Periode Perkembangan

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 40 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Perkembangan Janin

Bagaimana perkembangan janin di minggu 40 kehamilan?

Memasuki minggu 40 kehamilan, perkembangan berat janin sudah mencapai 3,5 kilogram dengan panjang badan 50,8 cm.

Di dalam rahim, janin akan banyak mengalami perubahan bentuk terutama pada kepalanya. Kepala janin kemungkinan akan tertutupi vernix casiosa dan darah. Selain itu, kulit janin juga mungkin akan mengalami perubahan warna dan banyak ruam.

Secara umum, sistem hormon tubuh bayi juga sudah mulai bekerja dengan baik.

Bentuk alat kelamin bayi (skrotum bagi bayi laki-laki dan labia bagi bayi perempuan) mungkin akan tampak lebih besar ketika dilihat lewat USG.

Janin di minggu ini umumnya sudah siap untuk lahir ke dunia. Akan tetapi, tidak perlu khawatir bila Anda belum juga menunjukkan tanda-tanda melahirkan di minggu ke-40.

Pasalnya, hanya ada 5% wanita yang melahirkan sesuai dengan estimasi HPL (hari perkiraan lahir) yang telah ditentukan. Selebihnya, ibu hamil bisa melahirkan lewat atau kurang dari waktu perkiraan lahirnya.

Perubahan Pada Tubuh

Bagaimana perubahan pada tubuh saya?

Seiring perkembangan janin yang sudah berusia 40 minggu, kehamilan ibu akan dihiasi beberapa gejala berikut:

Sulit tidur

Sulit tidur masih akan menghiasi malam-malam ibu di usia kehamilan 40 minggu ini.

Jika ibu hamil tidak bisa tidur nyenyak, coba lakukan aktivitas yang membuat tenang seperti membaca buku atau mendengarkan musik klasik. Bisa juga ngemil makanan sehat seperti buah.

Ibu hamil pun bisa berolahraga ringan seperti jalan-jalan santai di siang hari agar malam hari tubuh terasa lelah dan mudah tidur.

Apa yang perlu saya perhatikan?

Persiapan persalinan

Pada minggu 40 kehamilan, ibu sudah bisa bersiap-siap untuk melahirkan. Umumnya dokter kandungan juga akan menganjurkan Anda mengikuti beberapa kelas persiapan melahirkan.

Penting juga untuk mengetahui seperti apa proses berlangsungnya persalinan. Tahap pertama ditandai dengan proses penipisan dan pelebaran serviks dengan menekan rahim. Hal ini berlangsung pada jarak waktu tertentu secara teratur.

Tahap kedua yaitu ketika ibu harus mengejan untuk mendorong bayi keluar dari tubuh melalui vagina. Tahap ketiga dan keempat adalah ketika Anda mengeluarkan plasenta.

Jika Anda tidak juga melahirkan dalam satu minggu setelah HPL, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk mengikuti tes. Tes ini tujuannya untuk memonitor detak jantung dan pergerakan janin.

Fungsi tes monitor janin lainnya adalah untuk untuk memastikan bayi tersebut menerima oksigen yang cukup dan sistem sarafnya dapat merespon dengan baik. Bicarakan dengan dokter kandungan Anda untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai tes ini.

Jika masih belum ada tanda akan melahirkan atau adanya kondisi darurat yang menyebabkan bayi harus segera lahir, dokter mungkin akan menginduksi dengan cara merobek membran atau memberikan hormon oksitosin dan obat-obatan lain.

Jika kehamilan berisiko tinggi atau berpotensi komplikasi, Anda mungkin butuh operasi caesar.

Melahirkan lewat operasi caesar

Beberapa wanita sudah tahu sejak lama bahwa mereka akan melahirkan lewat operasi caesar sehingga bisa merencanakan kelahiran bayi dari jauh-jauh hari.

Jika Anda termasuk salah satunya,Anda mungkin bisa mempersiapkan emosi dan mental untuk menyambut hari-H.

Perlu diketahui, bahwa melahirkan caesar dan normal itu sama saja. Tidak ada yang berbeda sama sekali. Anda tetaplah seorang ibu yang akan memiliki nilai perjuangan untuk melahirkan anak dalam cara melahirkan apapun.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Apa yang harus saya diskusikan dengan dokter?

Untuk memeriksa perkembangan janin yang masuk ke usia 40 minggu, Anda bisa berkonsultasi tentang masalah kehamilan atau persalinan.

Tanyakan pada dokter apakah Anda butuh obat induksi untuk merangsang kontraksi. Ini mengingat kehamilan Anda yang kemungkinan sudah melewati hari perkiraan lahir.

Tes apa yang perlu saya ketahui?

Semakin dekat atau sudah melewati hari perkiraan lahir, dokter kandungan mungkin akan memeriksa panggul Anda secara rutin untuk memastikan posisi janin di dalam rahim.

Tes tersebut dapat membantu dokter untuk mengetahui posisi bayi Anda saat persalinan nanti, Misalnya ap kepala lebih dulu, kaki lebih dulu, atau bokong lebih dulu yang keluar saat melahirkan nanti.

Kebanyakan bayi berada pada posisi kepala lebih dulu pada masa akhir kehamilan. Pada posisi tersebut kepala bayi terletak pas pada seluk panggung Anda.

Selama tes panggul, dokter juga akan memeriksa leher rahim (serviks) Anda sudah mulai terbuka, melembut, atau menipis. Informasi ini akan ditunjukkan melalui angka dan persentase yang dijelaskan lebih lanjut oleh dokter.

Kesehatan dan Keselamatan

Apa saja yang perlu saya ketahui untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama hamil?

Memasuki perkembangan janin di minggu 40 kehamilan, Anda umumnya sudah diperbolehkan bepergian dengan pesawat terbang. Namun, sebaiknya didiskusikan dulu rencana perjalanan Anda dengan dokter kandungan.

Pada kasus kehamilan berisiko tinggi, dokter mungkin akan meminta Anda untuk tidak jauh-jauh dari rumah sampai waktunya melahirkan.

Anda sebaiknya menunda rencana perjalanan jauh jika punya kondisi berikut:

  • Anda hamil kembar
  • Anda memiliki diabetes atau tekanan darah tinggi atau preeklampsia
  • Anda memiliki kelainan plasenta atau perdarahan vagina
  • Anda sedang dalam pengamatan untuk risiko kelahiran prematur
  • Anda memiliki riwayat penyumbatan darah (termasuk sebelum hamil)

Sebaiknya juga hindari terbang di bulan terakhir kehamilan, saat Anda kemungkinan akan melahirkan.

Jadi usai minggu 40, bagaimana perkembangan janin di masa kehamilan selanjutnya?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca