home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ambeien Setelah Melahirkan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ambeien Setelah Melahirkan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ambeien bisa muncul selama kehamilan atau setelah melahirkan. Kondisi ini terjadi karena adanya pembengkakan di dubur, kemudian akan membesar ketika proses persalinan berlangsung. Bagaimana cara mengatasi ambeien pascamelahirkan?

Penyebab ambeien setelah melahirkan

penyebab ambeien

Kehamilan membuat perempuan lebih mungkin untuk mengalami ambeien atau wasir.

Berikut berbagai penyebab ambeien setelah melahirkan:

Tekanan pada rahim

Tekanan pada perineum (area di antara lubang vagina dan anus) selama kehamilan atau setelah melahirkan membuat ibu hamil lebih mungkin mengalami wasir.

Saat hamil, rahim terus membesar sehingga memberi tekanan pada vena besar di sisi kanan tubuh yang menerima darah dari kaki.

Tekanan ini kemudian dapat memperlambat kembalinya darah dari bagian bawah tubuh.

Kondisi tersebut meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di bawah rahim dan menyebabkannya menjadi besar hingga menimbulkan ambeien.

Meningkatnya hormon progesteron

Selain itu, peningkatan hormon progesteron selama kehamilan juga menyebabkan dinding pembuluh darah berelaksasi sehingga lebih mudah menjadi bengkak.

Hormon progesteron juga dapat menyebabkan sembelit dengan cara memperlambat pergerakan usus.

Sembelit saat hamil atau setelah melahirkan dapat menyebabkan tekanan pada pembuluh darah, sehingga bisa menjadi atau memperburuk ambeien.

Kemungkinan mengalami ambeien juga semakin besar karena cara mengejan saat melahirkan yang terlalu keras atau kurang tepat.

Bagaimana mengatasi ambeien setelah melahirkan?

makanan penyebab ambeien

Mengutip dari University of Rochester Medical Center, ambeien atau wasir setelah melahirkan biasanya terjadi pada wanita yang melahirkan dengan cara pervaginam atau normal.

Gejalanya adalah nyeri, gatal pada dubur, perdarahan saat buang air besar, atau pembengkakan di sekitar anus.

Namun, tidak perlu khawatir karena ambeien ini bisa sembuh jika diobati. Anda bisa mengatasi ambeien dengan cara di bawah ini:

Berendam air hangat

Untuk mengatasi ambeien setelah melahirkan, Anda bisa berendam air hangat dan fokus pada area dubur.

Lakukan cara ini 2-4 kali dalam sehari. Ini akan membantu ukuran ambeien menyusut.

Anda juga bisa mengompres area yang bengkak dengan kompres es beberapa kali dalam sehari. Es dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman.

Duduk menggunakan alas empuk

Saat Anda duduk, sebaiknya beri alas bantal untuk mengurangi tekanan pada rektum.

Anda bisa memasukkan alas duduk ini di dalam perlengkapan melahirkan karena bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit karena ambeien.

Mengutip dari Mayo Clinic, hindari duduk di kursi langsung, terutama pada permukaan kursi yang keras. Duduk di kursi goyang atau kursi malas mungkin membuat Anda lebih nyaman.

Anda juga perlu menghindari duduk dan berdiri dalam waktu yang lama. Akan lebih baik jika Anda banyak berbaring untuk menghindari tekanan pada rektum.

Perhatikan cara BAB setelah melahirkan

Setiap selesai buang air besar, sebaiknya bersihkan area dubur dengan lembut. Anda juga bisa membersihkannya dengan air hangat.

Jika membersihkan dubur dengan tisu, sebaiknya pilih tisu yang lembut dan tidak mengandung pewangi sehingga tidak menyebabkan iritasi pada kulit.

Meski ambeien setelah melahirkan membuat Anda merasa sakit saat buang air besar, tidak disarankan memakai cara menahan BAB.

Jika sering menunda buang air besar, ini dapat membuat feses menjadi kering dan sulit untuk dikeluarkan.

Hindari posisi BAB setelah melahirkan yang membuat Anda mengejan terlalu keras, seperti jongkok terlalu lama.

Anda bisa menyiasatinya dengan buang air besar (BAB) ketika sudah ada rasa mulas yang mengganggu.

Dengan begitu, Anda tidak perlu jongkok atau duduk terlalu lama di kloset.

Pilih obat ambeien setelah melahirkan

Bicarakan dengan dokter apa saja obat yang dapat gunakan untuk mengatasi ambeien setelah melahirkan, seperti salep oles dan supositoria.

Jangan lupa untuk menanyakan berapa lama sebaiknya obat tersebut digunakan. Biasanya obat ambeien setelah melahirkan yang diberikan tidak boleh digunakan lebih dari satu minggu.

Anda juga bisa menggunakan obat laksatif atau pencahar untuk membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Walaupun banyak obat untuk mengatasi ambeien di pasaran, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan resep yang sesuai dengan kondisi.

Banyak makan makanan berserat

Sembelit menjadi keluhan ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan. Untuk menghindari kondisi tersebut, konsumsilah makanan berserat setiap hari.

Perbanyak konsumsi serat (dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan) serta cairan (8-10 gelas per hari).

Hal ini dapatmembantu mencegah sembelit dan membuat buang air besar lebih lancar, sehingga tidak memperburuk kondisi ambeien.

Lakukan senam kegel

Olahraga secara teratur bisa membantu melancarkan pencernaan. Jenis olahraga yang bisa dilakukan adalah senam kegel untuk meningkatkan sirkulasi darah di daerah dubur.

Senam kegel juga memperkuat otot-otot di sekitar anus sehingga dapat membantu mengurangi ambeien setelah melahirkan.

Jika ambeien tak kunjung membaik dan membuat aktivitas Anda jadi terhambat, segera konsultasikan ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Information, H., Diseases, D., Eating, &., Eating, &., Center, T., & Health, N. (2020). Eating, Diet, & Nutrition for Hemorrhoids | NIDDK. Retrieved 14 December 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/hemorrhoids/eating-diet-nutrition

Hollingshead, J., & Phillips, R. (2015). Haemorrhoids: modern diagnosis and treatment. Postgraduate Medical Journal, 92(1083), 4-8. doi: 10.1136/postgradmedj-2015-133328

Postpartum care: After a vaginal delivery. (2020). Retrieved 14 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/postpartum-care/art-20047233?pg=1

Your body after the birth. (2017). Retrieved 14 December 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/you-after-birth/

Recovering From Delivery (for Parents) – Cook Children’s. (2020). Retrieved 14 December 2020, from https://kidshealth.org/CookChildrens/en/parents/recovering-delivery.html

Understand how to treat pregnancy constipation. (2020). Retrieved 14 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/pregnancy-constipation/faq-20058550

Hemorrhoids – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 14 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemorrhoids/symptoms-causes/syc-20360268\

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal diperbarui 24/01/2021
x