Trombosis Vena Dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu trombosis vena dalam (DVT)?

Trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT) adalah suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat gumpalan darah alias trombosis di pembuluh darah vena. Kondisi ini biasanya terjadi di pembuluh darah vena yang terletak jauh di dalam otot kaki.

Gumpalan menyebabkan aliran darah melambat sehingga menyebabkan daerah yang tersumbat menjadi bengkak, merah, dan sakit. Jika gumpalan tersebut bergerak ke paru-paru, Anda berisiko mengalami emboli paru (tersumbatnya pembuluh vena di paru-paru) dan menyebabkan masalah pernapasan serius.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Trombosis vena dalam dapat terjadi pada siapa pun. Namun, kondisi ini lebih umum terjadi pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun.

Selain itu, orang-orang yang secara fisik tidak aktif, ibu hamil, atau memiliki penyakit kelainan trombosit memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami pembekuan darah. Hal ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Tanda dan gejala trombosis vena dalam (DVT)

Hanya sekitar setengah dari orang yang mengalami DVT memiliki tanda-tanda dan gejala. Tanda-tanda dan gejala-gejala muncul pada kaki dipengaruhi oleh gumpalan yang terdapat di dalam vena. Secara umum, tanda dan gejala trombosis vena dalam (DVT) adalah:

  • Pembengkakan kaki atau sepanjang vena di kaki
  • Nyeri di kaki, yang Anda rasakan hanya ketika berdiri atau berjalan
  • Peningkatan suhu di daerah kaki yang bengkak atau terasa sakit
  • Kemerahan atau berubahnya warna pada kulit kaki

Beberapa orang tidak menyadari adanya gumpalan pada vena dalam sampai mereka memiliki tanda-tanda dan gejala emboli paru, seperti:

  • Sesak napas tanpa sebab
  • Nyeri ketika melakukan pernapasan dalam
  • Batuk darah
  • Napas terlalu cepat dan detak jantung yang cepat

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala dari penyumbatan pembuluh darah atau DVT, hubungi dokter Anda. Tidak hanya itu, jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala emboli paru, segeralah cari perawatan medis

Penyebab

Apa penyebab DVT?

Berbagai penyebab deep vein thrombosis adalah:

  • Rusaknya lapisan dalam pembuluh darah. Luka yang disebabkan oleh faktor fisik, kimia, atau faktor biologis dapat merusak pembuluh darah. Faktor-faktor tersebut termasuk operasi, luka serius, peradangan, dan reaksi imun
  • Aliran darah melambat. Kurang beraktivitas dapat menyebabkan aliran darah lambat. Hal ini mungkin terjadi setelah operasi, jika Anda sakit dan harus berada di tempat tidur untuk waktu yang lama, atau jika Anda bepergian untuk waktu yang lama
  • Darah lebih kental atau lebih rentan untuk menggumpal dari biasanya. Beberapa kondisi genetik (diturunkan) dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah, seperti penyakit gangguan trombosit jenis tertentu, atau gangguan pembekuan darah lain seperti hemofilia. Terapi hormon atau pil KB juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami kondisi ini?

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini. Semakin banyak faktor-faktor yang Anda miliki, semakin besar pula risiko Anda mengalami DVT.

Namun, penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena penyakit atau kondisi kesehatan tersebut. Faktor risiko hanya dapat memperbesar peluang Anda mengalami kondisi kesehatan tertentu.

Faktor risiko yang bisa berpotensi menjadi dari DVT atau trombosis vena dalam adalah:

  • Riwayat gangguan penggumpalan darah
  • Tidur berkepanjangan, seperti tinggal di rumah sakit cukup lama, atau kelumpuhan
  • Cedera atau pembedahan
  • Kehamilan
  • Menggunakan pil KB atau terapi hormon
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Merokok
  • Kanker
  • Gagal jantung
  • Penyakit radang usus
  • Berusia di atas 60 tahun
  • Duduk dalam jangka waktu yang terlalu lama

Komplikasi

Komplikasi trombosis vena dalam (DVT)

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, trombosis vena dalam atau DVT bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang lebih parah.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, terdapat 2 komplikasi akibat trombosis vena dalam yang mungkin terjadi:

1. Emboli paru

Emboli paru terjadi ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat oleh gumpalan darah. Gumpalan darah tersebut biasanya berpindah dari bagian lain tubuh Anda menuju paru-paru.

Komplikasi ini dapat mengancam nyawa karena bisa memicu gejala-gejala seperti sesak napas, batuk berdarah, nyeri dada, dan denyut nadi bertambah cepat.

2. Sindrom postphlebitic

Sindrom postphlebitic adalah komplikasi DVT yang disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh vena. Kerusakan tersebut dapat mengurangi aliran darah pada area tubuh yang terdampak. Akibatnya, penumpukan cairan (edema) yang menimbulkan pembengkakan dapat terjadi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pengobatan trombosis vena dalam (DVT)

Dokter Anda akan menentukan pilihan pengobatan yang terbaik dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Berbagai pilihan pengobatan untuk mengatasi deep vein thrombosis adalah:

  • Pengobatan dilakukan dengan penyuntikan langsung obat pengencer darah (heparin) untuk mengencerkan darah dan mencegah penggumpalan darah. Heparin bisa diberikan melalui intravena atau disuntikkan di bawah kulit (subkutan).
  • Dokter juga akan meresepkan pil pengencer darah (warfarin) untuk mencegah pembesaran dan pembentukan gumpalan darah yang baru.
  • Inhibitor trombin dapat digunakan untuk mengobati penggumpalan darah jika Anda tidak dapat menggunakan heparin.
  • Jika Anda tidak dapat menggunakan pengencer darah atau pengobatan tersebut tidak bekerja dengan baik, dokter dapat merekomendasikan filter vena cava. Filter dimasukkan di dalam vena besar yang disebut vena cava. Filter menangkap gumpalan darah sebelum gumpalan tersebut bergerak ke paru-paru, sehingga dapat mencegah emboli paru. Namun, filter tidak dapat menghentikan penggumpalan darah yang baru.
  • Dokter mungkin juga merekomendasikan stoking khusus untuk mengontrol pembengkakan di kaki.

Diagnosis DVT DVT?

Untuk dapat mendiagnosis trombosis vena dalam, dokter akan bertanya tentang gejala dan melakukan pemeriksaan. Jika diduga terjadi deep vein thrombosis, dokter mungkin merekomendasikan tes lagi untuk memastikan diagnosis.

Beberapa tes yang biasanya dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis DVT adalah:

  • USG pada kaki yang bengkak atau bagian lain untuk mengukur aliran darah
  • Tes darah (D-Dimeer) mengukur zat dalam darah yang dilepaskan ketika gumpalan darah melarut. Jika tes menunjukkan kandungan tinggi substansi tersebut, Anda mungkin memiliki gumpalan darah vena dalam

Dalam kasus yang jarang terjadi ketika diagnosis dicurigai tapi USG dan tes darah tidak dapat disimpulkan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan rontgen khusus (venography) di mana pewarna disuntikkan ke pembuluh darah untuk melihat apakah ada bekuan yang menghalangi aliran darah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi DVT?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi deep vein thrombosis adalah:

  • Minum obat dan lakukan tes darah (INR) seperti yang diarahkan oleh dokter Anda untuk memantau tingkat kekentalan darah
  • Ikuti saran dokter Anda tentang menurunkan berat badan dan berolahraga lebih banyak untuk menurunkan risiko kambuhnya DVT
  • Berjalanlah dan regangkan kaki Anda jika Anda duduk untuk waktu yang lama
  • Hubungi dokter Anda sebelum Anda melakukan perjalanan panjang dan tanyalah dokter Anda tentang konsumsi aspirin jika Anda tidak lagi mengonsumsi warfarin
  • Cobalah mengangkat kaki Anda saat duduk atau berbaring

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Anafilaksis atau syok anafilaksis adalah reaksi yang muncul ketika pemicu alergi timbul pada tubuh. Seberapa bahaya reaksi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Pasien penyakit jantung, perlu berhati-hati dalam memilih makanan. Berikut ini ada berbagai makanan yang dilarang (pantangan) untuk penyakit jantung.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyakit Katup Jantung

Penyakit katup jantung terjadi ketika katup pada jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketahui lebih lanjut di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

syok hipovolemik

Syok Hipovolemik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Diabetes melitus tipe 2

Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit