Alergi Debu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu alergi debu?

Alergi debu adalah salah satu jenis alergi yang umum terjadi. Kondisi ini terjadi disebabkan karena sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi pada zat protein yang ada di dalam debu. Debu terbentuk dari sel-sel kulit manusia yang telah mati. Pada debu terdapat beberapa serangga atau hewan yang bisa menjadi pemicu alergi. 

Saat terhirup atau terkena manusia, sistem kekebalan tubuh akan menganggap debu sebagai zat yang berbahaya (alergen). Nantinya tubuh akan bereaksi dan menimbulkan gejala alergi. 

Seberapa umum alergi debu?

Alergi debu cukup umum karena pada dasarnya debu banyak terdapat sekitar kita. Entah itu di tempat tidur, kasur, perabot rumah dari atau berlapis kain, karpet, serta gorden rumah Anda. Selain itu, tungau debu hidup di lingkungan yang lembap, kira-kira dengan suhu 20-22 derajat Celcius. 

Tanda dan Gejala

Apa  saja tanda dan gejala alergi debu?

Gejala alergi debu yang umum adalah:

  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Mata merah, gatal, dan berair
  • Batuk-batuk
  • Sesak napas dan dada terasa berat
  • Napas menjadi pendek-pendek dan berbunyi
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Muncul ruam pada kulit

Gejala ini akan muncul ketika penderita terpapar dengan pemicu alergi. Mereka yang alergi debu biasanya mengalami alergi di dalam rumahnya sendiri atau di rumah orang lain.

Gejala alergi debu juga akan bertambah parah terutama sehabis bersih-bersih seperti menyapu atau hanya sekedar mengelap perabotan rumah. Ini karena proses bersih-bersih menerbangkan partikel-partikel debu sehingga memudahkan partikel debu terhirup atau hinggap di kulit. 

Kapan harus segera ke dokter?

Beberapa tanda dan gejala alergi debu mirip seperti asma dan pilek atau bersin akibat flu biasa. Terkadang sulit untuk membedakan apakah Anda menderita pilek atau alergi.

Jika Anda merasakan gejala alergi debu lebih dari satu minggu, Anda mungkin mengalami alergi. Jika mengalami mengi atau sesak napas yang semakin memburuk, segera ke dokter untuk konsultasi dan diobati.

Syok anafilaksis jarang terjadi pada kasus alergi debu, tapi tetap harus diwaspadai.

Penyebab

Apa penyebab alergi debu?

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengira bahwa debu adalah zat asing yang dapat membahayakan tubuh. Sistem kekebalan tubuh lantas bereaksi dengan menghasilkan antibodi untuk melawan debu.

Selain antibodi, sistem kekebalan tubuh juga akan mengeluarkan histamin serta zat kimia lainnya yang dapat memicu peradangan. Hasilnya, tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan gejala-gejala alergi.

Pemicu Alergi Debu

Apa saja yang bisa memicu alergi pada debu?

Alergi ini ternyata tidak hanya dipicu oleh sekadar debu seperti yang Anda kira. Perlu diketahui, di dalam debu mungkin terdapat serangga, bulu binatang, jamur, hingga serbuk bunga.

Zat berikut inilah yang diduga dapat memicu munculnya gejala alergi:

1. Tungau debu

Hewan ini merupakan salah satu penyebab utama terjadinya alergi debu. Tungau debu berukuran sangat kecil, hanya bisa dilihat dari mikroskop. Tubuh bisa alergi karena tungau debu memiliki feses dan kotoran mengandung protein yang dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh. 

Tungau debu dapat hidup dan berkembang biak dalam keadaan sekitar yang hangat dan lembap. Makanan utama tungau debu adalah kulit mati manusia. Meskipun tidak terlihat, tubuh kita melepaskan banyak kulit mati setiap harinya dan menjadi santapan bagi tungau debu. 

Rumah yang terlihat bersih pun bukan berarti bebas dari tungau debu karena tungau debu sulit dibersihkan dengan metode bersih-bersih biasa. 

Tungau debu jarang ditemukan pada daerah yang beriklim kering dimana curah hujannya sangat sedikit, atau di daerah yang suhunya rendah. Tungau debu juga akan mati jika kadar kelembapan area sekitarnya berada di bawah 50%.

2. Kecoak

Pada beberapa orang, gejala alergi dapat terjadi ketika mereka berada di lingkungan yang banyak hewan kecoak. Air liur, kencing dan bagian tubuh sisa pembuangan kecoa bisa terdapat di debu dan ini sering memicu alergi . 

Kecoak adalah serangga yang hidup di banyak lokasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Serangga ini mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan. Mereka lebih suka di kondisi suhu yang hangat. Kecoak juga lebih aktif di malam hari dan di cahaya minim, alias gelap.

