Hernia Diafragmatika

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hernia diafragmatika?

Hernia diafragmatika atau hernia diafragma adalah kondisi cacat lahir bayi ketika ada lubang pada diafragma.

Diafragma adalah otot besar yang memisahkan antara organ-organ di dada (jantung dan paru-paru) dan organ di perut (lambung, usus, hati, limpa).

Hernia diafragmatika atau hernia diafragma adalah kondisi yang terjadi ketika ada satu atau lebih organ di perut yang bergerak naik ke bagian dada bayi.

Satu atau beberapa organ di perut bisa naik ke dada melalui lubang atau bukaan pada otot diafragma. Hernia diafragma pada bayi atau yang juga bisa disebutkan dengan hernia diafragmatika kongenital bisa mencegah paru-paru bayi berkembang sepenuhnya.

Hal ini tentu dapat menyebabkan bayi mengalami kesulitan bernapas saat lahir. Kondisi cacat lahir bayi yang satu ini bisa muncul saat bayi baru lahir maupun di kemudian hari.

Hernia diafragmatika pada bayi atau hernia diafragma adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Hernia diafragma atau hernia diafragmatika kongenital pada bayi adalah kondisi cacat lahir yang terbilang jarang terjadi. Melansir dari U.S National Library of Medicine, angka kejadiannya adalah 1 dari 2500 kelahiran bayi, sedangkan 5%-10% bayi yang mengalami kondisi ini menunjukkan tanda dan gejala.

Gejala tersebut biasanya meliputi masalah pada pernapasan ataupun sakit perut karena usus menusuk ke rongga dada. Sementara pada 1% kasus, hernia diafragmatika atau hernia diafragma pada bayi tidak menunjukkan gejala tertentu.

Bahkan, sekitar setengah dari semua bayi yang baru lahir dengan kondisi hernia diafragmatika atau hernia diafragma juga memiliki kondisi medis lainnya.

Ambil contohnya bayi juga mengalami cacat lahir entah pada otak, jantung, maupun usus.

Tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala hernia diafragmatika?

Menurut Stanford Children’s Health, gejala hernia diafragma bisa berbeda-beda pada setiap bayi. Beberapa gejala hernia diafragmatika atau hernia diafragma kongenital pada bayi adalah sebagai berikut:

Gejala hernia diafragma kongenital pada bayi mungkin terlihat serupa dengan gejala dari masalah kesehatan lainnya. Jadi, pastikan Anda memeriksakan diri si kecil ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang jelas.

Sementara tingkat keparahan gejala hernia bisa bervariasi sesuai dengan ukuran, penyebab, dan organ tubuh yang bermasalah.

Sulit bernapas (difficulty breathing)

Kondisi hernia diafragma pada bayi ini terbilang sangat parah. Ini terjadi saat perkembangan paru-paru terbilang tidak normal.

Takipnea (pernapasan cepat)

Paru-paru Anda dapat mencoba memperbaiki kadar oksigen yang rendah di dalam tubuh bayi. Hal ini dilakukan paru-paru dengan cara bekerja lebih cepat.

Kulit bayi berwarna kebiruan 

Ketika pasokan oksigen dari paru-paru bayi dengan kondisi hernia diafragmatika tidak mencukupi, kulit bayi akan tampak berwarna kebiruan (sianosis). 

Takikardia (detak jantung cepat)

Jantung bayi bisa saja berkerja lebih cepat dalam memompa darah. Hal ini bertujuan agar pasokan darah yang mengandung oksigen di sekujur tubuh bayi dengan kondisi hernia diafragmatika tercukupi dengan baik. 

Bunyi napas berkurang atau tidak ada

Bunyi pernapasan bayi yang berkurang atau tidak ada adalah gejala umum pada hernia diafragmati atau hernia diafragmatika kongenital pada bayi. 

Gejala ini bisa terjadi karena salah satu paru-paru bayi yang seharusnya terdiri atas dua organ belum terbentuk dengan sempurna. Kondisi ini kemudian membuat bunyi napas bayi pada paru-paru bayi yang belum terbentuk atau berkembang tersebut tidak terdengar.

Bunyi usus di area dada

Kondisi ini terjai saat usus bayi bergerak naik ke bagian rongga dada melalui lubang pada otot diafragma. Hal ini membuat suara usus bayi terdengar muncul dari area dada.

Perut bayi tidak penuh

Kondisi perut bayi mungkin kurang penuh seperti yang seharusnya. Hal ini bisa dideteksi saat melakukan palpasi atau pemeriksaan tubuh bayi dengan cara menekan area tertentu.

Perut bayi yang tidak penuh ini bisa disebabkan oleh organ di dalam perut yang masuk ke area rongga dada.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda melihat si kecil memiliki tanda-tanda di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk bayi.

Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan bayi.

Penyebab

Apa penyebab hernia diafragmatika?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebagian besar penyebab hernia difragmatika atau hernia diafragma kongenital pada bayi tidak diketahui secara pasti.

Akan tetapi, beberapa kasus hernia diafragma dipercaya disebabkan oleh adanya kelainan genetik di dalam tubuh bayi.

Lebih lanjutnya, penyebab hernia diafragmatika kongenital adalah karena perkembangan diafragma tidak berjalan dengan normal selama masa pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Kondisi cacat lahir pada bayi karena diafragma berlubang dapat membuat satu atau lebih organ yang ada di dalam perut bayi untuk bergerak naik ke dada. Berbagai organ di perut tersebut kemudian menempati ruang yang seharusnya merupakan area bagi paru-paru.

Akibatnya, paru-paru bayi tidak dapat berkembang dengan baik. Namun pada kebanyakan kasus, hernia diafragmatika biasanya hanya mengenai salah satu paru-paru bayi yang mengalami gangguan.

Faktor-faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

Meski penyebab hernia diafragmatika atau hernia diafragma kongenital pada bayi belum diketahui sepenuhnya, ada berbagai faktor yang meningkatkan risiko kondisi ini.

Ambil contohnya kelainan pada kromosom dan genetik bayi serta lingkungan sekitar dan masalah gizi ibu selama hamil turut andil dalam memicu hernia diafragmatika pada bayi.

Bukan hanya itu, peluang terjadinya hernia diafragmatika kongenital pada bayi juga dapat dipicu oleh adanya masalah atau gangguan pada organ tubuh lainnya.

Masalah pada organ tubuh bayi bisa meliputi gangguan terkait perkembangan organ jantung, organ pencernaan, maupun sistem genitourinari.

Sistem genitourinari atau sistem urogenital adalah organ yang berasal dari sistem reproduksi dan sistem kemih yang dikelompokkan menjadi satu karena posisinya saling berekatan.

Selain itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hernia diafragma atau hernia diafragmatika pada bayi adalah sebagai berikut:

  • Bayi mengalami cedera karena kecelakaan
  • Pernah melakukan prosedur operasi atau pembedahan di dada maupun perut
  • Pernah jatuh dan memengaruhi kondisi otot diafragma

Jika Anda sedang hamil maupun sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda dan bayi. Hal ini bertujuan agar peluang Anda lebih besar untuk melahirkan bayi yang sehat.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis hernia diafragmatika?

Dokter bisa mendiagnosis hernia diafragmatika atau hernia diafragma pada bayi di dalam kandungan dengan melakukan tes skrining.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosis kemungkinan adanya cacat lahir pada bayi di dalam kandungan.

Pemeriksaan selama masa kehamilan tersebut dilakukan dokter dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG).

USG akan membantu menunjukkan gambaran kondisi organ tubuh bayi, misalnya diafragma dan paru-paru untuk mencari kemungkinan jika ada kelainan.

Meski begitu, dalam beberapa kasus lainnya, pemeriksaan USG yang dilakukan selama kehamilan tidak dapat menunjukkan kondisi hernia diafragmatika atau hernia diafragma.

Selanjutnya saat bayi sudah lahir, dokter dapat mendiagnosis kondisi hernia diafragmatika atau hernia diafragma dengan memerhatikan cara bayi bernapas.

Jika bayi mengalami kesulitan bernapas, dokter biasanya menyarankan pemeriksaan rontgen dada atau x-ray. Tujuan pemeriksaan ini yakni untuk menunjukkan apakah posisi organ-organ tubuh berada di posisi normalnya masing-masing.

Selain itu, berikut beberapa pemeriksaan yang dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis hernia diafragmatika:

  • USG scan, untuk menghasilkan gambaran mengenai rongga dada, perut, beserta isinya
  • CT-scan, memungkinan untuk melihat langsung kondisi organ perut
  • Analisa gas darah atau arterial blood gas, untuk mengambil darah dari saluran arteri kemudian menguji kadar oksigen, karbon dioksida, serta tingkat keasaman (pH)

Apa saja pilihan pengobatan untuk hernia diafragmatika?

Setelah bayi lahir, operasi atau pembedahan harus segera dilakukan untuk memperbaiki kondisi hernia diafragmatika atau hernia diafragma. Biasanya, pembedahan dilakukan sekitar 48-72 jam setelah bayi dilahirkan.

Tujuan pembedahan yakni untuk mengangkat organ perut dari dada dan menempatkannya kembali ke perut.

Pembedahan untuk memperbaiki kondisi bayi bisa dilakukan lebih awal dalam situasi darurat atau mungkin ditunda sesuai dengan kesehatan bayi.

Akan tetapi, langkah pertama yang penting dilakukan pada bayi yang mengalami hernia diafragmatika yakni menstabilkan kondisinya dengan meningkatkan kadar oksigen di dalam tubuh.

Jika kondisi bayi sudah stabil, selanjutnya dokter akan mengembalikan kondisi otot diafragma yang bermasalah agar bisa berfungsi kembali sedia kala melalui proses operasi atau pembedahan.

Bayi yang sudah menjalani operasi akan terus diberikan perawatan untuk membantunya mampu bernapas dengan baik sampai organ paru-parunya pulih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Spina Bifida

    Spina bifida adalah salah satu jenis cacat tabung saraf. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan spina bifida di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 September 2020 . Waktu baca 13 menit

    Omphalocele

    Omphalocele atau omfalokel adalah kondisi cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 7 Mei 2020 . Waktu baca 9 menit

    Atresia Esofagus

    Esophageal atresia atau atresia esofagus adalah salah satu cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 6 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

    Anophthalmia

    Anophthalmia adalah salah satu cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 5 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    hemokromatosis

    Hemokromatosis

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
    kekurangan yodium saat hamil

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    cacat lahir

    Cacat Lahir pada Bayi: Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    anemia sel sabit sickle cell anemia adalah

    Anemia Sel Sabit (Sickle Cell Anemia)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit