Apa Benar Merencanakan Caesar dari Jauh-Jauh Hari Lebih Baik Daripada Melahirkan Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak ibu hamil yang tidak ingin merasakan rasa sakitnya melahirkan normal, sehingga mereka memilih untuk melahirkan caesar saja dari jauh-jauh hari. Katanya, melahirkan caesar yang direncanakan lebih dulu akan lebih nyaman dibandingkan harus menunggu kontraksi sebelum persalinan normal. 

Kenapa banyak ibu yang memilih merencanakan melahirkan caesar?

Pada dasarnya, operasi caesar diperlukan hanya pada situasi-situasi tertentu, seperti karena ukuran bayi dalam kandungan terlalu besar, panggul ibu terlalu sempit, atau karena posisi bayi sungsang sehingga akan sulit jika bayi dilahirkan dengan cara normal.

Namun, banyak ibu di luar situasi tersebut juga ingin melahirkan lewat caesar. Melahirkan caesar yang bisa dijadwalkan dari jauh-jauh hari membuat ibu merasa lebih nyaman dan tenang dalam menghadapi persalinan. Persalinan caesar yang direncanakan membuat ibu lebih bebas stres sehingga ia bisa mengontrol perasaannya. Ibu lebih bisa menikmati saat-saat mendekati persalinan tanpa harus merasakan waswas akan kontraksi yang bisa datang kapan saja.

Selain itu, ibu juga tidak perlu menunggu lama dan merasakan sakit, seperti jika ibu memilih melahirkan normal. Persalinan caesar juga dapat menghindari ibu dari vagina robek dan inkontinensia urin. Ditambah lagi, persalinan caesar juga memudahkan ibu dalam berkegiatan setelah melahirkan, termasuk merencanakan cuti setelah melahirkan.

Melahirkan caesar tidak selalu lebih baik dari persalinan normal

Walaupun mungkin Anda tidak akan merasakan sakit seperti persalinan normal dan tidak menunggu lama untuk melahirkan, namun melahirkan lewat caesar membatasi kendali Anda selama proses persalinan sehingga mungkin lebih berisiko tinggi terhadap komplikasi melahirkan. Berbeda dengan ibu yang melahirkan normal, ia akan memiliki kendali penuh atas dirinya. Dan, saat bayi berhasil dilahirkan, ini merupakan kepuasan tersendiri bagi ibu yang melahirkan normal.

Proses pemulihan setelah operasi caesar juga dapat berjalan lebih lama dibandingkan jika Anda memilih melahirkan normal. Hal ini mungkin akan membuat Anda kesulitan dalam memberikan ASI dan merawat bayi Anda yang baru lahir. Berbeda jika Anda melahirkan normal, proses pemulihan yang lebih cepat setelah melahirkan normal membuat Anda bisa menyusui bayi Anda segera.

Ibu yang melahirkan caesar bisa menghabiskan waktu lebih lama di rumah sakit, sekitar 2-4 hari, dibandingkan ibu yang melahirkan normal. Masa pemulihan sepenuhnya yang dibutuhkan oleh ibu yang melahirkan caesar juga bisa lebih lama, setidaknya dua bulan. Hal ini karena melahirkan caesar memberikan lebih banyak rasa sakit setelah melahirkan dan ketidaknyamanan di perut karena bekas luka bedah.

Bekas jahitan yang ditinggalkan setelah operasi caesar harus Anda rawat sampai benar-benar sembuh. Jika tidak dirawat dengan baik, hal ini mungkin bisa menimbulkan risiko infeksi. Anda mungkin harus membatasi aktivitas fisik Anda selama beberapa minggu untuk mendukung penyembuhannya.

Risiko melahirkan caesar meski bisa melahirkan normal

Anda juga perlu ingat bahwa begitu Anda memilih untuk melahirkan caesar sekali, maka pada kehamilan selanjutnya Anda cenderung harus melahirkan lewat caesar lagi. Operasi caesar dapat meningkatkan risiko Anda mengalami komplikasi di kehamilan berikutnya, seperti ruptur uteri yang bisa terjadi saat bekas jahitan caesar robek dan masalah pada plasenta. Karena banyaknya risiko dari persalinan caesar, banyak ahli menyarankan untuk lebih memilih melahirkan normal dibandingkan melahirkan caesar.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

Bayi Anda sering menangis di malam hari? Atau Anda ingin membangun ikatan yang lebih kuat dengan si kecil? Pijat bayi bisa menjadi jawaban yang Anda cari.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Metode kangguru terbukti manjur memulihkan kondisi bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah. Bagaimana cara melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Prematur

Jika bayi belum cukup umur untuk keluar dari rahim, mengapa bisa keluar sebelum waktunya? Berikut berbagai penyebab bayi lahir prematur.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berapa kali hamil

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Faktor Rhesus digunakan untuk mengelompokkan golongan darah, selain sistem ABO. Faktor Rhesus juga bisa disebut dengan faktor Rh.

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit
minum antibiotik saat hamil

Amankah Minum Antibiotik Saat Hamil? Ini Penjelasannya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit
makan pedas saat hamil

Benarkah Makan Pedas Saat Hamil Picu Keguguran?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit