Siapa yang Berisiko Terkena Anemia?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anemia adalah kondisi umum yang dapat terjadi pada semua usia, ras, dan kelompok etnis. Baik pria maupun wanita bisa mengalami anemia. Namun, wanita usia subur berada pada risiko yang lebih tinggi untuk kondisi ini karena kehilangan darah dari menstruasi.

Anemia dapat terjadi selama kehamilan karena rendahnya kadar asam besi dan folat dan perubahan dalam darah. Selama 6 bulan pertama kehamilan, bagian cairan darah wanita (plasma) meningkat lebih cepat dari jumlah sel darah merah. Hal ini menyebabkan darah mengencer dan dapat menyebabkan anemia.

Selama tahun pertama kehidupan, beberapa bayi berisiko terkena anemia karena kekurangan zat besi. Risiko pada bayi termasuk karena mereka yang lahir terlalu dini dan bayi yang diberi makan ASI saja atau susu formula yang tidak diperkaya dengan zat besi. Bayi-bayi ini dapat mengalami kekurangan zat besi pada usia 6 bulan.

Bayi antara 1 dan 2 tahun juga berisiko anemia. Mereka mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi dalam makanan mereka, terutama jika mereka minum banyak susu sapi. Susu sapi rendah kandungan zat besi nya diperlukan untuk pertumbuhan.

Minum susu sapi terlalu banyak dapat membuat bayi atau balita tidak menerima cukup makan makanan yang kaya zat besi atau menyerap cukup zat besi dari makanan.

Orang dewasa yang lebih tua juga berada pada peningkatan risiko anemia. Para peneliti terus mempelajari kondisi yang bagaimana yang mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua. Banyak dari orang-orang ini memiliki kondisi medis lainnya juga.

Faktor risiko utama yang menyebabkan anemia

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko Anda untuk anemia meliputi:

  • Diet yang rendah zat besi, vitamin, atau mineral
  • Kehilangan darah dari operasi atau cedera
  • Penyakit jangka panjang atau serius, ¬†seperti penyakit ginjal, kanker, diabetes, rheumatoid arthritis, HIV / AIDS, penyakit radang usus (termasuk penyakit Crohn), penyakit hati, gagal jantung, dan penyakit tiroid
  • Infeksi jangka panjang
  • Sebuah riwayat keluarga anemia yang diwariskan, seperti anemia sel sabit atau talasemia

Bagaimana mencegah anemia?

Anda mungkin dapat mencegah kambuhnya beberapa jenis anemia, terutama yang disebabkan oleh kekurangan zat besi atau vitamin. Perubahan diet atau suplemen dapat mencegah jenis anemia terjadi lagi.

Mengobati penyebab yang mendasari anemia ini dapat mencegah kondisi (atau mencegah terulangnya anemia). Misalnya, jika obat yang menyebabkan anemia, dokter mungkin meresepkan jenis obat lain.

Untuk mencegah anemia tidak semakin buruk, beritahu dokter Anda tentang semua tanda-tanda dan gejala. Bicarakan dengan dokter Anda tentang tes yang mungkin Anda perlukan dan ikuti rencana pengobatan Anda.

Anda tidak dapat mencegah beberapa jenis anemia yang diwariskan, seperti anemia sel sabit. Jika Anda memiliki anemia yang diwariskan, bicarakan dengan dokter Anda tentang pengobatan dan perawatan berkelanjutan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

    Penderita anemia G6PD perlu menghindari beberapa pantangan. Pasalnya, sel-sel darah merah yang kekurangan G6PD sangat rentan mengalami kerusakan.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

    Puasa dapat memperparah gejala yang kerap dialami penderita anemia. Jika demikian, perlukah penderita anemia minum suplemen zat besi saat puasa?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hari Raya, Ramadan 6 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Salah satu upaya pencegahan anemia yang umum adalah konsumsi zat besi. Namun, tak hanya itu, ada vitamin dan cara lain yang juga dapat mencegah anemia.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Anemia, Health Centers 26 Februari 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    hemodialisis

    Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit
    anemia rash

    Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit