Stimulasi Puting Susu Bisa Memicu Persalinan, Apa Benar?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Agustus 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Waktu persalinan Anda sudah dekat atau mungkin sudah tiba namun Anda belum mengalami tanda-tanda persalinan? Anda mungkin mulai mencari berbagai cara untuk menginduksi persalinan secara alami. Dengan persetujuan dokter, Anda dapat melakukan beberapa cara untuk membantu tubuh masuk ke tahap bersalin, seperti berguling atau berhubungan intim dengan pasangan. Ada satu teknik yang dapat dikatakan paling efektif: merangsang puting susu.

Mengapa merangsang puting susu dapat memicu terjadinya persalinan?

Membelai atau memainkan puting susu dapat menstimulasi keluarnya oksitosin dari tubuh Anda. Oksitosin merupakan hormon yang berperan dalam mencetuskan persalinan dan membentuk ikatan antara ibu dan anak. Hormon ini juga membuat uterus berkontraksi setelah proses persalinan, membantunya kembali ke ukuran semula seperti sebelum hamil. Memberi rangsangan pada payudara dapat membantu proses persalinan dengan cara memperkuat dan memperpanjang kontraksi.

Dalam sebuah penelitian, 390 wanita hamil yang ingin melahirkan secara acak dimasukkan ke dalam kelompok: stimulasi puting susu, stimulasi rahim, dan kelompok kontrol (tidak diberikan perlakuan khusus). Hasilnya sangat menarik. Para wanita yang diberikan stimulasi puting susu menjalani persalinan dalam durasi yang lebih singkat. Selain itu, tidak ada satu pun wanita yang diberikan stimulasi puting dan rahim yang harus menjalani operasi caesar.

Di sisi lain, banyak wanita dari kelompok kontrol yang membutuhkan tambahan oksitosin untuk menginduksi persalinan, dan sebanyak 8% dari wanita tersebut harus melahirkan dengan metode caesar.

Stimulasi puting susu untuk memicu persalinan ada aturannya

Stimulasi puting susu untuk memicu persalinan pada prinsipnya hanya dianjurkan pada persalinan normal. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Untuk hasil terbaik, Anda harus menirukan isapan bayi pada puting Anda sebaik mungkin. Anda dapat menggunakan jari-jari atau alat pompa payudara untuk menstimulasi payudara Anda. Jika Anda memiliki buah hati yang sedang menyusui, anak dapat memberikan stimulasi yang baik.
  • Tidak hanya puting, Anda juga perlu memijat bagian areola Anda. Areola merupakan bagian lingkaran berwarna lebih gelap yang terdapat di sekitar puting payudara, yang melingkari puting. Gosokkan jari-jari atau telapak tangan Anda secara perlahan pada bagian areola Anda.
  • Hindari stimulasi yang berlebihan dengan cara hanya berfokus pada satu payudara pada satu saat. Batasi stimulasi selama hanya 5 menit, dan tunggu selama 15 menit sebelum melanjutkan stimulasi. Berhentilah sejenak untuk menstimulasi puting saat terjadi kontraksi. Apabila kontraksi terjadi setiap 3 menit atau kurang dan berlangsung selama 1 menit atau lebih, maka Anda dapat menghentikan stimulasi.
  • Selalu konsultasikan terlebih dulu kepada dokter sebelum melakukan stimulasi puting.

Apakah stimulasi puting susus aman untuk dilakukan di rumah?

Sebuah survei penelitian menanyakan 201 wanita mengenai apakah mereka pernah mencoba menginduksi persalinan secara alami di rumah. Kira-kira setengah dari wanita tersebut menjawab bahwa mereka pernah mencoba setidaknya satu jenis metode induksi persalinan alami seperti memakan makanan pedas atau berhubungan seks.

Anda harus selalu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum melakukan induksi apa pun terhadap kehamilan Anda. Hal ini disebabkan karena sebagian besar metode induksi yang dapat dilakukan di rumah biasanya tidak memiliki dasar ilmiah yang jelas.

Jika kehamilan Anda berisiko tinggi, stimulasi puting susu mungkin akan berbahaya bagi Anda. Stimulasi puting susu memang memilki beberapa bukti ilmiah yang kuat, namun metode ini juga dapat menjadi berbahaya pada beberapa wanita dengan riwayat medis tertentu.

Kapan harus ke rumah sakit mendekati waktu persalinan?

Jika Anda sudah siap untuk bersalin, maka Anda akan merasakan bayi Anda berada pada bagian bawah panggul Anda, Anda juga akan mengalami kontraksi yang teratur dan mengalami pelepasan sumbatan mukus  (mucus plug) yang keluar dari vagina. Pada tahap awal, kontraksi akan terasa seperti tekanan yang tumpul atau rasa sedikit tidak nyaman. Mulailah untuk mengukur durasi kontraksi Anda saat Anda mulai merasakannya.

Pada tahap awal, kontraksi mungkin berselang setiap 15-20 menit dan bertahan selama 60-90 detik. Semakin Anda memasukki kala aktif, maka kontraksi akan semaikin kuat dan sering. Jarak antar kontraksi dapat memendek hingga 3-4 menit dan bertahan antara 45-60 detik.

Jika air ketuban pecah sebelum Anda mengalami kontraksi, segera hubungi dokter. Anda juga perlu memberitahu dokter jika Anda mengalami perdarahan apa pun. Jika tidak, Anda dapat segera pergi ke dokter jika kontraksi Anda sudah berjarak 5 menit antar kontraksi selama lebih dari 1 jam.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fetomaternal, Pemeriksaan Kehamilan oleh Dokter Spesialis Kandungan

Selain dokter kandungan, ibu hamil dengan kondisi tertentu juga disarankan periksa ke fetomaternal. Namun sebelumnya, cari tahu informasinya dulu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Keguguran (Abortus)

Keguguran (abortus) adalah komplikasi kehamilan yang kerap terjadi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Ini Risikonya Bila Ibu Minum Obat Maag Saat Hamil

Sakit maag yang menyerang memang tidak bisa ditolak siapa saja, termasuk ibu hamil. Yuk simak risiko minum obat maag saat hamil pada artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 23 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Melahirkan Bayi Besar: Lebih Baik Normal Atau Caesar?

Melahirkan bayi besar dapat menyulitkan Anda pada saat proses kelahiran, baik jika Anda melahirkan normal atau lewat operasi caesar. Mana yang lebih baik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
Ibu hamil tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi calon buah hatinya bahkan sejak masih di dalam kandungan. Salah satu upaya terpenting untuk meraih tujuan tersebut adalah dengan menjaga pilihan makanan untuk ibu hamil setiap harinya. Asupan nutrisi yang baik akan membantu si kecil tumbuh sehat dan cerdas sejak dalam kandungan. Akan tetapi, di sisi lain, ada sejumlah makanan dan minuman yang ternyata dilarang untuk ibu saat hamil. Penasaran apa saja daftar pantangan makanan yang tidak boleh dimakan ibu saat hamil? Daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil Berbagai makanan yang akan disebutkan di bawah ini dilarang untuk ibu saat hamil karena diduga dapat menimbulkan efek berbahaya bagi janin di dalam kandungan. Bahkan, dari beberapa pantangan makanan ini dapat menyebabkan keracunan pada ibu hamil. Berikut berbagai pantangan makanan yang sebaiknya dihindari atau tidak boleh dimakan saat ibu sedang hamil: 1. Ikan yang tinggi merkuri Ikan dan hewan perairan (seafood) lainnya adalah sumber protein dan kaya asam lemak omega-3. Kedua nutrisi ini baik untuk perkembangan bayi. Namun, FDA selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat menggolongkan beberapa jenis seafood sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena mengandung merkuri.  Sebetulnya, hampir semua ikan dan hewan air mengandung merkuri. Ini karena senyawa kimia ini adalah limbah yang paling banyak mencemari perairan dan menjadi pantangan makanan untuk ibu hamil. Hanya saja, ada beberapa jenis ikan yang paling tinggi kandungan merkurinya sehingga tergolong sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Jenis ikan tinggi merkuri yang termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil adalah ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna bigeye, ikan todak atau pedang, dan ikan tuna sirip kuning. Ikan-ikan ini mungkin jarang diperjualbelikan di Indonesia, tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui jenis-jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Beberapa jenis seafood lain yang lebih umum di Indonesia juga dilaporkan memiliki kadar merkuri cukup tinggi (tidak setinggi ikan-ikan yang telah disebutkan di atas) dan termasuk pantangan makanan ibu hamil. Jenis-jenis ikan yang termasuk ke dalamnya adalah udang, salmon, tuna, sarden, lele, ikan bilis, ikan nila (tilapia), dan ikan trout.  Semakin besar ukuran ikan, semakin banyak juga merkuri yang dikandungnya. Ikan dengan kandungan merkuri termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak bayi. Jadi, sebaiknya konsumsi ikan-ikan tersebut maksimal hanya 2 kali per minggu. Tidak heran kalau jenis makanan tersebut termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil.  2. Sushi Bagi Anda penggemar sushi dan sashimi, sebaiknya setop dulu makan makanan khas Jepang ini selama kehamilan. Sushi dan sashimi termasuk dalam daftar pantangan makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil. Seafood mentah atau yang dimasak setengah matang dapat membahayakan janin karena terkadang masih terdapat cacing parasit dalam dagingnya. Bahkan, seafood mentah atau setengah matang bisa semakin berbahaya jika tempat dan proses persiapannya tidak steril. Oleh karena itu, sebaiknya hindari ikan dan kerang mentah seperti yang biasanya ada di sushi dan sashimi. Ini yang menjadikan sushi sebagai makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Sebaiknya, masak ikan, udang, lobster, dan kerang sampai hingga matang sempurna. 3. Steak setengah matang Steak sebenarnya tidak masalah dimakan oleh ibu hamil. Akan tetapi, steak bisa menjadi salah satu jenis makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil bila dagingnya tidak matang dengan sempurna. Selera orang saat menikmati steak bisa berbeda-beda. Ada yang terbiasa dengan tingkat kematangan rare (mentah), medium rare (setengah matang), medium well (agak matang), dan well done (matang sempurna). Dari segi kuliner itu sendiri, daging steak yang lezat adalah yang dimasak medium rare. Namun, daging steak dengan tingkat kematangan medium rare alias setengah matang merupakan pantangan makanan bagi ibu hamil. Daging yang dimasak tidak matang sepenuhnya kemungkinan besar masih mengandung parasit toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin. Bukan cuma daging sapi, daging ayam, burung, kalkun, hingga bebek yang dimasak setengah matang juga termasuk makanan dilarang untuk ibu hamil. Usahakan untuk masak daging sampai matang sempurna alias well done sampai kering dan tidak ada cairan merahnya. Jika perlu, gunakan termometer masak untuk memastikan tingkat kematangan daging. 4. Telur setengah matang Telur rebus dan telur mata sapi ½ atau ¾ matang termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Ini karena telur yang belum matang tersebut umumnya masih mengandung bakteri Salmonella aktif yang dapat menginfeksi Anda dan janin di dalam kandungan. Alasan lain yang membuat telur rebus setengah matang menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil yaitu berisiko membawa infeksi Salmonella. Infeksi Salmonella nantinya dapat menyebabkan muntaber (muntah dan diare). Dalam kasus yang jarang, bakteri Salmonella dapat menyebabkan infeksi cairan ketuban. Meski jarang sekali terjadi, infeksi ini bisa menyebabkan keguguran. Bagi janin, infeksi Salmonella juga sama membahayakannya. Salmonella dapat menembus plasenta dan menginfeksi janin, tetapi kasus ini juga sangat jarang. Inilah alasan mengapa telur setengah matang termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Agar aman, hindarilah makan telur setengah matang maupun makan makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang. Masaklah telur sampai matang sehingga tampilan kuning dan putih telurnya padat.  5. Susu mentah Susu juga termasuk ke dalam daftar makanan dan minuman yang menjadi pantangan bagi ibu hamil. Itulah mengapa ada susu ibu hamil untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi ibu hamil.  Akan tetapi, ibu hamil tidak boleh minum sembarang susu. Susu hewani yang masih mentah dan belum dipasteurisasi termasuk dalam minuman dan makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan selama beberapa detik untuk membunuh bakteri di dalam susu. Susu mentah tersebut dapat menyebabkan keracunan karena kemungkinan masih terdapat bakteri di dalamnya. Hindari minum susu murni mentah yang belum dipasteurisasi, baik itu susu sapi, susu kambing, atau binatang perah lainnya mentah karena berbahaya untuk tubuh ibu hamil. Bakteri yang terdapat di dalam susu yang belum dipasteurisasi bisa membahayakan janin di dalam kandungan.  Susu yang tidak termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil adalah susu yang sudah melalui proses pasteurisasi sebelumnya sehingga aman diminum. 6. Terlalu banyak jeroan Ibu hamil sebenarnya boleh makan jeroan seperti hati ayam, hati sapi, ampela ayam, jantung ayam, dan lainnya.  Hanya saja, melansir dari Pregnancy Birth and Baby, jeroan bisa menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil bila dimakan terlalu banyak dan sering. Hal ini dikarenakan jeroan mengandung banyak vitamin A. Vitamin A memang baik, tapi konsumsi vitamin A berlebihan dapat membahayakan janin. 7. Terlalu banyak kafein Kafein merupakan salah satu daftar pantangan minuman untuk ibu hamil, apalagi jika konsumsinya berlebihan. Ini karena kafein dapat menembus plasenta dan mengakibatkan gangguan pada detak jantung bayi. Sebaiknya batasi konsumsi minuman dan makanan yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman berenergi semasa hamil. Anda juga bisa mengganti pantangan makanan untuk ibu hamil yang satu ini dengan sesuatu yang lebih sehat, seperti buah dan sayur. 8. Alkohol Meski bukan termasuk makanan, alkohol tergolong minuman yang dilarang untuk ibu hamil. Ibu hamil yang minum alkohol berisiko keguguran dan bayi lahir mati (stillbirth) yang lebih tinggi. Minum sedikit alkohol saja bahkan dapat berdampak pada terganggunya perkembangan otak bayi. Alkohol dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome. Fetal alcohol syndrome adalah sindrom yang dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan keterbelakangan mental anak sejak dalam kandungan. 9. Herbal Makanan dilarang untuk ibu hamil berikutnya adalah sesuatu yang berbau herbal. Sebaiknya hentikan dulu minum teh herbal, jamu, dan ramuan pengobatan alternatif lainnya selama kehamilan bila tidak disarankan oleh dokter. Sebenarnya tidak semua herbal dilarang selama kehamilan. Menurut American Pregnancy Association, herbal yang jadi pantangan makanan untuk ibu hamil adalah ephedra atau efedrina, dong quai, rosemary, dan chamomile. Beberapa jenis ini dapat berdampak buruk jika dikonsumsi layaknya obat-obatan atau dalam jumlah yang banyak. Dong quai, misalnya, bisa menimbulkan efek stimulan rahim yang dapat menimbulkan kontraksi. Disarankan untuk minum teh dari daun teh biasa dahulu daripada harus mengonsumsi teh herbal. Ibu hamil juga harus berkonsultasi ke dokter saat akan menggunakan herbal jenis apapun. Ini untuk menyamakan pendapat tentang pantangan makanan ibu hamil antara dokter dan pasien. 10. Makanan cepat saji Suka atau tidak, makanan cepat saji (fast food) seperti burger, kentang goreng, dan ayam goreng tepung (fried chicken) juga termasuk makanan yang tidak boleh dimakan terlalu sering saat hamil. Ini karena makanan cepat saji mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, ukuran janin terlalu besar (makrosomia). 11. Mayones Mungkin Anda pernah mendengar atau sedang bertanya-tanya mengapa mayones termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Mayones yang dijual di luaran kadang mengandung telur sebagai bahan dasar pembuatannya. Telur yang dijadikan bahan dasar pembuatan mayones tersebut kebanyakan masih mentah sehingga tidak boleh dimakan oleh ibu hamil.  Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, telur mentah merupakan tempat hidup bakteri, seperti Salmonella. Saat hamil, daya tahan tubuh tengah berada pada posisi rendah sehingga rentan untuk terpapar infeksi. Itu sebabnya, makan telur mentah dalam bentu apa pun bisa sangat berbahaya baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.

11 Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
jamu dan obat tradisional dalam penanganan covid-19

Daftar Jamu yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit