Alergi Dingin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu alergi dingin?

Alergi dingin atau yang disebut urtikaria dingin adalah reaksi alergi yang muncul pada kulit dalam waktu beberapa menit setelah terkena paparan dingin, baik air maupun udara.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab alergi dingin, beberapa di antaranya termasuk berada di ruangan ber-AC, berenang, atau selepas mandi di pagi hari. Biasanya kulit yang memiliki alergi terhadap dingin akan menjadi merah dan mengalami gatal-gatal.

Namun, gejala alergi dingin pada setiap orang mungkin akan berbeda-beda. Beberapa orang mungkin memunculkan gejala yang cenderung ringan, sementara lainnya mengalami tanda-tanda lebih parah.

Ada juga beberapa orang yang dapat sampai mengalami syok anafilaktik, yang ditandai penurunan tekanan darah secara drastis, tidak bisa bernapas, hingga pingsan.

Seberapa umum alergi dingin?

Alergi dingin adalah kondisi yang umum terjadi. Seringnya, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa muda dan akan membaik dalam beberapa tahun. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala alergi dingin?

Gejala-gejala umum dari alergi akibat paparan suhu di bawah normal adalah:

1. Gatal-gatal dan muncul ruam kemerahan

Gejala alergi dingin yang paling khas adalah munculnya ruam kulit yang berwarna kemerahan dan terasa gatal. Gejala alergi ini cenderung sulit hilang meski penderitanya berpindah ke lingkungan yang lebih hangat.

Dalam beberapa kasus, gejala alergi dapat memburuk dan tak hilang hingga 24 jam atau bahkan lebih.

2. Tangan bengkak

Jika setelah melakukan kontak dengan benda yang bersuhu dingin tangan Anda membengkak, bisa jadi Anda memiliki alergi yang satu ini. Pembengkakan ini biasanya terjadi saat Anda memegang minuman dingin, mandi di pagi hari, dan terkena paparan suhu dingin lainnya. Selain di tangan, pembengkakan akibat alergi juga bisa terjadi di bagian tubuh lainnya.

Bahkan dalam kasus yang paling berbahaya, pembengkakan dapat terjadi di bagian lidah dan tenggorokan hingga membuat seseorang mengalami edema (pembengkakan) faring. Jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis, hal ini dapat menyebabkan seseorang sulit bernapas dan bisa berujung pada kematian.

3. Muncul bentol-bentol merah

Timbulnya bentol-bentol kemerahan atau biduran ini sama halnya dengan gejala alergi lainnya. Paparan alergen membuat sel darah putih melepaskan histamin ke aliran darah.

Akibatnya, tubuh memberikan respons peradangan dengan memunculkan bentol merah, bengkak, gatal, dan perubahan kulit lainnya yang umum terjadi sebagai reaksi alergi.

Dokter biasanya akan menguji reaksi alergi dengan meletakkan es batu pada kulit pasien dan melihat respons peradangan yang mungkin timbul. Jika kulit menjadi merah dan timbul ruam, kemungkinan besar Anda memiliki alergi dingin.

4. Gejala lainnya

Gejala alergi dingin biasanya muncul 30 menit setelah terpapar suhu dingin dan bisa bertahan hingga 48 jam. Umumnya penderita mengalami kulit kemerahan dan gatal disertai dengan demam, sakit kepala, nyeri persendian (artralgia), dan reaksi sel darah putih yang berlebihan (leukositosis) dalam darah.

Dalam kasus yang parah, kondisi ini dapat menimbulkan stres. Terutama karena gejalanya sering disalahartikan dengan penyakit lain. Itu sebabnya, jangan sepelekan gejala alergi yang Anda alami.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala alergi dingin yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Biasanya, dokter akan memberikan resep antihistamin dan meminta Anda untuk menghindari paparan udara dingin sampai alerginya membaik.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala alergi berikut ini:

  • Reaksi pada kulit setelah terkena dingin, walau ringan.
  • Reaksi mendadak setelah terkena dingin seperti merasa pusing, kesulitan bernapas atau pembengkakan pada lidah atau tenggorokan.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab alergi dingin?

Penyebab pasti dari alergi dingin masih belum diketahui. Beberapa orang menjadi lebih sensitif terhadap dingin karena terkena sejenis virus atau memiliki penyakit yang menyebabkan sel kulit semakin sensitif.

Jika Anda pernah atau sedang mengalami alergi dingin, coba tanyakan pada keluarga apakah mereka juga mengalami hal yang sama atau tidak.

Menurut penelitian dari National Institute of Allergy and Infectious Disease pada tahun 2012, alergi dingin dapat disebabkan oleh faktor keturunan.

Namun secara umum, paparan dingin memicu sistem imun melepaskan histamin dan zat kimia lainnya ke dalam aliran darah yang menyebabkan kemerahan dan reaksi gatal-gatal.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena kondisi ini?

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda kena alergi dingin, antara lain:

  • Anak-anak dan remaja. Dalam banyak kasus, anak-anak dan remaja berisiko lebih tinggi terkena alergi dingin. Namun, kondisi ini biasanya dapat membaik dalam beberapa tahun.
  • Memiliki kondisi  medis tertentu. Orang yang memiliki kondisi kesehatan mendasar: seperti hepatitis atau kanker berisiko tinggi mengalami alergi dingin.
  • Faktor keturunan. Jika orangtua, saudara kandung, kakek, atau nenek Anda memiliki riwayat penyakit ini, Anda pun berisiko lebih tinggi untuk memilikinya. Namun, alergi dingin jarang diwariskan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Alergi dingin dapat didiagnosis dengan menempelkan es pada kulit untuk beberapa menit. Jika Anda memiliki alergi dingin, gatal-gatal akan muncul setelah beberapa menit es batu diangkat.

Banyak alergi yang terjadi tanpa penyebab yang jelas. Namun pada alergi yang disebabkan kondisi tertentu, dokter dapat menjalani tes lanjutan seperti tes darah untuk melihat alergen apa yang menyebabkan reaksi.

Setelah dokter menemukan penyebab alergi yang Anda, dokter mungkin akan menyarankan suntikan alergi atau obat tetes alergi.

Apa saja obat alergi dingin?

Pada beberapa orang, urtikaria dingin alias alergi dingin bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Secara umum sebenarnya tidak ada obat khusus untuk kondisi ini, tapi ada beberapa obat sebagai perawatan dan pencegahan yang dapat membantu.

Dokter biasanya akan menyarankan setiap pasiennya yang terkena alergi ini untuk menghindari paparan alergen, yaitu partikel di udara yang dapat menyebabkan alergi.

Hal ini termasuk menghindari mandi dengan air dingin di pagi hari, tidak menggunakan AC, menggunakan pakaian hangat, tidak mengonsumsi makanan atau minuman dingin, menghindari berpergian ke dataran tinggi untuk sementara waktu, dan lain sebagainya.

Jika cara tersebut tidak juga membuat kondisi pasien membaik, maka dokter dapat meresepkan obat khusus alergi dingin.

Dilansir dari DermNet New Zealand, ada beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengatasi biduran saat alergi dingin kambuh. Beberapa obat alergi dingin yang sering diresepkan dokter termasuk:

1. Obat antihistamin

Antihistamin adalah obat alergi dingin paling umum yang sering digunakan. Histamin adalah zat kimia vasoaktif, yang memiliki efek pada pembuluh darah kecil (kapiler) agar bisa melebar.

Saat Anda bersentuhan dengan penyebab alergi (alergen) yang sebenarnya tidak berbahaya, histamin yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh akan bereaksi secara berlebihan.

Histamin pun memerintahkan tubuh untuk melawan alergen. Hal inilah yang menimbulkan reaksi atau gejala alergi, yaitu kulit, hidung, dan mata terasa gatal.

Seperti namanya, antihistamin adalah obat yang menghentikan kerja histamin. Histamin biasanya dilepaskan saat Anda:

Dengan adanya obat antihistamin, maka efek histamin yang dikeluarkan saat sedang mengalami alergi dingin akan ditekan untuk mengurangi efek gatalnnya.

Antihistamin bisa didapatkan dalam bentuk tablet,  suntikan, atau krim. Suntikan hanya diberikan pada kasus alergi yang parah. Beberapa obat antihistamin yang banyak beredar di pasaran adalah seperti fexofenadine(Allegra®), loratadine (Claritin®), diphenhydramine (Otede®) atau cetirizine (Zyrtec®).

2. Leukotriene antagonis

Obat leukotriene antagonis disebut juga dengan antileukotriene. Obat ini menghambat zat leukotrien. Leukotrienes adalah substansi yang dilepaskan oleh sel darah putih di paru-paru yang menyebabkan peradangan dan aliran udara terhambat.

Obat ini pada dasarnya sering digunakan untuk menangani asma. Namun antileukotriene juga memiliki manfaat lain, di antaranya:

  • Pencegahan dan pengobatan asma pada anak dan orang dewasa.
  • Pengobatan alergi yang dipicu oleh alergen dalam ruangan seperti debu tungau, spora jamur, atau bulu binatang.
  • Pengobatan alergi musiman (hay fever) yang dipicu oleh alergen dari luar seperti serbuk sari dari pohon, rumput, atau gulma.
  • Untuk menangani berbagai jenis kasus biduran, termasuk karena alergi dingin.

3. Obat kortikosteroid sistemik

Kortikosteroid sistemik adalah jenis obat alergi dingin yang diberikan secara oral (diminum) atau dengan disuntik. Obat alergi satu ini memiliki efek antiradang yang mendalam, sehingga membantu meringankan gejala peradangan saat alergi Anda kambuh.

Ada beberapa jenis steroid sistemik, salah satunya adalah prednisone dan prednisolon. Keduanya adalah obat yang paling sering diresepkan untuk orang yang mengalami peradangan pada kulit.

Prednisone paling sering diberikan pada pagi hari. Pengobatan awal menggunakan prednisone ini biasanya diberikan untuk 2-4 minggu pertama, selanjutnya akan dilihat lebih lanjut hasilnya – apakah perlu menyesuaikan lagi dosisnya atau sudah cukup.

Penggunaan obat ini harus diawali dengan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebab ada efek samping yang bisa terjadi sejak minum obat ini. Khususnya jika Anda minum dalam dosis yang tinggi (lebih dari 20 mg per hari).

Beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaan obat prednisone antara lain:

  • Gangguan tidur
  • Nafsu makan meningkat
  • Kenaikan berat badan
  • Peningkatan gula darah 2 jam setelah makan
  • Efek psikologis tertentu

4. Omalizumab

Omalizumab atau disebut juga Xolair adalah terapi obat alergi lini kedua untuk pengobatan biduran alias gatal-gatal. Obat alergi ini juga biasa digunakan untuk mengobati serangan asma sedang sampai berat.

Omalizumab bekerja dengan cara menghalangi respon alami sistem kekebalan tubuh Anda terhadap pemicu alergi. Untuk kasus ini, omalizumab membantu mengurangi rasa gatal dan jumlah gatal-gatal pada kulit Anda.

Dilansir dari Mayo Clinic, obat ini biasanya diresepkan dokter untuk orang yang tidak mempan menggunakan obat antihistamin atau obat steroid sistemik.

Obat ini tidak bisa digunakan sembarangan, diberikan dengan suntikan di permukaan kulit setiap 4 minggu sekali. Obat ini bisa digunakan untuk remaja dan juga orang dewasa. Dosis obat akan bergantung pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan hasil terbaik. Untuk membantu Anda mengingat penggunaannya, gunakanlah pada hari yang sama dalam seminggu sesuai dengan jadwal.

Sebelum Anda menggunakan obat alergi dingin, sebaiknya beri tahu jika Anda memiliki alergi obat tertentu atau kondisi medis tertentu. Dengan begitu, dokter akan memberikan obat yang sesuai dengan kondisi Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi dingin?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi alergi dingin di antaranya:

Minum obat alergi dingin

Menggunakan obat alergi dingin seperti antihistamin dapat membantu menghentikan histamin yang menyebabkan alergi dingin. Konsumsi obat-obatan tersebut sebelum Anda terkena paparan udara dingin. Jangan lupa, gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan obat atau petunjuk dokter.

Lindungi kulit dari perubahan suhu yang mendadak

Jika ingin bepergian ke daerah yang dingin, pastikan Anda membawa pakaian hangat seperti jaket, celana dan baju panjang,  penutup kepala, dan sarung tangan. Sementara jika Anda akan berenang, celupkan tangan Anda ke dalam air terlebih dahulu dan lihat apakah Anda mengalami reaksi kulit atau tidak.

Perhatikan asupan makanan

Untuk sementara waktu, hindari mengonsumsi makanan dan minuman dingin. Hal ini dilakukan guna mencegah gejala alergi dingin yang Anda alami semakin parah, misalnya membengkaknya tenggorokan yang mungkin akan berakibat fatal.

Jangan menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter

Kondisi Anda mungkin dapat menjadi lebih buruk jika tiba-tiba menghentikan penggunaan obat alergi sembarangan.

Bawa suntikan epinefrin atau adrenalin

Jika dokter Anda meresepkan suntikan epinefrin (EpiPen, Auvi-Q, lainnya), bawalah selalu ke mana pun Anda pergi untuk membantu mencegah reaksi serius ketika alergi Anda kambuh.

Beri tahu dokter bedah terkait alergi yang Anda miliki sebelum menjalani operasi

Tim bedah dapat mempertimbangkan langkah-langkah terbaik guna mencegah munculnya serangan alergi ketika Anda berada di ruangan operasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Tiba-tiba Kaki Gatal Saat Olahraga, Apa, Ya, Sebabnya?

    Pernah merasa gatal di kaki saat olahraga? Mungkin kondisi ini tak terlalu umum, maka itu Anda sebaiknya ketahui apa saja yang bisa menyebabkannya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Fakta Unik 29/09/2018 . 4 menit baca

    4 Kiat Ampuh Mengatasi Alergi Dingin yang Mengganggu

    Kulit gatal dan biduran yang muncul akibat alergi dingin memang cukup mengganggu. Berikut cara mengatasi alergi dingin yang ampuh meredakan gejalanya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

    Setelah Digigit Nyamuk, 5 Reaksi Ini yang Akan Muncul. Anda yang Mana?

    Bagi sebagian orang,akibat gigitan nyamuk bisa menimbulkan alergi hingga syok anafilaktik.Yuk kenali reaksi tubuh Anda saat digigit nyamuk.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Fakta Unik 10/08/2018 . 4 menit baca

    Berbagai Obat Alergi Dingin yang Perlu Anda Ketahui

    Gejala alergi dingin yang paling umum adalah gatal-gatal dan muncul biduran. Lalu apa saja pilihan obat alergi dingin yang bisa meredakan gejala tersebut?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Health Centers 09/07/2018 . 7 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi alergi dingin saat hamil

    4 Cara Mengatasi Alergi Dingin Saat Hamil Andalan Para Bunda

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 21/03/2019 . 4 menit baca
    kapsida

    Kapsida

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 09/03/2019 . 1 menit baca
    bibir bengkak

    3 Cara Ampuh Mengobati Bibir Bengkak Akibat Alergi Udara Dingin

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 29/01/2019 . 3 menit baca
    kulit gatal

    Sering Mengalami Kulit Gatal di Malam Hari? Simak Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 09/01/2019 . 5 menit baca