Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 36 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/03/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Janin

Bagaimana perkembangan janin 36 minggu kehamilan?

Memasuki usia 36 minggu kehamilan, ukuran janin Anda kira-kira sudah sebesar kol. Dilansir dari laman Baby Center, panjang badan dari kepala hingga kaki kurang lebih 47 cm dan berat janin sekitar 2,7 kilogram.

Saat dilihat lewat USG, umumnya tubuh janin di usia 36 minggu kehamilan akan terlihat lebih gemuk dari beberapa minggu sebelumnya.

Pipi si kecil sudah mulai berisi dan otot mengisap pada mulutnya juga sudah kuat. Perubahan ini memberikan efek pada bentuk wajah janin.

Bentuk kepala yang mempermudah bayi lahir

Tulang yang membentuk batok kepala janin di trimester ketiga kehamilan ini umumnya sudah dapat bergerak dan saling tumpang tindih saat kepalanya berada di dalam panggul. Fenomena ini disebut molding yang mempermudah bayi untuk lahir secara normal.

Jangan khawatir jika di perkembangan janin 36 minggu kehamilan, bayi lahir dengan kepala agak runcing atau berbentuk aneh.

Kids Health menjelaskan, setelah beberapa jam atau hari, kepala bayi Anda akan kembali ke bentuk bulat.

Perubahan pada Tubuh

Bagaimana perubahan pada tubuh saya di perkembangan janin 36 minggu kehamilan?

Seiring dengan pertumbuhan janin, tubuh ibu juga akan mengalami beberapa perubahan, yaitu:

1. Rahim yang membesar

Di usia 36 minggu kehamilan, ukuran bayi semakin besar. Semakin besar ukuran bayi, semakin terdesak pula organ dalam perut Anda.

Hal ini membuat makan besar atau makan dengan porsi normal biasa akan jadi lebih sulit. Maka, ibu hamil disarankan makan dengan porsi yang lebih sedikit tapi lebih sering.

Di sisi lain, rasa nyeri ulu hati yang Anda alami kemungkinan akan berkurang dan Anda bisa lebih mudah bernapas.

Hal ini terutama ketika posisi kepala janin sedang berada di panggul. Proses beralihnya posisi kepala janin ini disebut lightening dan umumnya terjadi pada beberapa minggu sebelum persalinan.

2. Posisi bayi bisa berubah

Dalam perkembangan janin 36 minggu kehamilan, posisi perpindahan kepala bayi kemungkinan bisa terjadi jika ini adalah kali pertama Anda melahirkan.

Jika Anda sudah pernah melahirkan sebelumnya, kemungkinan hal ini tidak akan terjadi sebelum persalinan dimulai.

Jika posisi bayi turun, Anda mungkin akan merasakan adanya peningkatan tekanan pada perut bagian bawah yang akan membuat berjalan kaki rasanya semakin tidak nyaman.

Pada saat ini terjadi, Anda akan lebih sering ingin buang air kecil.

Saat posisi bayi Anda semakin bawah, Anda akan merasakan tekanan pada vagina dan mengakibatkan rasa tidak nyaman.

Sebagian wanita mengatakan rasanya seperti membawa bola bowling di antara kedua kakinya.

3. Kontraksi palsu

Di masa perkembangan janin usia 36 minggu kehamilan, ibu pastinya mengalami yang namanya kontraksi palsu.

Anda mungkin akan menyadari bahwa kontraksi palsu akan lebih sering terjadi. Pastikan untuk selalu melaporkan tanda-tanda mau melahirkan dengan dokter kandungan Anda.

Umumnya, tanda-tanda ini muncul jika Anda sudah mencapai usia 36 minggu kehamilan dan tidak ada komplikasi pada kehamilan.

Dokter akan menyarankan untuk menunggu sampai tiap kontraksi berlangsung selama satu menit. Kontraksi melahirkan juga harus terjadi dengan jeda setiap lima menit selama satu jam.

Bila mengalami hal tersebut di minggu ke-36 sebelum melahirkan, Anda harus segera pergi ke rumah sakit.

Ibu hamil juga harus segera memberitahu dokter jika menyadari ada penurunan aktivitas pada janin dalam kandungan.

Kondisi air ketuban bocor sebelum waktunya, perdarahan pada vagina, demam, dan sakit kepala yang parah, bisa menandakan adanya masalah pada perkembangan janin 36 minggu kehamilan Anda.

Apa yang perlu saya perhatikan di usia 36 minggu kehamilan?

Seiring dengan perkembangan janin 36 minggu kehamilan, kebanyakan ibu hamil akan berhenti mengalami kenaikan berat badan.

Pada masa ini berat badan Anda bisa tidak bertambah ataupun berkurang. Jangan khawatir, berat badan janin normalnya akan tetap sama.

Malah, berat badan yang tetap sama bisa menjadi tanda bahwa tubuh Anda sudah siap untuk proses persalinan.

Hadirnya air ketuban dan melonggarnya usus untuk mempersiapkan persalinan memang dapat mengurangi berat badan ibu hamil.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Apa yang harus saya diskusikan dengan dokter di usia 36 minggu kehamilan?

Saat memeriksa perkembangan janin yang masuk 36 minggu kehamilan, ibu wajib melaporkan segala jenis gejala yang dirasakan kepada dokter.

Nantinya, dokter akan memberi tahu cara menanganinya dan apa saja tanda mau melahirkan agar Anda dapat bersalin tepat waktu.

Tanda-tanda persalinan mungkin terjadi secara tidak teratur, jika Anda ragu apakah ini tanda persalinan sungguhan atau bukan, silakan hubungi dokter.

Biasanya dokter kandungan akan memberikan jawaban dengan mendengarkan pertanyaan Anda melalui telepon.

Tes apa yang perlu saya ketahui pada 36 minggu kehamilan?

Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk memantau perkembangan janin 36 minggu kehamilan.

Tes yang dilakukan juga akan jauh lebih menarik. Biasanya dokter akan memperkirakan ukuran bayi Anda dan bahkan memprediksikan waktu kelahirannya.

Dokter mungkin juga akan memberikan Anda tes yang berbeda berdasarkan kebutuhan Anda dan dokter, di antaranya:

  • Mengukur berat badan (berat badan akan berhenti atau menurun saat ini).
  • Memeriksa tekanan darah (mungkin lebih tinggi dari trimester kedua).
  • Tes urine untuk memeriksa kadar gula dan protein.
  • Memeriksa varises pada kaki dan pembengkakan di tangan serta kaki.
  • Memeriksa ukuran rahim dengan menguji bagian dalam untuk mengetahui seberapa tipis dan siapkah rahim untuk meregang.
  • Mengukur ketinggian fundus (puncak rahim).
  • Tes detak jantung bagi janin.
  • Memprediksi ukuran janin, posisi janin (kepala menghadap ke bawah atau ke atas), atau arah persalinan melalui sentuhan.

Saat Anda konsultasi ke dokter untuk mengetahui perkembangan janin 36 minggu kehamilan, siapkan daftar pertanyaan yang Anda ingin tanyakan terutama yang berhubungan dengan persalinan.

Tanyakan juga gejala-gejala kontraksi yang Anda rasakan, termasuk tanda-tanda abnormal lainnya.

Kesehatan dan Keselamatan

Apa saja yang perlu saya ketahui untuk menjaga kesehatan dan keselamatan perkembangan janin 36 minggu kehamilan?

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui untuk menjaga kesehatan dan keselamatan perkembangan janin:

1. Akupunktur

Akupuntur umumnya aman dan tidak membahayakan perkembangan janin. Akupunktur diduga efektif untuk mengatasi stress, morning sickness, nyeri pinggul dan punggung, posisi bayi sungsang, serta depresi ringan hingga sedang.

Akupunktur bukanlah pengganti dari perawatan medis prenatal. Sebaliknya, akupuntur menawarkan perawatan tambahan yang memiliki banyak manfaat.

Akupunktur biasanya tidak memiliki efek samping yang parah. Namun Anda harus tetap konsultasi pada dokter kandungan sebelum melakukan akupunktur saat hamil.

2. Berhubungan seksual

Berhubungan seks tidak akan membahayakan perkembangan janin 36 minggu kehamilan.

Meski begitu, Anda dan pasangan harus tetap memahami aturan berhubungan intim saat hamil. Sebaiknya hindari bercinta apabila Anda memiliki kondisi berikut:

  • Anda didiagnosis memiliki plasenta previa (plasenta terletak rendah). Pada kasus ini, penis yang menyentuh serviks dapat merusak ari-ari dan menyebabkan perdarahan pada janin.
  • Anda mengalami perdarahan pada vagina.
  • Saat cairan ketuban sudah pecah, karena bayi Anda tidak lagi dapat terlindungi dari infeksi.
  • Anda pernah bersalin prematur.
  • Anda memiliki serviks atau rahim yang lemah.

Kira-kira, bagaimana perkembangan janin di minggu berikutnya?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Masturbasi Saat Hamil

    Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
    cek kehamilan dengan test pack

    Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit