5 Fungsi Plasenta yang Menakjubkan Bagi Hidup Janin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Fungsi plasenta adalah sebagai tempat kehidupan bagi si buah hati Anda. Itu sebabnya, selama kehamilan plasenta atau biasa disebut dengan ari-ari ini memegang peranan yang cukup penting.

Kebanyakan orang menyebut plasenta sebagai ‘saudara’ si jabang bayi selama di dalam kandungan karena plasentalah yang menjaga dan melindungi bayi di dalam kandungan. Pada dasarnya, fungsi plasenta lebih banyak untuk menjadi sistem pendukung bagi kelangsungan hidup janin di dalam rahim ibu.

Fungsi plasenta yang menakjubkan bagi hidup janin

Simak sejumlah fungsi plasenta yang menakjubkan berikut ini:

1. Plasenta sebagai kelenjar yang menghasilkan hormon

Selama masa kehamilan, plasenta berfungsi sebagai kelenjar untuk melepaskan semua hormon penting yang diperlukan untuk membantu pertumbuhan bayi dan persiapan menyusui. Beberapa hormon yang dilepaskan oleh plasenta, yaitu: Human Chorionic Gonadotropin (hCG), progesteron, estrogen, dan human lactogen plasenta. Hormon-hormon tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aliran darah, merangsang pertumbuhan rahim dan jaringan payudara, memperkuat lapisan rahim, dan mempercepat metabolisme tubuh ibu.

2. Plasenta memberikan nutrisi untuk janin

Saat makan, tubuh Anda memecah makanan dan protein agar masuk ke aliran darah. Nah selama kehamilan nutrisi yang dibawa melalui aliran darah ibu akan dialirkan ke plasenta. Melalui tali pusar yang terhubung ke bayi, asupan nutrisi ini akan ditransfer langsung ke janin.

Hal inilah yang kemudian menjadi makanan si jabang bayi selama kehamilan yang mendukung pertumbuhan dan perkembanganya. Itu sebabnya, sangat penting bagi ibu untuk memperhatikan asupan nutrisi dan gizi selama kehamilan.

3. Plasenta melindungi bayi dari infeksi

Sebelum melahirkan, bayi mendapat antibodi melalui plasenta. Antibodi membantu memberikan perlindungan sistem kekebalan tubuh untuk awal kehidupan bayi. Pada beberapa situasi, plasenta dapat membantu melindungi janin dari infeksi saat berada di dalam rahim. Jika ibu memiliki infeksi bakteri, plasenta membantu melindungi bayi dari infeksi bakteri tersebut. Namun dalam beberapa kasus infeksi virus yang serius, plasenta mungkin tidak bisa memberikan perlindungan yang efektif.

4. Plasenta menyaring zat berbahaya

Fungsi plasenta yang lainnya pada bayi bertindak seperti ginjal, yaitu menyaring darah untuk menghilangkan zat-zat berbahaya dan zat buangan yang tidak di perlukan. Contohnya karbon dioksida, yang kemudian diteruskan ke aliran darah ibu untuk kemudian dibuang oleh sistem dalam tubuh ibu.

5. Plasenta bertindak sebagai paru-paru

Plasenta berfungsi menyediakan 100 persen kebutuhan oksigen bayi. Sama seperti tubuh Anda yang menyediakan oksigen ke semua organ dan jaringan melaui aliran darah, tubuh Anda juga akan mengirimkan oksigen ke bayi melalui plasenta. Plasenta mentransfer oksigen yang diperlukan bayi ke tali pusar bayi untuk dialirkan ke aliran darah bayi. Jadi saat Anda bernapas, Anda juga bernapas untuk si kecil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit