Periode Perkembangan

Kapan Kecacatan Pada Janin Mulai Bisa Terdeteksi Lewat USG?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Setiap calon orangtua tentunya ingin memiliki anak yang sehat dan terlahir sempurna. Itulah sebabnya ibu hamil harus rutin memeriksakan kehamilannya. Maka, ketika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan pada kandungan, baik itu kecacatan atau kelainan janin bisa segera terdeteksi dan dilakukan tindakan tertentu.

Kelainan janin dapat diketahui lewat pemeriksaan USG. Idealnya, pemeriksaan USG dilakukan sebanyak tiga kali selama masa kehamilan. Dari tiga kali USG, kapan sebenarnya Anda mulai bisa mendeteksi adanya kelainan janin lewat USG? Simak ulasannya berikut ini.

Jenis kelainan janin yang bisa terdeteksi lewat USG

Sayangnya, tidak semua jenis masalah pada bayi bisa dideteksi dengan pemeriksaan USG. Pasalnya, hasil USG pun tidak 100 persen akurat sehingga hasil normal pada USG tidak selalu menjamin bahwa bayi Anda tidak akan memiliki cacat lahir atau kromosom yang tidak normal. Sebab, ada pula kecacatan yang baru terlihat saat bayi sudah lahir.

Namun, bukan berarti Anda menjadi merasa tidak perlu untuk melakukan USG. Pemeriksaan USG tetaplah penting dilakukan sebagai antisipasi adanya kelainan pada janin Anda. Berikut adalah beberapa cacat lahir yang dapat dideteksi dengan USG:

Spina bifida

Apa itu spina bifida? Ini adalah kondisi kelainan pada janin yang terjadi ketika tulang belakang dan saraf tulang belakang tidak terbentuk sempurna. Kelainan ini termasuk salah satu jenis dari cacat tabung saraf dan biasanya terjadi ketika janin berusia muda, yaitu 3-4 minggu.

Anenchephaly

Anencephaly merupakan salah satu kelainan janin atau cacat lahir yang serius. Kondisi ini salah satu dari jenis cacat tabung saraf yang menyebabkan bayi terlahir tanpa sebagian otak dan tulang tengkorak. 

Anencephaly terjadi ketika bagian atas tabung saraf gagal menutup dengan sempurna. Kemudian otak dan sumsum tulang belakang bayi yang sedang masa pertumbuhan, terpapar cairan ketuban dan membuat jaringan sistem saraf hancur.

Hidrosefalus

Kondisi ini ditandai dengan ukuran kepala bayi yang membesar secara tidak normal, disebabkan penumpukan cairan di dalam rongga ventrikel otak. Kasus hidrosefalus di Indonesia cukup banyak, sekitar empat banding 1000 kelahiran.

Sementara itu menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, sekitar dua dari 1000 bayi mengalami kelainan pada janin jenis ini.

Kaki bengkok (club foot)

Club foot atau kaki bengkok adalah kondisi kaki memutar di pergelangan kaki ke arah dalam dan membuat kedua telapak kaki berhadapan. Mengutip dari Mayo Clinic, kondisi kaki bengkok atau club foot ini tidak menyebabkan masalah serius sampai bayi belajar berdiri dan jalan.

Namun, ada beberapa kesulitan yang mungkin akan dihadapi, seperti pergerakan bayi, ukuran sepatu, dan otot kaki yang berbeda dengan bagian lain.

Bibir sumbing

Bibir sumbing atau celah pada bibir merupakan salah satu kelainan janin dengan kondisi bibir bagian atas tidak menyatu. Celah yang serupa juga bisa terjadi di langit-langit mulut dan bisa terjadi bersamaan dengan bibir sumbing.

Bibir sumbing terjadi pada awal pembentukan janin yang disebabkan genetik atau karena lingkungan selama kehamilan.

Down syndrome

Kelainan janin yang perlu diwaspadai berikutnya adalah down syndrome. Kondisi ini terjadi ketika janin memiliki kelebihan kromosom. Normalnya, manusia memiliki 46 kromosom di setiap sel, 23 dari ibu dan 23 dari ayah. Sementara itu kondisi down syndrome memiliki 47 kromosom di setiap selnya.

Kapan kelainan janin bisa mulai terlihat pada pemeriksaan USG?

Saat dilakukan pemeriksaan USG, dokter akan melakukan pengukuran untuk memastikan bayi tumbuh normal. Jika salah satu pengukurannya tidak normal, maka hal itu dapat menandakan adanya cacat lahir.

USG biasanya dilakukan sebanyak tiga kali selama masa kehamilan, terutama pada usia kehamilan 18 sampai 20 minggu. Sebab di usia inilah saat terbaik untuk memeriksakan perkembangan fisik bayi.

Namun, USG ini juga bisa dilakukan lebih awal sejak usia janin enam minggu sampai delapan minggu. Berikut adalah manfaat dari USG yang dilakukan sebanyak tiga kali pada masa kehamilan:

Pemeriksaan kelainan janin di trimester pertama (11-13 minggu)

Skrining yang dilakukan pada trimester pertama dilakukan antara minggu 11 sampai 13 minggu usia kehamilan. Tes ini dilakukan untuk mencari kelainan janin tertentu yang terkait dengan jantung bayi atau gangguan kromosom, seperti down syndrome.

Beberapa tes yang dilakukan yaitu:

Pemeriksaan darah ibu hamil

Pemeriksaan ini salah satu tes sederhana untuk mengukur tingkat dua protein, human chorionic gonadotropin (hCG) dan protein plasma (PAPP-A). Kalau kadar proteinnya terlalu tinggi atau rendah secara tidak normal, ada kemungkinan terjadi kelainan kromosom pada janin.

Pemeriksaan USG

Pemeriksaan dengan memakai ultrasonografi atau USG bertujuan untuk melihat apakah ada cairan berlebihan di belakang leher bayi. Bila dalam pemeriksaan USG terdapat peningkatan cairan di leher, kemungkinan terjadi kelainan kromosom atau jantung pada janin.

Selain yang sudah disebutkan di atas, beberapa hal yang dilihat dalam tes yaitu:

  • Melihat perkembangan kehamilan
  • Mendeteksi apakah Anda hamil dengan lebih dari satu janin
  • Memperkirakan usia kehamilan
  • Memeriksa cacat lahir yang memengaruhi otak dan saraf tulang belakang

Jadi, kelainan janin atau cacat lahir bisa dideteksi sejak awal pemeriksaan USG pada trimester pertama.

Pemeriksaan kelainan janin di trimester kedua (15-20 minggu)

Skrining di trimester kedua biasanya dilakukan pada usia kehamilan 15 sampai 20 minggu. Pada tes ini, dokter akan mencari apakah ada kelainan atau cacat lahir tertentu pada janin. Beberapa tes yang dilakukan yaitu:

Ekocardiogram

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk mengevaluasi jantung janin apakah ada kelainan jantung sebelum kelahiran. Ekokardiogram dapat memberikan gambaran lebih rinci tentang jantung janin dibanding kehamilan biasanya, sehingga bisa dilihat ada kelainan atau tidak.

USG Anomali

Tes ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan 18 sampai 20 minggu kehamilan. USG ini dipakai untuk memeriksa ukuran bayi, mencari cacat lahir, dan masalah lain pada janin.

Tes di atas juga akan memeriksa kondisi:

  • Memperkirakan usia kehamilan
  • Melihat ukuran dan posisi janin, plasenta, dan cairan ketuban
  • Memeriksa posisi janin, tali pusar, dan plasenta sebelum melakukan prosedur amniocentesis atau pengambilan sampel darah tali pusar

Berbagai tes di atas untuk melihat kondisi janin sehat atau memiliki kelainan.

Pemeriksaan kelainan janin di trimester ketiga (> 21 minggu)

  • Memastikan bahwa janin masih hidup dan bergerak normal.
  • Melihat ukuran dan posisi janin, plasenta, serta cairan ketuban.

Lantas, apa yang harus dilakukan bila ditemukan adanya kelainan pada bayi?

Bila Anda menemukan adanya kelainan yang terdeteksi lewat USG, sebaiknya Anda segera mendiskusikannya dengan dokter mengenai pilihan terbaik yang harus dilakukan. Pilihan ini tentunya tergantung pada jenis kelainan yang terdeteksi.

Untuk beberapa jenis kelainan bisa diatasi oleh dokter, salah satunya adalah kondisi spina bifida saat bayi masih di dalam kandungan.

UT Southwestern Medical Center menyebutkan, memperbaiki kondisi spina bifida sebelum bayi lahir dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada melakukan operasi setelah bayi lahir. Beberapa obstruksi kandung kemih juga bisa diobati saat bayi masih di dalam rahim.

Sayangnya, tidak semua cacat lahir bisa diobati sebelum bayi lahir. Oleh karena itulah, Anda perlu mendiskusikannya pada dokter untuk mendapatkan pilihan terbaik pada masalah yang ditemukan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 30, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 14, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca