Penyakit Akalasia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu akalasia?

Akalasia adalah gangguan pada kerongkongan, yang merupakan penghubung antara mulut dan perut. Kondisi ini membuat makanan dan minuman sulit untuk bergerak dari mulut ke perut. Ketika Anda menderita akalasia, otot katup antara kerongkongan dan perut tidak terbuka setelah makanan ditelan.

Hal ini menyebabkan makanan dan minuman tidak dapat masuk ke dalam kerongkongan. Gagalnya katup terbuka biasanya disebabkan karena gangguan sistem saraf.  

Seberapa umum akalasia?

Akalasia adalah penyakit langka yang dapat menjangkit pria dan wanita. Penyakit ini dapat menyerang pada segala umur tapi umumnya menyerang orang-orang yang lebih tua.

Akalasia dapat dikontrol dengan mengurangi faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari Akalasia?

Gejala utama dari akalasia adalah sulit menelan atau sakit pada dada ketika menelan. Anda dapat juga mengalami hilangnya berat badan karena kesulitan makan yang disebabkan rasa sakit saat menelan.

Gejala lain dari penyakit akalasia adalah:

Untuk beberapa kasus, Anda dapat memuntahkan kembali makanan Anda. Terdapat beberapa gejala atau tanda lain yang mungkin tidak tertulis di atas. Jika Anda gelisah terhadap suatu gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya saya ke dokter?

Jika Anda memiliki salah satu tanda atau gejala yang disebutkan di atas atau jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. Tubuh setiap orang bereaksi berbeda-beda. Selalu baik untuk berdiskusi dengan dokter Anda mengenai hal terbaik bagi kondisi Anda.

Penyebab

Apa yang menyebabkan akalasia?

Walaupun penyebab pastinya belum diketahui, akalasia adalah hasil dari kerusakan saraf pada kerongkongan. Terdapat lingkaran otot pada suatu titik di mana kerongkongan dan perut bertemu, yang disebut katup atau sphincter kerongkongan bawah.

Biasanya, pada keadaan normal otot ini mengendur ketika Anda menelan. Orang-orang yang menderita akalasia tidak mengendurkan otot ini. Selain itu, aktivitas gerakan otot yang berupa meremas-remas makanan hingga masuk ke dalam perut (gerakan peristaltik) juga berkurang.

Beberapa kondisi kesehatan yang juga bisa menyebabkan penyakit akalasia adalah:

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk akalasia?

Karena penyebab dari kerusakan saraf tidak diketahui, faktor-faktor risikonya tidak terlalu teridentifikasi. Beberapa faktor di antaranya:

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang disediakan bukan sebagai pengganti saran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan Anda untuk akalasia?

Sampai saat ini diketahui bahwa penyakit akalasia adalah penyakit yang belum ditemukan obatnya. Akan tetapi tetap ada pengobatan khusus yang ditujukan untuk membantu meringankan gejala dan mencegah komplikasi.

Jika Anda menderita akalasia, Anda sebaiknya mengurangi tekanan pada sphincter kerongkongan bawah. Hal ini dilakukan dengan memperbesar sphincter dengan alat khusus atau balon. Bahkan setelah pembesaran, kerongkongan tidak akan bergerak normal. Pembesaran mungkin dilakukan kembali jika gejala kambuh. Hal ini dilakukan oleh dokter Anda.

Obat-obatan seperti nitrat kerja-panjang atau penghambat saluran kalsium dapat menurunkan tekanan pada sphincter. Obat-obat ini biasanya diberikan oleh dokter Anda dan dikonsumsi ketika pembesaran tidak dapat dilakukan.

Dokter dapat menganjurkan menyuntikkan Botox (Botulinum toxin) pada sphincter untuk membesarkan kerongkongan.

Jika pasien tidak segera ditangani, komplikasi dapat terjadi. Hal-hal ini berupa munculnya lubang-lubang kecil pada kerongkongan, memuntahkan kembali asam makanan dari perut ke kerongkongan, dan pneumonia aspirasi. Beberapa orang juga dapat kemudian mengidap kanker kerongkongan.

Apa saja tes paling umum untuk akalasia?

Untuk diagnosis, dokter dapat menetapkan X-ray dengan menelan barium (sebelum x-ray, Anda akan meminum cairan yang disebut barium putih atau barium reflektif untuk kemudian dilihat dengan menggunakan X-ray). X-ray akan menunjukkan bagian sempit pada kerongkongan dan lebar esofagus Anda. Proses ini juga dikenal dengan X-ray saluran pencernaan atas.

Dokter juga menggunakan metode pengukuran untuk menentukan tekanan di kerongkongan dengan atau tanpa aktivitas menelan dan meningkatkan tekanan pada sphincter kerongkongan bawah untuk Anda.

Kolonoskopi (menggunakan pipa kecil dengan cahaya di ujungnya bersamaan dengan kamera pada puncak pipa) dapat memeriksa sphincter menyempit atau tidak.

Untuk mengecek tanda-tanda tumor, dokter dapat meminta melakukan biopsi, sampel jaringan yang diambil untuk diperiksa dengan mikroskop.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu mengontrol akalasia?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah di bawah dapat membantu Anda mengatasi akalasia:

  • Makan dan kunyah secara perlahan.
  • Jadwalkan pemeriksaan kembali untuk memantau. perkembangan dari gejala dan kesehatan Anda.
  • Mendengarkan arahan dokter, tidak hanya obat-obatan yang diberikan untuk Anda.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami sulit menelan dalam waktu yang lama, sakit ketika menelan atau gejala residu setelah pengobatan.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda muntah darah atau mengalami gejala baru.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Menjaga Mulut Tetap Segar Saat Puasa di Bulan Ramadan

Kondisi mulut saat puasa mungkin terasa kurang segar. Untuk menghindari hal ini, berikut tips yang dapat Anda lakukan agar mulut tetap segar saat puasa!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
mulut segar saat puasa
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Senang Makan Jengkol Saat Puasa? Ini 5 Tips Supaya Mulut Tetap Segar

Sebenarnya sah-sah saja untuk makan jengkol atau petai saat sedang puasa. Namun, pastikan Anda tahu tips menjaga agar aroma mulut tetap segar.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 5 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24 April 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Penyakit yang Mengintai Kesehatan Tubuh Jika Anda Malas Sikat Gigi

Bukan cuma gigi berlubang saja. Nyatanya ada banyak penyakit yang bisa muncul akibat malas gosok gigi, lho! Yuk cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 14 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sakit gigi

Berbagai Cara Mengobati Sakit Gigi yang Terbukti Ampuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
Frekuensi sikat gigi saat puasa dan pemilihan pasta gigi yang tepat dapat menjaga kesegaran mulut dan meminimalisasi bau mulut saat puasa

Agar Mulut Tak Bau, Haruskah Sikat Gigi Lebih Sering Selama Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit