Gossell-Williams, M., & Nesbeth, D. (2016). Ptyalism in pregnancy – a review of epidemiology and practices. European Journal Of Obstetrics & Gynecology And Reproductive Biology, 198, 47-49. doi: 10.1016/j.ejogrb.2015.12.022

Janiak, M. (2019). Of starch and spit. Elife, 8. doi: 10.7554/elife.47523

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita