Barium Enema

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu barium enema?

Prosedur barium enema melibatkan penuangan cairan barium sulfat, yang akan terdeteksi saat rontgen, ke dalam usus besar Anda. Cairan in kemudian akan memenuhi rongga usus besar dan dapat menunjukkan apa tepatnya masalah yang Anda keluhkan pada sistem pencernaan Anda.

Kapan saya perlu menjalani barium enema?

Dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan prosedur barium enema jika ia mencurigai adanya tanda dan gejala dari suatu kondisi, seperti:

  • nyeri abdominal
  • perdarahan pada anus
  • perubahan kinerja usus besar
  • penurunan berat badan tanpa alasan
  • diare kronis
  • konstipasi yang menetap

Rontgen barium enema akan mendeteksi kondisi:

  • pertumbuhan jaringan abnormal (polip)
  • peradangan usus besar

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum melakukan barium enema?

Rontgen barium enema berpeluang menimbulkan sejumlah risiko. Sangat jarang, komplikasi dari uji barium enema akan termasuk:

  • peradangan jaringan yang mengelilingi usus besar
  • gangguan pada saluran pencernaan
  • sobekan di dinding usus besar
  • reaksi alergi terhadap barium enema
  • prosedur ini umumnya tidak akan dilakukan selama masa kehamilan karena sinar radiasi rontgen akan membahayakan janin

Adakah alternatif lain untuk barium enema?

Kolonoskopi adalah prosedur untuk memeriksa isi usus besar Anda menggunakan teleskop lentur. Kolonoskopi virtual (disebut juga computerized tomography colonography) menggunakan bantuan rontgen untuk mencetak gambar 2D dan 3D dari usus besar dan anus Anda.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum barium enema?

Sebelum menjalani tes barium enema, Anda akan diinstruksikan untuk mengosongkan usus besar Anda. Residu yang tertinggal dalam usus akan mengaburkan hasil pemindaian atau dianggap sebagai abnormalitas.

Untuk mengosongkan usus besar Anda, petugas medis akan memina Anda untuk:

  • mengikuti pola makan khusus pada hari sebelum prosedur dilakukan. Anda akan diminta untuk berpuasa makan dan minum hanya cairan bening—seperti air mineral, teh, kopi tanpa susu dan krimmer, kuah kaldu, dan minuman soda polos
  • berpuasa setelah tengah malam. Biasanya Anda akan diminta untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman apapun mulai dari tengah malam sebelum hari prosedur
  • mengonsumsi obat pencahar pada malam sebelum hari prosedur. Obat pencahar, cair atau tablet, akan membantu mengosongkan isi perut Anda
  • menggunakan instrumen enema. Pada beberapa kasus, Anda mungkin perlu untuk menggunakan instrumen enema yang dijual bebas—baik malam hari sebelum hari-H atau beberapa jam sebelum prosedur—yang menyediakan larutan pembersih untuk menyapu sisa residu dalam usus besar

Tanyakan pada dokter Anda mengenai obat-obatan Anda setidaknya seminggu sebelum Anda menjalankan tes barium. Diskusikan pula dengan dokter Anda  mengenai obat-obatan yang rutin Anda konsumsi. Ia mungkin akan meminta Anda menghentikan pengobatan beberapa hari atau jam sebelum tes.

Bagaimana proses barium enema?

Prosedur barium enema berlangsung sekitar 30 menit.

Teknisi radiologis akan memasukkan selang ke dalam anus Anda dan mengalirkan cairan barium sulfat ke dalam usus besar.

Kemudian, ia akan memulai rontgen dan meminta Anda untuk mengubah posisi setiap kali pemindaian gambar. Saat pemindaian dirasa cukup, teknisi Anda akan mengeluarkan selangnya.

Apa yang harus saya lakukan setelah barium enema?

Anda akan diawasi untuk sementara sampai tim dokter menilai Anda sudah dapat pulang ke rumah dan kembali ke rutinitas normal secepatnya.

Hasil rontgen akan diterima oleh dokter Anda bebrrapa hari setelah prosedur dan Anda akan dijadwalkan untuk mendiskusikan hasil tersebut.

Olahraga rutin akan meningkatkan kualitas hidup Anda. Sebelum memulai, mintalah saran dari tim dokter Anda seputar olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Komplikasi

Komplikasi ?

Komplikasi berikut ini dapat terjadi setelah Anda melakukan tes barium enema:

  • rasa tidak nyaman dan kram
  • perdarahan
  • paparan radiasi
  • terdapat lubang pada usus besar Anda
  • emboli barium atau udara
  • penglihatan mengabur
  • reaksi alergi

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit