4 Cara Bangkit dari Depresi Setelah Kehilangan Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kehilangan merupakan hal yang ditakuti semua orang. Saat kehilangan seseorang yang masih hidup saja, rasanya sudah menyayat hati. Apalagi dengan kehilangan seseorang akibat kematian?  Tak jarang rasa duka tersebut membuat seseorang menjadi depresi dan stres. Terutama ketika Anda harus kehilangan bayi yang baru saja Anda nanti-nantikan.

Rasa bersalah pun menghantui, pikiran yang menyuarakan ‘andai saja’ enggan berhenti. Perasaan sedih, kaget, kecewa, marah, cemas, depresi, dan lemah dirasakan jadi satu. Anda mungkin merasa kehilangan harapan saat ini. Impian yang telah didambakan sejak lama harus dikembalikan lagi. Rasanya dunia memang tidak adil. Bahkan timbul pertanyaan, ‘Kenapa mesti saya?’. Mungkin, saat ini Anda juga sedang mencari jawaban tentang apa yang salah dari diri Anda. Terkadang kita pun mencari-cari alasan untuk disalahkan.

Perasaan sedih itu adalah hal yang wajar. Rasanya memang tidak sanggup ketika duka tersebut terjadi. Duka kehilangan bayi yang Anda nantikan memang akan membuat dada Anda nyeri, seperti ada beban berat. Selain itu, ada rasa menggelitik di dalam perut yang diakibatkan oleh perasaan cemas. Ketika rasa tidak ingin melakukan sesuatu datang, mungkin Anda mengalami depresi. Apa yang harus dilakukan untuk bangkit dari depresi setelah kehilangan bayi?

BACA JUGA: Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Apa saja cara untuk bangkit dari depresi setelah kehilangan bayi?

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk berdamai dengan duka dan luka Anda:

1. Menerima segala perasaan yang muncul

Perasaan Anda mungkin akan berubah-ubah dalam satu hari, bahkan dalam satu jam. Anda mungkin merasa marah dan iri dengan teman yang sukses kehamilannya dan bisa bersama bayinya sampai saat ini. Anda mungkin juga merasa gagal sebagai seorang perempuan untuk membesarkan bayi dengan benar.

Bukan bermaksud menghakimi, namun perasaan tersebut merupakan hal yang wajar dialami oleh orang yang sedang berduka. Banyak orang menyalahkan dirinya dan merasa bersalah dengan hal yang terjadi. Anda tidak boleh merasa sendirian.

Ada waktu saat Anda bisa kembali tertawa, namun duka kehilangan kembali terlintas. Terkadang, terlintas pikiran bahwa Anda tidak berhak untuk merasa bahagia, karena gagal menyelamatkan bayi Anda. Selain belajar menerima perasaan sedih, Anda juga perlu menerima perasaan bahagia.  Jika Anda membatasi diri untuk merasa bahagia, hal tersebut akan mengisolasi diri Anda. Yang diperlukan adalah dukungan untuk bangkit dan terus melanjutkan hidup. Biarkan orang-orang yang tulus membantu Anda melewati duka ini.

2. Berikan waktu  untuk diri sendiri

Ketika Anda memang belum bisa untuk merasa terhibur, jangan paksa diri Anda untuk berhenti bersedih. Duka tersebut mungkin tidak akan pernah hilang, ada beberapa orangtua yang mengalami kilas balik setiap tanggal lahir bayi mereka.

Mungkin Anda akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk kembali pada kehidupan yang normal. Namun, cobalah untuk perlahan-lahan membawa sedikit saja bagian dari diri Anda untuk merasa ‘semua akan baik-baik saja’. Lama-kelamaan perasaan tersebut akan menjadi nyata. Saat Anda sudah siap, Anda bisa mencoba memiliki anak kembali.

BACA JUGA: Berbagai Penyebab Bayi Meninggal Mendadak (Sudden Infant Death Syndrome)

3. Jangan lewatkan kecupan dan pelukan dengan pasangan

Pasangan Anda mungkin berduka dengan cara yang berbeda. Perempuan cenderung menunjukkan perasaannya dan mencoba mencari teman berbicara. Sedangkan laki-laki lebih suka menyimpan perasaannya dan berdamai dengan caranya sendiri. Duka dapat membuat jarak antara Anda dan pasangan.

Rasanya sulit untuk mendukung pasangan, saat Anda sendiri membutuhkan dukungan. Ketika suami tidak menunjukkan dukanya, jangan berasumsi ia tidak peduli dengan bayi Anda. Hal itu hanya akan menambah pikiran Anda. Cara terbaik adalah mencoba berbicara satu sama lain, sehingga kesedihan itu terasa lebih ringan untuk Anda berdua.

Kehilangan bayi mungkin juga akan membawa perubahan pada hubungan Anda berdua. Ada pasangan yang dapat tetap berhubungan seks untuk membuat nyaman satu sama lain, namun ada juga yang merasa kebas dan khawatir akan terjadi kehamilan selanjutnya. Pasangan mungkin sudah menginginkan bayi lagi, tapi Anda belum siap. Jangan langsung berasumsi negatif, yang Anda perlukan adalah berbicara padanya. Tidak peduli seberapa buruk perasaan Anda, cobalah untuk tidak melewatkan ciuman dan pelukan. Kontak fisik dapat membantu tubuh memproduksi hormon cinta. Hormon tersebut baik untuk mengurangi rasa sedih dan stres Anda.

BACA JUGA: 6 Sumber Stres Utama di Dalam Pernikahan

4. Mengikuti komunitas

Anda bisa menemukan orang-orang yang pernah mengalami hal yang Anda alami. Cobalah untuk mencari forum diskusi di internet maupun di dunia nyata, yang berbagi pengalaman yang sama. Mungkin rasanya memang sakit ketika membicarakan kesedihan Anda dengan orang lain. Tapi Anda pasti tidak menyangka dengan apa yang Anda dapatkan, betapa dukungan teman, kerabat, dan orang yang baru Anda temui akan menguatkan hati Anda. Untuk menghindari komentar orang yang tidak tahu permasalahan sesungguhnya, lebih baik bicarakan dengan para pendengar terbaik.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anda Punya Sifat Posesif? Ini Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Memiliki sifat posesif tidak akan pernah menguntungkan, justru ini akan merusak hubungan Anda dengan pasangan atau kerabat. Kenali apa itu posesif di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 18 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rasa kesepian depresi

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit