home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Hal yang Wajib Dilakukan Agar Darah Tak Menggumpal Setelah Operasi

3 Hal yang Wajib Dilakukan Agar Darah Tak Menggumpal Setelah Operasi

Setelah operasi, biasanya tubuh berisiko tinggi terkena penggumpalan darah. Padahal darah menggumpal yang terjadi adalah kondisi yang cukup membahayakan, khususnya pascaoperasi. Mengapa hal ini terjadi dan bagaimana mengatasinya?

Penyebab darah menggumpal setelah operasi

rawat inap

Usai menjalani operasi, seseorang biasanya lebih rentan mengalami penggumpalan darah dibandingkan hari-hari lainnya.

Hal ini disebabkan saat operasi, terlebih pada prosedur yang memakan waktu hingga belasan jam, tubuh tidak bergerak aktif. Akibatnya, darah menjadi lebih mudah beku

Deep vein thrombosis adalah jenis penggumpalan darah yang paling sering menyerang. Kondisi ini biasanya muncul di pembuluh vena seperti pada kaki, lengan, atau panggul.

Apalagi setelah operasi, seseorang cenderung beristirahat di kasur dalam waktu lama. Entah karena belum sadarkan diri, sangat sakit untuk bergerak, atau tidak bisa berjalan.

Hal ini semakin meningkatkan risiko darah menggumpal selepas operasi.

Operasi yang mengharuskan pemotongan arteri atau vena juga menyebabkan risiko penggumpalan darah setelahnya. Ini karena tubuh bekerja keras untuk menghentikan perdarahan dengan membentuk gumpalan.

Tak hanya, itu dilansir dari Verywell Health, perokok, orang dengan riwayat penggumpalan darah, obesitas, kehamilan, kanker, dehidrasi, dan genetik juga kerap menjadi pemicunya.

Gejala darah menggumpal setelah operasi

bahaya penggumpalan darah

Biasanya orang yang mengalami penggumpalan darah akan mengalami berbagai gejala yang berbeda. Gejala yang muncul biasanya bergantung lokasi yang terkena, berikut rinciannya:

Jantung

Jika setelah operasi terdapat darah menggumpal di jantung, gejala utama yang akan muncul adalah dada yang terasa nyeri. Selain itu, Anda juga akan merasakan mati rasa pada lengan, sesak napas, berkeringat, mual, dan pusing.

Otak

Saat darah menggumpal di otak, seseorang akan mengalami berbagai gejala lemah otot pada bagian tubuh tertentu seperti wajah, lengan, atau kaki.

Selain itu, seseorang juga akan mengalami kesulitan bicara, masalah penglihatan, sakit kepala mendadak, dan pusing.

Lengan atau kaki

Jika gumpalan darah terjadi di lengan atau kaki, Anda akan mengalami nyeri pada tungkai. Selain itu, kondisi ini juga biasanya menimbulkan pembengkakan, nyeri saat ditekan, dan sensasi hangat pada tungkai.

Paru-paru

Saat penggumpalan darah terjadi di paru-paru, Anda akan mengalami berbagai kondisi seperti jantung yang berdetak kencang, napas cepat, atau bahkan pendek-pendek.

Selain itu, Anda juga akan mengalami demam, batuk berdarah, dan berkeringat.

Mencegah darah menggumpal setelah operasi

cara berhenti merokok

Untuk mencegah darah menggumpal setelah operasi, berikut hal-hal yang bisa dilakukan:

1. Berhenti merokok

Kebiasaan merokok bisa membuat risiko penggumpalan darah semakin besar. Oleh karena itu, Anda biasanya diminta untuk berhenti merokok.

Pasalnya, merokok bisa merusak lapisan pembuluh darah yang bisa menyebabkan gumpalan darah terbentuk dengan mudah.

2. Aktif bergerak

Mencegah darah menggumpal setelah operasi bisa dilakukan dengan cara aktif bergerak. Bergerak membuat otot terus memompa darah ke jantung agar tidak menggumpal di satu titik.

Oleh sebab itu, jangan malas untuk bergerak dan bangun dari kasur begitu diperbolehkan untuk kesehatan jangka panjang Anda.

3. Minum obat pengecer darah

Obat pengencer darah seperti warfarin (Coumadin) atau heparin biasanya akan diresepkan untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah setelah operasi.

Selain itu, obat-obatan ini juga diresepkan untuk membantu mengatasi penggumpalan darah yang sudah muncul agar tidak semakin besar dan meluas.

Cara lain di luar obat, dokter biasanya merekomendasikan Anda untuk mengangkat lengan atau kaki untuk membantu meningkatkan sirkulasi. Stoking kompresi juga biasanya dianjurkan untuk mencegah pembengkakan pada kaki.

Namun, jika Anda berisiko tinggi mengalami penggumpalan darah, dokter akan terus memantau Anda dengan pemindaian ultrasound serial duplex.

Selain itu, obat pelarut gumpalan darah, trombolitik, juga akan diberikan jika Anda berisiko untuk terkena embolisme paru atau deep vein thrombosis (DVT). Nantinya, obat-obatan ini akan disuntikkan ke aliran darah Anda.

Apa pun yang dokter sarankan pascaoperasi, jangan pernah mengabaikannya dan cobalah lakukan demi kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Blood Clots After Surgery: Tips for Prevention

https://www.healthline.com/health/how-to-prevent-blood-clots-after-surgery accessed on March 5th 2019

Blood Clots After Surgery

https://www.webmd.com/dvt/blood-clots-after-surgery#1 accessed on March 5th 2019

Blood Clots After and During Surgery

https://www.verywellhealth.com/blood-clots-during-and-after-surgery-3156814 accessed on March 5th 2019

Understand Your Risk for Excessive Blood Clotting

https://www.heart.org/en/health-topics/venous-thromboembolism/understand-your-risk-for-excessive-blood-clotting accessed on March 5th 2019

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 12/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x