3. Jamur

Jamur adalah salah satu pemicu alergi. Jamur atau mold sering ada di debu perabotan rumah tangga Anda atau di sela-sela lemari baju Anda. Jamur ini  wujudnya muncul seperti kumpulan debu. Terkadang bentuknya bisa berupa titik-titik putih atau kumpulan berwarna putih kehijauan yang terlihat seperti kapas.  

Jenis jamur di debu ini bisa menyebarkan spora ke udara dan memicu timbulnya reaksi alergi. Tetapi ada juga jenis jamur yang tidak terlihat sehingga sulit untuk dibersihkan.

Jamur yang tidak terlihat dan spora-spora yang berterbangan merupakan salah satu pemicu alergi debu yang paling umum setelah tungau debu. Jamur biasanya tumbuh di daerah yang lembap seperti kamar mandi dan dapur.

4. Serbuk sari

Serbuk sari terdapat pada pohon, rumput, bunga, atau jenis tumbuhan lain. Serbuk sari ini dapat memicu gejala alergi. Reaksi alergi debu seseorang berbeda-beda terhadap berbagai macam jenis serbuk sari. 

Ada yang hanya alergi terhadap serbuk sari yang terdapat pada rumput, ada juga yang alergi pada serbuk sari dari jenis pohon tertentu. Serbuk sari dapat terbawa angin dan bercampur dengan debu sehingga mudah terhirup oleh mereka yang menderita alergi.

5. Bulu hewan

Debu juga bisa mengangkut serpihan bulu hewan yang akan memicu reaksi alergi pada tubuh.  Alergi ini biasanya disebabkan oleh protein yang ditemukan dalam bulu, sel-sel kulit binatang, air liur atau urin yang terbawa debu di rumah Anda. 

Hewan peliharaan yang paling sering dikaitkan sebagai pemicu alergi biasanya adalah kucing dan anjing.

Faktor risiko

Faktor apa yang meningkatkan saya memiliki alergi debu?

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan Anda mudah terkena alergi debu. Berikut adalah hal yang harus Anda perhatikan:

  • Keluarga Anda memiliki riwayat alergi debu, asma, atau alergi jenis lainnya. 
  • Usia anak-anak berisiko mengalami alergi
  • Anda juga punya asma atau alergi jenis lainnya. 
  • Jarang terpapar debu sejak kecil
  • Sistem kekebalan tubuh Anda lemah

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis alergi debu?

Untuk mengetahui apakah benar Anda memiliki alergi atau tidak, dokter awalnya akan melakukan beberapa hal berikut:

  • Dokter akan menanyakan terperinci tentang tanda dan gejala
  • Dokter akan menanyakan tentang riwayat keluarga, apakah ada yang punya alergi juga atau tidak pertanyaan terperinci tentang tanda dan gejala
  • Lakukan pemeriksaan fisik
  • Apakah Anda menyimpan catatan harian tentang gejala dan pemicu alergi atau tidak

Jika Anda dicurigai memiliki alergi debu,  dokter Anda kemungkinan akan melakukan beberapa tes berikut ini untuk memastikan diagnosis:

1. Tes kulit

Pada tes kulit ini, dokter atau perawat akan meneteskan ekstrak alergen debu ke kulit Anda, Setelahnya, kulit Anda kan ditusuk pakai jarum.  Dokter selanjutnya akan mengamati gejala yang muncul. Apabila ada bentol atau terasa gatal, kemungkinan Anda mengalami alergi. 

Tidak hanya tes tusuk jarum. Anda juga akan diberikan tes lain berupa tes patch. Di mana kulit akan diberikan sedikit ekstrak alergen lalu ditempel dengan tempelan khusus. Selama dua hari bagian yang diuji alergen dengan patch ini tidak boleh berkeringat atau kena air. Dokter akan memeriksa kondisi kulit 2 hari kemudian dan akan menentukan diagnosis. 

2. Tes darah

Untuk mendiagnosis alergi, dokter kemungkinan juga akan melakukan tes darah. Pada tes ini, nantinya darah Anda akan diambil dan dibawa ke laboratorium untuk mengukur jumlah antibodi imunoglobulin E penyebab alergi.

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati alergi debu?

1. Antihistamin

Antihistamin adalah obat pertama yang akan diresepkan dokter untuk perawatan alergi. Obat ini bekerja dengan memblokir histamin, zat kimia yang dilepaskan tubuh. Zat ini memicu reaksi alergi gatal, bengkak, dan juga sesak napas. 

Antihistamin ada yang bentuknya tablet, pil, cairan, tetes mata, dan semprot hidung. Jenis serta dosis obat antihistamin akan ditentukan dokter berdasarkan kondisi gejala alergi. 

Ini karena beberapa jenis obat antihistamin dapat menyebabkan mengantuk dan kelelahan, anda juga disarankan untuk tidak mengoperasikan mesin atau menyetir sehabis minum obat alergi ini.   Antihistamin yang biasa diresepkan berupa diphenhydramine atau chlorpheniramine

2. Dekongestan

Dekongestan bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah yang membengkak di hidung karena reaksi alergi. Obat ini efeknya dapat membantu meringankan hidung tersumbat serta hidung yang berair.  

Dekongestan juga fungsinya bukan mengobati seluruh gejala alergi, ya. Obat ini hanya membantu meredakan 1 sampai 2 gejala saja, salah satunya hidung tersumbat. Dekongestan ini juga dapat menyebabkan efek samping seperti insomnia, sakit kepala, peningkatan tekanan darah, dan bikin perasaan jadi mudah marah. 

3. Steroid

Kortikosteroid atau steroid adalah obat yang dapat meredakan gejala dengan menekan peradangan terkait alergi debu. Steroid dapat mencegah dan mengobati hidung tersumbat, bersin, dan gatal, pilek karena alergi debu. Bentuk obat ini ada yang pil, semprotan, dan juga obat yang dioles ke kulit.

Obat ini harus diberikan dosis dan cara pakainya dengan persetujuan dokter. Pasalnya, obat ini dapat menyebabkan. Efek samping termasuk perubahan warna kulit (steroid oles) dan iritasi. Sedangkan obat kortikosteroid oral dapat  menyebabkan gangguan kadar hormon normal.

4. Imunoterapi

Imunoterapi bukanlah obat paten yang dapat menyembuhkan alergi debu. Perawatan ini tujuannya untuk membuat tubuh Anda lebih bisa mentoleransi debu yang menyebabkan alergi. Imunoterapi dapat digunakan ketika perawatan lain dari alergi tidak berhasil. 

Ada imunoterapi suntik yang dilakukan dengan menyuntikan sejumlah kecil ekstrak alergen ke tubuh. Semakin lama melakukan perawatan ini, semakin besar jumlah alergen yang disuntikkan.  Suntik imunoterapi dapat dilakukan satu atau dua kali seminggu dalam jangka waktu tiga hingga enam bulan awalnya. 

Imunoterapi SLIT juga dapat dilakukan untuk meredakan reaksi alergi. Imunoterapi ini dilakukan dengan cara meletakkan tablet berbasis alergen di bawah lidah Anda (sublingual). Kemudian tubuh Anda akan menyerap alergen tersebut. Dosis yang diberikan di awal akan sangat sedikit, dan bertambah banyak seiring dengan kemampuan tubuh dapat mentoleransi alergen. 

5. Suntik epinefrin

Epinefrin adalah suntikan yang akan diberikan pada orang yang punya riwayat alergi parah. Obat ini harus segera disuntikan apabila ada gejala pingsan, tekanan darah rendah, dan juga sesak napas pada penderita alergi yang parah. 

Pencegahan di rumah

Bagaimana cara mencegah alergi debu kambuh?

Pada dasarnya, Anda tidak bisa menghilangkan debu sepenuhnya dari rumah Anda. Penyedot debu atau vacuum cleaner dirasa kurang cukup untuk  menghilangkan debu berisi tungau, spora, dan bahkan kotoran lainnya.

Debu masih bisa tetap ada walaupun Anda sudah membersihkan rumah atau menutupi kasur, bantal, dan furnitur berlapis kain dengan kain anti debu.

Namun, Anda dapat mengambil beberapa tindakan untuk meminimalkan paparan alergen dengan menjaga rumah Anda sebebas mungkin dari debu.

  • Rutin mencuci seprai, selimut, sarung bantal, gorden, taplak, dan perabot kain lainnya seminggu sekali menggunakan air panas(suhu 48º Celsius).
  • Jangan lupa untuk mengganti karpet, gorden, atau taplak perabot rumah tangga setiap 2 minggu.
  • Jangan lupa bersihkan permukaan yang keras seperti meja, perabot pajangan seperti souvenir, vas, dengan kain atau lap basah. Fungsi untuk menghapus debu yang terbang menempel terbawa udara.
  • Gunakan filter HEPA untuk menyaring tungau, debu, dan alergen lainnya di rumah Anda.Tidak lupa juga untuk mengganti filter setiap tiga bulan sekali untuk memastikan fungsi alatnya bekerja dengan baik. Selalu cuci pakaian sehabis bepergian
  • Hindari menggunakan karpet berbulu.
  • Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur, dan sebaiknya letakkan kandang di luar rumah.
  • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan di dalam ruangan.
Share now :

Direview tanggal: Oktober 22, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 2, 2019

Yang juga perlu Anda baca