home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cerdas Menghadapi Anak Rewel Saat Ibunya Sedang Hamil Lagi

Cerdas Menghadapi Anak Rewel Saat Ibunya Sedang Hamil Lagi

Reaksi si kecil saat Anda memberitahu bahwa Anda sedang mengandung adiknya akan berbeda-beda. Ini tergantung pada usia dan watak anak. Kemungkinan besar calon kakak tidak akan mengerti sampai melihat sendiri adik bayinya lahir atau saat melihat perut Anda sudah membesar. Bisa juga anak Anda berubah menjadi lebih rewel dari biasanya. Jika hal ini terjadi, bagaimana mengatasinya? Apa yang harus dilakukan jika anak rewel?

Menghadapi anak rewel saat ibunya hamil lagi

Setelah mengetahui bahwa Anda sedang hamil, si kecil mungkin akan bertanya apakah Anda akan tetap sayang dan perhatian padanya. Ini menandakan bahwa si kecil khawatir jika Anda berubah.

Biasanya jika si kecil merasakan adanya perubahan sikap dan perilaku Anda sejak Anda hamil, dia akan menjadi lebih rewel atau terkesan manja. Sebenarnya ini wajar, karena anak-anak cenderung menyukai segala hal yang terstruktur dan bisa ditebak. Perubahan sedikit saja bisa membuatnya merasa uring-uringan dan tidak aman. Lalu apa yang sebaiknya Anda lakukan?

1. Ceritakan bahwa sebentar lagi dia akan memiliki adik

Selama masa kehamilan, sebaiknya Anda mulai mengajari si kecil tentang kelahiran adik bayi. Selama sembilan bulan masa kehamilan, Anda dan pasangan memiliki waktu yang cukup untuk menjelaskan kepada si kecil, tentu saja sesuai dengan pemahamannya.

Anda bisa bercerita bahwa sekarang di perut ibu sedang tumbuh calon adiknya. Atau mungkin Anda perlu untuk menunjukkan dan menceritakan foto kehamilan anak pertama Anda, foto anak pertama Anda ketika masih bayi, atau lainnya untuk membantu anak memahami bahwa bayi dalam kandungan dan bayi baru lahir membutuhkan perhatian khusus.

2. Jika anak rewel hingga menangis, biarkan dulu

Bila si kecil menangis, biarkan dulu dia menangis sampai berhenti dan merasa lega. Setelah itu baru Anda dekati dan ajak melakukan kegiatan yang paling si kecil sukai sehingga rasa kecewa dan sedihnya akan teratasi.

Katakan padanya bahwa Anda tahu dia sedang kecewa dan ingin marah, karena itu menangis keras. Katakan juga Anda mau membantu membuatnya kembali gembira dan semangat. Jangan malah dibentak atau dihukum. Ini akan membuatnya semakin sulit menerima kehadiran adik kecil dalam hidupnya.

3. Luangkan waktu bersama ayah

Kedua orangtua bisa bekerja sama untuk memberikan pengertian pada anak. Si kecil mungkin sudah terbiasa menghabiskan banyak waktu bersama ibunya. Jadi cobalah untuk mengajaknya menghabiskan waktu bersama ayahnhya.

Hal ini akan melatih anak bahwa apa-apa tidak perlu selalu bersama ibunya, bahwa ayahnya juga bisa jadi sosok yang diandalkan. Dengan begitu, ia akan tetap memiliki teman bermain di saat ibunya merasa lelah atau sedang mengalami keluhan kehamilan.

Selain itu, setelah bayi lahir tentu sang ibu membutuhkan waktu sebagai masa pemulihan dan untuk bayi yang baru lahir. Jika si kecil sudah terbiasa dengan ayahnya, ia mungkin tidak akan merasa bahwa perhatian Anda berkurang kepadanya.

4. Jangan hadapi kerewelan anak dengan emosi

Merespon sifat rewel atau cemburu si kecil tidak harus dengan kemarahan. Ini akan memperburuk keadaan anak. Coba pahami sudut pandang si kecil dan berusaha untuk lebih bersabar. Berkata tegas sekali-kali diperlukan, tapi bukan berarti harus marah setiap si kecil berulah.

5. Libatkan si kecil untuk persiapan kelahiran adiknya

Jika si kecil tertarik, Anda bisa melibatkannya untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan adiknya yang akan lahir. Ia mungkin bisa membantu untuk memilihkan baju untuk adiknya, sepatu, kaus kaki, mainan, dan perlengkapan bayi lainnya. Dengan begitu, ia akan merasa terlibat dan menjadi bagian dari orang yang menyambut kelahiran bayi.

Selain itu, adik kecilnya mungkin akan menerima banyak kado dari keluarga dan sahabat-sahabat Anda. Ini bisa membuatnya anak rewel karena cemburu dan merasa diperlakukan tak adil. Karena itu, beri pemahaman bahwa dulu ketika ia lahir, ia juga dapat banyak kado. Sekarang giliran adiknya.

Anda juga bisa memberikan kado-kado kecil nan istimewa bagi anak, sebagai hadiah karena ia sudah bersikap sangat manis dalam persiapan kelahiran adiknya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Preparing your 2-year-old for a new sibling http://www.babycenter.com/0_preparing-your-2-year-old-for-a-new-sibling_3636429.bc?showAll=true diakses 25 januari 2018.

Preparing Your Child for a New Sibling http://kidshealth.org/en/parents/sibling-prep.html# diakses 25 januari 2018.

Regression (Acting Like a Baby) https://www.whattoexpect.com/toddler/behavior/acting-like-baby.aspx diakses 25 januari 2018.

How to Prepare Your Child for a New Sibling http://www.parenting.com/gallery/new-sibling-prep?page=0 diakses 25 januari 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 07/02/2018
x