Deep Vein Thrombosis (DVT)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu DVT (deep vein thrombosis, trombosis vena dalam)?

Trombosit vena dalam atau deep vein thrombosis adalah suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat gumpalan darah di pembuluh darah vena. Pembuluh darah vena yang terkena biasanya terletak jauh di dalam otot kaki.

Gumpalan (trombus) menyebabkan aliran darah melambat sehingga menyebabkan daerah yang tersumbat menjadi bengkak, merah, dan menyakitkan. Jika gumpalan bergerak ke paru-paru, maka emboli paru (vena di paru-paru tersumbat) dapat terjadi dan menimbulkan masalah pernapasan serius.

Seberapa umumkah DVT (deep vein thrombosis, trombosis vena dalam)?

Deep vein thrombosis adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, penyakit ini lebih umum terjadi pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun. Selain itu, orang-orang yang secara fisik tidak aktif (malas gerak), ibu hamil, atau memiliki kelainan darah memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami pembekuan darah. Hal ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala DVT (deep vein thrombosis, trombosis vena dalam)?

Hanya sekitar setengah dari orang yang mengalami DVT memiliki tanda-tanda dan gejala. Tanda-tanda dan gejala-gejala muncul pada kaki dipengaruhi oleh gumpalan yang terdapat di dalam vena. Secara umum, tanda dan gejala deep vein thrombosis adalah:

  • Pembengkakan kaki atau sepanjang vena di kaki
  • Nyeri di kaki, yang Anda rasakan hanya ketika berdiri atau berjalan
  • Peningkatan suhu di daerah kaki yang bengkak atau terasa sakit
  • Kemerahan atau berubahnya warna pada kulit kaki

Beberapa orang tidak menyadari adanya gumpalan pada vena dalam sampai mereka memiliki tanda-tanda dan gejala emboli paru. Tanda dan gejalanya meliputi:

  • Sesak napas tanpa sebab
  • Nyeri ketika melakukan pernapasan dalam
  • Batuk darah
  • Napas terlalu cepat dan detak jantung yang cepat

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala dari penyumbatan pembuluh darah, hubungi dokter Anda. Tidak hanya itu, jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala emboli paru – penyakit komplikasi yang dapat mengancam jiwa dari penyumbatan pembuluh darah – segeralah cari perawatan medis

Penyebab

Apa penyebab DVT (deep vein thrombosis, trombosis vena dalam)?

Berbagai penyebab deep vein thrombosis adalah:

  • Rusak lapisan dalam pembuluh darah. Luka yang disebabkan oleh faktor fisik, kimia, atau faktor biologis dapat merusak pembuluh darah. Faktor-faktor tersebut termasuk operasi, luka serius, peradangan, dan reaksi imun
  • Aliran darah lambat. Kurang beraktivitas dapat menyebabkan aliran darah lambat. Hal ini mungkin terjadi setelah operasi, jika Anda sakit dan harus berada di tempat tidur untuk waktu yang lama, atau jika Anda bepergian untuk waktu yang lama
  • Darah Anda lebih kental atau lebih rentan untuk menggumpal dari biasanya. Beberapa kondisi yang diwariskan (seperti faktor V Leiden) meningkatkan risiko penggumpalan darah. Terapi hormon atau pil KB juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk DVT (deep vein thrombosis, trombosis vena dalam)?

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, dan semakin Anda memiliki faktor tersebut, risiko Anda semakin besar. Faktor risiko deep vein thrombosis adalah:

  • Riwayat gangguan penggumpalan darah. Beberapa orang mewarisi gangguan yang membuat gumpalan darah mereka lebih mudah. Kondisi menurun ini mungkin tidak menyebabkan masalah kecuali dikombinasikan dengan satu atau lebih faktor risiko lainnya
  • Tidur berkepanjangan, seperti tinggal di rumah sakit cukup lama, atau kelumpuhan. Ketika kaki Anda tidak bergerak untuk waktu yang lama, otot betis Anda tidak berkontraksi untuk membantu mengalirkan darah, yang dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah
  • Cedera atau pembedahan. Cedera pembuluh darah atau operasi dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah
  • Kehamilan. Kehamilan meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah di panggul dan kaki. Wanita dengan gangguan penggumpalan darah karena keturunan sangat berisiko. Risiko penggumpalan darah dari kehamilan dapat terus ada sampai enam minggu setelah Anda memiliki bayi Anda
  • Pil KB atau terapi hormon. Pil KB (kontrasepsi oral) dan terapi penggantian hormoe dapat meningkatkan kemampuan darah Anda untuk menggumpal
  • Kelebihan berat badan atau obesitas. Kegemukan dapat meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah di panggul dan kaki
  • Merokok. Merokok mempengaruhi penggumpalan dan sirkulasi darah, yang dapat meningkatkan risiko DVT
  • Kanker. Beberapa bentuk kanker meningkatkan jumlah zat dalam darah Anda yang menyebabkan darah menggumpal. Beberapa bentuk pengobatan kanker juga meningkatkan risiko penggumpalan darah
  • Gagal jantung. Orang yang mengalami gagal jantung memiliki risiko yang lebih besar terkena DVT dan emboli paru. Karena orang-orang dengan gagal jantung yang sudah memiliki fungsi paru-paru dan hati yang terbatas, gejala kecil yang disebabkan oleh pulmonary embolism bahkan dapat lebih terlihat
  • Penyakit radang usus. Penyakit usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, meningkatkan risiko DVT
  • Usia. Memiliki usia di atas 60 tahun meningkatkan risiko DVT, meskipun dapat terjadi pada semua golongan usia
  • Duduk dalam jangka waktu yang lama. Gumpalan darah dapat terbentuk di betis kaki Anda jika otot betis Anda tidak bergerak untuk waktu yang lama

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk DVT (deep vein thrombosis, trombosis vena dalam)?

Berbagai pilihan pengobatan untuk mengatasi deep vein thrombosis adalah:

  • Pengobatan dilakukan dengan penyuntikan langsung obat pengencer darah (heparin) untuk mengencerkan darah dan mencegah penggumpalan darah. Heparin bisa diberikan melalui intravena atau disuntikkan di bawah kulit (subkutan).
  • Dokter Anda akan menentukan pilihan yang terbaik untuk Anda. Dokter juga akan meresepkan pil pengencer darah (warfarin) untuk mencegah pembesaran dan pembentukan gumpalan darah yang baru.
  • Inhibitor trombin dapat digunakan untuk mengobati penggumpalan darah jika Anda tidak dapat menggunakan heparin.
  • Jika Anda tidak dapat menggunakan pengencer darah atau pengobatan tersebut tidak bekerja dengan baik, dokter dapat merekomendasikan filter vena cava. Filter dimasukkan di dalam vena besar yang disebut vena cava. Filter menangkap gumpalan darah sebelum gumpalan tersebut bergerak ke paru-paru, sehingga dapat mencegah emboli paru. Namun, filter tidak dapat menghentikan penggumpalan darah yang baru.
  • Dokter mungkin juga merekomendasikan stocking khusus untuk mengontrol pembengkakan di kaki.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk DVT (deep vein thrombosis, trombosis vena dalam)?

Untuk dapat mendiagnosis DVT, dokter akan bertanya tentang gejala dan melakukan pemeriksaan. Jika diduga terjadi DVT, dokter mungkin merekomendasikan tes lagi untuk memastikan diagnosis.

Beberapa tes yang biasanya dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis deep vein thrombosis adalah:

  • Sonogram (USG) pada kaki yang bengkak atau bagian lain untuk mengukur aliran darah
  • Tes darah (D-Dimeer) mengukur zat dalam darah yang dilepaskan ketika gumpalan darah melarut. Jika tes menunjukkan kandungan tinggi substansi tersebut, Anda mungkin memiliki gumpalan darah vena dalam

Dalam kasus yang jarang terjadi ketika diagnosis dicurigai tapi sonogram dan tes darah tidak dapat disimpulkan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan rontgen khusus (venography) di mana pewarna disuntikkan ke pembuluh darah untuk melihat apakah ada bekuan yang menghalangi aliran darah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi DVT (deep vein thrombosis, trombosis vena dalam)?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi deep vein thrombosis adalah:

  • Minum obat dan lakukan tes darah (INR) seperti yang diarahkan oleh dokter Anda untuk memantau tingkat kekentalan darah
  • Ikuti saran dokter Anda tentang menurunkan berat badan dan berolahraga lebih banyak untuk menurunkan risiko kambuhnya DVT
  • Berjalanlah dan regangkan kaki Anda jika Anda duduk untuk waktu yang lama
  • Hubungi dokter Anda sebelum Anda melakukan perjalanan panjang dan tanyalah dokter Anda tentang konsumsi aspirin jika Anda tidak lagi mengonsumsi warfarin
  • Cobalah mengangkat kaki Anda saat duduk atau berbaring

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Aktivitas yang Direkomendasikan Setelah Pulih Dari DVT

    Setelah pulih dari penyakit DVT sebenarnya ada beberapa aktivitas yang perlu Anda lakukan agar penyakit ini tidak terulang kembali. Apa saja?

    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Ini Alasannya Kenapa Anda Perlu Mengukur Denyut Jantung Selama Olahraga

    Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, Anda juga perlu mengukur denyut jantung saat olahraga. Memangnya, apa tujuannya? Baca di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

    Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Cara Mengukur Lingkar Perut yang Benar

    Kesehatan tubuh bisa dideteksi lewat seberapa lebar lingkar perut Anda, lho! Yuk, cari tahu cara mengukur lingkar perut yang benar di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Direkomendasikan untuk Anda

    apakah penyakit jantung bisa sembuh

    Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    batuk terus gejala gagal jantung

    Duduk Terlalu Lama Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020
    penggumpalan darah

    Benarkah Rokok Menyebabkan Penggumpalan Darah?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 19/03/2020
    bahaya bubble tea

    Benarkah Ada Bahaya Minum Bubble Tea untuk Kesehatan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 11/03/2020