4 Cara yang Perlu Ibu Lakukan untuk Merawat Tali Pusar Bayi Setelah Lahir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Walaupun kecil, tali pusar membawa manfaat yang sangat banyak untuk bayi. Mengapa? Dengan adanya tali pusar, bayi bisa menerima nutrisi dan oksigen dari ibu, di mana kedua unsur tersebut diperlukan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sebaiknya, kenali lebih jauh tentang pentingnya merawat tali pusar dari ulasan berikut ini.

Apa itu tali pusar?

Tali pusar menghubungkan bayi dengan ibu. Tali pusar ini panjangnya kira-kira 50 cm yang menjulur dari lubang di perut bayi ke plasenta dalam rahim ibu. Tali pusar ini sangat penting bagi kelangsungan hidup bayi dalam kandungan karena tali pusar membawa nutrisi dan oksigen dari plasenta ke aliran darah bayi. Sehingga, tali pusat berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam rahim. Jika ada masalah dengan tali pusar, tentu pasokan nutrisi dan oksigen ke bayi akan terganggu, pada akhirnya dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Selain nutrisi dan oksigen, tali pusar juga sebagai jalan bagi ibu untuk memberikan antibodi pada bayi menjelang akhir kehamilan. Antibodi ini dapat memberikan kekebalan tubuh pada bayi untuk melindunginya dari infeksi selama sekitar 3 bulan pertama kehidupannya.

Tali pusar terdiri dari:

  • Satu pembuluh darah vena umbilikalis, yang membawa darah kaya nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi
  • Dua pembuluh darah arteri yang membawa darah terdeoksigenasi dan produk sisa tubuh bayi (seperti karbon dioksida) kembali dari bayi ke plasenta ibu

Pembuluh darah pada tali pusar ditutupi dan dilindungi oleh zat lengket yang disebut dengan gel Wharton. Gel itu sendiri juga dilindungi oleh lapisan membran amnion. Tali pusar bayi yang cukup panjang dan berbentuk melingkar memberi kebebasan bayi untuk bergerak dalam rahim.

Apa yang terjadi pada tali pusar setelah bayi lahir?

Setelah lahir, pembuluh darah pada tali pusar menutup dengan sendirinya. Pembuluh darah yang menutup pertama kali adalah arteri. Hal ini bertujuan untuk mencegah kehilangan darah dari bayi ke plasenta. Sedangkan vena umbilikalis menutup kemudian, sehingga memungkinkan darah terus dialirkan ke bayi Anda selama beberapa menit pertama kehidupan.

Oleh karena itu, penundaan pemotongan tali pusar setelah lahir selama beberapa menit dapat membawa manfaat untuk bayi. Ya, setelah lahir, tali pusar akan dipotong tetapi tidak sampai habis, meninggalkan 2-3 cm tali pusar pada perut bayi Anda, yang kemudian akan membentuk pusar pada bayi. Pada saat pemotongan tali pusar bayi, bayi tidak akan merasakan sakit karena pada tali pusar tidak terdapat saraf.

Antara 5-15 hari setelah bayi lahir, sisa tali pusar akan mengering, menjadi hitam, dan kemudian akan lepas dengan sendirinya. Setelah tali pusar lepas, membutuhkan waktu sekitar 7-10 hari untuk sembuh sepenuhnya. Sebelum pusar bayi benar-benar sembuh, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kebersihan pusar bayi dan menjaganya selalu agar tetap dalam kondisi kering. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi.

Jika Anda melihat ada cairan yang keluar dari pusar atau perdarahan, sebaiknya segera bawa bayi Anda ke bidan atau dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Bagaimana cara merawat tali pusar setelah bayi lahir?

Untuk mencegah infeksi pada tali pusar, Anda perlu merawat tali pusar selama beberapa minggu sampai pusar pada perut bayi benar-benar mengering. Beberapa hal yang harus Anda lakukan dalam merawat tali pusar bayi adalah:

1. Jaga sisa tali pusar agar tetap bersih

Bersihkan sisa tali pusar dan kulit sekitarnya setidaknya sekali dalam sehari. Anda bisa membersihkannya secara perlahan dengan menggunakan kapas yang sebelumnya sudah dicelupkan dalam air hangat dan sabun ringan. Angkat kotoran yang ada pada sisa tali pusar. Jangan lupa untuk membilasnya dan membuatnya tetap kering.  Bersihkan setiap hari sampai sisa tali pusar benar-benar sembuh.

Jangan membersihkannya dengan alkohol karena alkohol dapat mengiritasi kulit bayi dan mungkin dapat menunda penyembuhan sisa tali pusar.

2. Jaga sisa tali pusar agar tetap kering

Pastikan sisa tali pusar bayi Anda terkena udara sesering mungkin. Hal ini memungkinkan dasar dari sisa tali pusar tetap kering, sehingga bisa mendorong pelepasan sisa tali pusar. Jika bayi Anda memakai popok, usahakan popok tersebut tidak menutupi sisa tali pusar, sehingga memungkinkan tali pusar tetap kering dan juga untuk mencegah iritasi.

3. Mandikan bayi dengan cara dilap, bukan direndam dalam bak mandi

Jangan mandikan bayi Anda dalam bak mandi bayi sampai sisa tali pusar bayi benar-benar terlepas. Mandikan bayi dengan handuk basah dan seka semua bagian tubuh bayi dengan handuk tersebut. Setelah itu, segera keringkan tubuh bayi dengan handuk kering agar kering lebih cepat. Hati-hati dalam menggosokkan handuk ke tubuh bayi karena bisa saja menyebabkan iritasi.

4. Biarkan sisa tali pusar terlepas dengan sendirinya

Mungkin Anda berpikir dengan menarik sisa tali pusar, ini akan membantunya untuk lepas. Namun, sebaiknya jangan, biarkan sisa tali pusar terlepas dengan sendirinya, biasanya dalam 1-2 minggu setelah lahir.

Bagaimana tanda-tanda infeksi pada sisa tali pusar?

Jika bayi Anda mengalami tanda-tanda infeksi seperti di bawah ini, sebaiknya segera bawa bayi Anda ke bidan atau dokter.

  • Bayi akan menangis saat Anda menyentuh sisa tali pusar atau kulit di sekitarnya
  • Kulit di sekitar pangkal sisa tali pusar berwarna kemerahan atau bengkak
  • Berbau busuk atau mengeluarkan nanah kekuningan
  • Sisa tali pusar berdarah terus-menerus

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    ibu hamil makan daging kambing

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit