Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hamil memang bukan perkara yang mudah. Saat hamil terkadang ibu sangat khawatir terhadap segala sesuatu. Perubahan hormon pada ibu hamil pun terkadang mengganggu dan menimbulkan masalah. Misalnya, ibu susah makan karena mual sehingga menjadi khawatir apakah asupan ibu sudah cukup untuk janinnya, ibu sulit tidur sehingga memicu stres, atau ibu terlalu khawatir terhadap persalinan, dan sebagainya.

Stres saat hamil adalah normal. Tetapi jika ibu hamil sering mengalami kondisi tersebut sampai mengganggu aktivitasnya, dampak stres bisa memengaruhi janin. Bayi dalam kandungan mampu merasakan apa yang ibu alami karena ibu mentransfer apa yang dirasakannya ke janin melalui zat-zat atau hormon yang dihasilkan tubuh ibu.

Dampak stres saat hamil mempengaruhi janin

Saat stres, tubuh memproduksi kortisol dan hormon stres lainnya. Jika Anda dapat menangani stres, respon tubuh terhadap stres akan menurun dan tubuh akan kembali ke keadaan semula. Tetapi stres dapat berbahaya jika Anda terus mengalaminya.

Tekanan emosi yang berlangsung terus menerus dapat mengubah sistem manajemen stres tubuh, menyebabkan tubuh bereaksi berlebihan dan memicu respon inflamasi (peradangan). Inflamasi berhubungan dengan menurunnya kesehatan kehamilan dan masalah perkembangan janin dalam rahim ibu.

Penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Clinical Endocrinology menunjukkan bahwa stres yang dirasakan ibu hamil berdampak pada janinnya. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Vivette Glover dari Imperial College London dan Dr. Pampa Sarkar dari Wexham Park hospital, Berkshire ini mengambil sampel darah dari 267 ibu hamil dan cairan ketuban di sekitar janin dalam rahim.

Penelitian tersebut menemukan bahwa saat usia kehamilan 17 minggu atau lebih, kadar kortisol yang lebih tinggi pada darah ibu saat ibu stres berhubungan positif dengan kadar kortisol yang juga tinggi dalam cairan ketuban yang mengelilingi janin. Penelitian juga menemukan bahwa kaitan stres yang dialami ibu terhadap kondisi janin menjadi lebih kuat dengan meningkatkan usia kehamilan.

Kortisol (hormon stres yang diproduksi tubuh ketika kita cemas) baik untuk jangka pendek karena membantu tubuh untuk menangani stres. Namun untuk stres jangka panjang, kortisol dapat menyebabkan kelelahan, depresi, dan membuat ibu rentan terhadap penyakit. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengungkap bagaimana mekanisme stres ibu bisa memengaruhi janin, baik selama bayi dalam kandungan sampai masa anak-anak. Namun, berdasarkan penelitian ini telah diketahui bahwa tingkat stres yang tinggi selama kehamilan berdampak pada janin karena hormon stres ditransfer ibu ke janin melalui plasenta.

Stres pada ibu hamil berdampak pada kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah

Seperti dilansir dari webmd, Ann Borders, dokter kandungan di Evanston Hospital, NorthShore University HealthSystem mengatakan bahwa terdapat beberapa data yang menunjukkan bahwa stres kronis yang tidak dapat ditangani oleh ibu hamil berhubungan dengan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) dan lahir prematur.

Penelitian oleh Wadhwa, et al. (1993) menunjukkan bahwa ibu yang mengalami tingkat stres psikologis tinggi selama hamil berhubungan dengan berat lahir bayi yang lebih rendah dan ibu lebih mungkin untuk melahirkan prematur (sebelum usia kandungan 37 minggu). Wadhwa juga mengatakan bahwa beberapa perubahan biologis terjadi ketika ibu stres, termasuk peningkatan hormon stres, dan meningkatkan kemungkinan infeksi intrauterin. Janin akan merespon rangsangan stres dari ibu dan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi.

Bagaimana cara menangani stres saat hamil?

Normal bagi ibu hamil untuk mengalami stres. Namun, ibu hamil harus bisa mengontrol stres, bukan merasa bersalah dengan stres yang justru membuatnya semakin parah. Setiap orang mempunyai cara berbeda untuk menangani stresnya, sehingga penting untuk mengenali diri sendiri. Dalam menangani stres, Anda dapat memulai dengan mengakui apa yang membuat Anda stres, kemudian mencari tahu cara terbaik untuk menangani stres tersebut.

Terkadang berbicara dengan ibu hamil lain dapat membantu Anda mengurangi stres karena Anda menceritakan masalah dan bertukar pikiran dengan ibu-ibu hamil lain sehingga Anda tidak terlalu khawatir dengan masalah Anda.

Cara lain adalah dengan menuliskan masalah Anda. Menulis semua yang ada dalam pikiran Anda dapat membuat Anda mempunyai ide untuk memecahkan masalah. Anda juga bisa melakukan yoga atau olahraga lainnya yang membuat Anda merasa tenang dan rileks. Paling penting adalah menemukan suatu pekerjaan untuk yang membuat Anda senang.

Selain itu, dukungan dari keluarga, teman, dan orang sekeliling Anda sangat dibutuhkan untuk membuat Anda bahagia dan memastikan kesehatan Anda. Hindari pertengkaran sekecil apapun dengan orang sekeliling Anda agar tidak menambah beban pikiran Anda. Usahakan untuk selalu berpikir positif karena dapat membuat hati Anda senang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

    Metode kangguru terbukti manjur memulihkan kondisi bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah. Bagaimana cara melakukannya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Bayi, Bayi Prematur, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    3 Pengganti Nasi yang Lebih Sehat untuk Ibu Hamil

    Meskipun nasi boleh dimakan saat hamil, namun ada alternatif makanan pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat yang jauh lebih sehat untuk ibu hamil.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Nutrisi, Hidup Sehat 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
    Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara pijat bayi

    Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    manfaat menangis

    3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    ibu hamil makan daging kambing

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit