Periode Perkembangan

Retensio Plasenta, Saat Plasenta Tak Mau Keluar dari Rahim Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Plasenta atau ari-ari secara alami akan keluar dari tubuh Anda setelah melahirkan. Rahim akan tetap berkontraksi setelah melahirkan untuk mengeluarkan plasenta. Namun, terkadang plasenta tidak lepas dengan sendirinya dari rahim atau ada hal-hal yang menyebabkan plasenta sulit keluar dari tubuh Anda. Nah, hal inilah yang disebut dengan retensio plasenta. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak ulasan berikut ini.

Apa itu retensio plasenta?

Normalnya, secara alami tubuh Anda akan mendorong plasenta keluar setelah bayi lahir. Hal ini disebut dengan tahap kehamilan ketiga. Setelah bayi lahir, rahim Anda akan berkontraksi, sehingga membuat membran plasenta yang menempel pada rahim akan terlepas dan akhirnya plasenta keluar dari rahim Anda.

Namun, jika seluruh atau sebagian plasenta masih berada di dalam rahim lebih dari 30 menit setelah Anda melahirkan, maka ini disebut dengan retensio plasenta. Berdasarkan The National Institute for Health and Care Excellence (NICE), dikatakan terjadi retensio plasenta jika plasenta tak kunjung keluar selama lebih dari 30 menit dengan cara yang dirangsang, atau jika lebih dari satu jam dengan cara alami. Retensio plasenta yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi dan perdarahan berat.

Apa saja jenis dari retensio plasenta?

Retensio plasenta terdiri dari beberapa jenis yang masing-masing terjadi karena penyebab yang berbeda, yaitu:

Plasenta adheren

Jenis ini merupakan jenis yang paling umum dari retensio plasenta. Plasenta adheren terjadi ketika rahim gagal untuk menghasilkan cukup kontraksi untuk mengeluarkan plasenta. Walaupun rahim sudah berkontraksi, tetapi seluruh atau sebagian plasenta tetap saja masih melekat pada dinding rahim.

Plasenta terjebak

Plasenta terjebak terjadi ketika plasenta terlepas dari dinding rahim, tetapi tidak bisa keluar dari dalam tubuh. Biasanya plasenta terjebak terjadi ketika leher rahim (serviks) mulai menutup setelah melahirkan bayi dan sebelum plasenta sempat keluar.

Plasenta akreta

Plasenta akreta terjadi ketika plasenta menempel terlalu dalam pada lapisan otot dinding rahim, bukan pada dinding rahim. Hal ini dapat membuat proses pengeluaran plasenta jauh lebih sulit. Selain itu, juga dapat menyebabkan kesulitan saat proses kelahiran dan dapat menyebabkan perdarahan hebat.

Siapa saja yang berisiko mengalami retensio plasenta?

Siapa saja bisa mengalami retensio plasenta. Faktor-faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko dari retensio plasenta, yaitu:

Bagaimana jika saya mengalami retensio plasenta?

Pengeluaran plasenta segera setelah melahirkan adalah langkah yang penting karena dapat menghentikan perdarahan yang terjadi saat melahirkan dan juga dapat membuat rahim menutup dengan benar. Jika plasenta tidak segera keluar dari rahim, maka pembuluh darah di mana plasenta masih menempel masih akan terus mengeluarkan darah. Hal ini kemudian bisa menyebabkan perdarahan. Perlu diketahui bahwa pengeluaran plasenta yang memakan waktu lebih lama dari 30 menit dapat meningkatkan risiko perdarahan berat dan bisa jadi menyebabkan kematian ibu.

Retensio plasenta terjadi jika plasenta sulit keluar dari tubuh Anda. Penanganan retensio plasenta diperlukan jika waktu Anda mengeluarkan plasenta terlalu lama atau jika masih ada sebagian plasenta yang terjebak di dalam tubuh Anda.

Jika Anda memilih mengeluarkan plasenta dengan cara alami, pengeluaran plasenta mungkin bisa berjalan dalam waktu yang lebih lama dari satu jam atau Anda bisa mengalami perdarahan berat. Untuk mengurangi risiko ini, biasanya bidan atau dokter akan memberikan suntikan untuk meningkatkan kontraksi uterus agar plasenta keluar lebih cepat. Setelah disuntik, maka bidan atau dokter akan menunggu sampai plasenta keluar. Jika plasenta masih tertahan, mungkin bidan atau dokter akan memberikan suntikan lainnya.

Bidan atau dokter kemudian akan melihat apakah plasenta sudah terlepas seluruhnya atau hanya sebagian saja dari dinding rahim. Jika hanya sebagian saja, maka bidan atau dokter akan menarik plasenta keluar dengan perlahan.

Terkadang, bidan atau dokter perlu menggunakan tangan untuk membersihkan sisa plasenta dari rahim Anda. Kondisi ini mengharuskan Anda untuk menerima anestesi agar bagian tertentu di tubuh Anda mati rasa. Namun, mengeluarkan plasenta dengan tangan dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena infeksi.

Apa saja tanda dari retensio plasenta?

Retensio plasenta mungkin baru Anda sadari setelah beberapa jam selesai melahirkan. Secara tidak sadar, terdapat sebagian kecil membran plasenta yang tersisa di rahim Anda. Sebagian kecil membran plasenta ini akan keluar dengan sendirinya dari tubuh Anda melalui vagina. Anda mungkin akan merasakan kram perut sebelum gumpalan darah ini keluar.

Jika sisa membran plasenta ini tak kunjung keluar setelah beberapa hari, mungkin Anda akan mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Perdarahan berat
  • Kram perut
  • Keputihan berbau tidak sedap
  • Demam
  • Produksi ASI kurang

Jika tanda-tanda ini terjadi pada Anda setelah melahirkan, sebaiknya segera kunjungi bidan atau dokter Anda. Bidan atau dokter akan menanganinya lebih lanjut.

BACA JUGA

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca