Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Mengatasi Anak Manja dan Banyak Maunya

5 Cara Mengatasi Anak Manja dan Banyak Maunya

Saat orangtua menyayangi anaknya, terkadang memang ada fase sedikit berlebihan. Ambil contoh, memberikan semua yang anak mau atau membiarkan anak saat melakukan kesalahan. Kalau salah langkah, orangtua bisa membentuk anak menjadi manja berlebihan. Bagaimana kalau sudah telanjur? Berikut cara mengatasi anak manja dan banyak mau.

Cara mengatasi anak manja

Perkembangan emosi anak masih belum stabil, sehingga ia belum bisa mengendalikan rasa kecewa saat keinginannya tidak terpenuhi.

Saat anak kecewa, ia akan merengek, menangis, membuat ulah, dan hal tersebut wajar anak-anak lakukan.

Namun, yang membuat hal tersebut menjadi masalah adalah sikap orangtua dalam menghadapi anaknya yang merengek.

Terkadang orangtua tidak disiplin, tidak konsisten, serta terlalu ‘lembek’ menghadapinya.

Anak dengan sifat manja biasanya akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang ia inginkan.

Ketika ia mendengar kata tidak, anak akan mengamuk, marah, merengek, menendang, dan sebagainya.

Untuk orangtua, berikut cara menghadapi dan mengatasi anak manja.

1. Konsisten

Mengutip dari Health Guidance, salah satu hal yang sering menyebabkan sifat manja muncul adalah orangtua tidak konsisten.

Tidak konsistennya bisa dari kata-kata yang orangtua ucapkan atau aturan yang sudah dibuat sendiri.

Ambil contoh, anak ingin beli mainan dan ibu tidak memberikannya. Kemudian anak mengeluarkan jurus andalannya dengan merengek sampai menangis.

Saat orangtua melihat dan mendengar anak menangis, ada rasa tidak tega, kemudian segera memberikan apa yang mereka mau.

Dari hal tersebut, anak mempelajari bahwa ia akan mendapatkan apa yang dia inginkan jika merengek atau menangis.

Oleh karena itu, bukan tidak mungkin si kecil akan merengek lebih kencang jika permintaan-permintaan selanjutnya tidak ibu dan ayah turuti.

Maka dari itu, orangtua harus konsisten dengan aturan yang sudah dibuat. Kalau sudah mengatakan “tidak” di awal, maka pertahankan kata tidak tersebut hingga akhir.

Walau ada rasa tidak tega melihat anak merengek dan menangis. Hal tersebut adalah salah satu tantangan untuk orangtua apakah dapat konsisten pada aturan.

Bila anak menangis bicara baik-baik dan berikan alasan ibu tidak bisa memenuhi permintaannya sambil memberi pilihan.

Ambil contoh, ibu bisa menjelaskan, “Nanti lagi beli mainannya, ya. Mainan kakak di rumah masih banyak. Kita makan saja, yuk. Kakak mau makan apa?”

Memberi anak pilihan bisa membuatnya lebih baik.

2. Memberikan penjelasan sederhana

Menghadapi anak manja memang tidak mudah, terkadang ada rasa tidak tega saat melihat si kecil menangis dan merengek.

Namun, mengatasi anak manja tidak bisa dengan mengikuti terus keinginannya. Sebaiknya, beri penjelasan sederhana bila anak merengek ingin sesuatu.

Ambil contoh, anak ingin membeli makanan cepat saji padahal sebelumnya sudah makan di rumah. Ibu bisa memberi penjelasan,

“Sebelum berangkat kita sudah makan ayam, kalau makan terus nanti perut adik sakit karena kekenyangan. Nanti tunggu dua jam lagi, ya”

Memberi penjelasan sederhana seperti contoh tersebut membuat anak belajar sebab akibat.

Kalau terlalu banyak makan, berarti sakit perut. Bisa juga terlalu banyak beli mainan, nanti kamarnya penuh.

Hal yang perlu orangtua pahami, anak tetap boleh marah, sedih, dan kecewa jika keinginannya tidak dapat terpenuhi.

Namun, memberikan penjelasan secara gamblang kepada anak, membantunya mengerti tentang keadaan yang terjadi.

3. Libatkan anak dalam berbagai kegiatan sosial

Anak yang selalu mendapatkan apa yang ia inginkan akan memiliki ego tinggi dan keras kepala. Untuk mengatasi anak manja, orangtua bisa melibatkan si kecil dalam kegiatan sosial.

Saat terlibat dalam kegiatan sosial, anak akan belajar untuk berbagi, berkomunikasi, serta mengontrol egonya.

Selain itu, orangtua dapat memberitahu dan menjelaskan tentang kegiatan berbagi dengan teman-teman. Ambil contoh, berbagi mainan dan pakaian layak pakai ke panti asuhan.

“Kalau berbagi sama teman-teman, harus yang bagus ya, jangan rusak. Adik juga pasti ingin dapat barang yang bagus,” ibu bisa menjelaskan dengan santai.

4. Memberikan hukuman

Memberi hukuman sebagai cara menghadapi dan mengatasi anak manja cukup tricky. Salah langkah, bisa membuat anak trauma.

Pemberian hukuman yang tepat pada anak akan membuat ia belajar untuk tidak mengulangi hal buruk kembali.

Sebagai contoh, ibu bisa menyita barang atau mainan kesukaannya ketika anak tidak merapikan kamar atau tempat tidurnya.

Hindari memberi hukuman secara fisik dan suara kencang karena bisa membuat anak trauma.

5. Menunjukkan perilaku baik dan buruk

Anak adalah peniru ulung, sehingga ia bisa melakukan sesuatu karena ada contoh di hadapannya.

Untuk mengatasi anak yang manja, ibu bisa menunjukkan perilaku yang baik dan buruk.

Ambil contoh, ibu sedang pergi dan melihat ada anak lain yang merengek atau mengamuk karena sesuatu hal.

Ibu bisa katakan pada anak bahwa hal tersebut merupakan hal buruk dan bisa mengganggu orang lain.

Menghadapi anak manja memang tidak mudah dan sangat menantang. Orangtua perlu sabar dalam mengajarkan anak untuk mengendalikan perasaan dan keinginannya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Spoiling Children Can Spoil Their Future – FCC. (2014). Retrieved 11 May 2021, from https://www.fcconline.org/spoiling-children-can-spoil-their-future/

Booth, J. (2021). 5 Parenting Tips to Deal with Spoiled Children. Retrieved 11 May 2021, from https://www.aarp.org/home-family/friends-family/info-2016/parenting-tips-spoiled-kids-lr.html

Child, W., NEWSLETTER, E., & INFORMATION, C. (2011). Ways to Handle a Spoiled Child | HealthGuidance.org. Retrieved 11 May 2021, from https://www.healthguidance.org/entry/15750/1/Ways-to-Handle-a-Spoiled-Child.html

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x