home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Dikenal Melancarkan Persalinan, Jamu Rumput Fatimah Ternyata Berisiko Keguguran

Dikenal Melancarkan Persalinan, Jamu Rumput Fatimah Ternyata Berisiko Keguguran

Jamu rumput fatimah adalah salah satu cara merangsang persalinan yang paling populer di Indonesia. Dari generasi ke generasi, ibu hamil tak luput disarankan untuk meminum air rendaman dari rumput fatimah guna mempercepat proses kelahiran si bayi.

Manfaat rumput fatimah

rumput fatimah
Sumber gambar: Wikipedia

Berdasarkan sebuah studi dari Universiti Teknologi Malaysia, kacip fatimah atau Labisia pumila memiliki sejumlah manfaat untuk organ reproduksi wanita.

Secara turun temurun, tanaman ini digunakan untuk mengembalikan vitalitas organ reproduksi setelah melahirkan. Selain itu, ia juga mengandung fitoestrogen yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan dan mencegah osteoporosis pada wanita lansia.

Kacip fatimah juga dikenal sebagai ramuan tradisional untuk induksi persalinan karena mengandung oksitosin yang berfungsi untuk memicu kontraksi rahim.

Namun, sejumlah kasus keguguran dan kematian janin seringkali dikaitkan dengan konsumsi rumput fatimah. Apakah rumput fatimah berbahaya? Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasan selanjutnya.

Efek samping dan bahaya jamu rumput fatimah

Meskipun menawarkan sejumlah manfaat kesehatan, tetapi Anda sebaiknya berhati-hati saat meminum ramuan ini. Pasalnya, rumput fatimah dapat memberikan efek samping yang berbahaya.

1. Memicu keguguran

Air rendaman rumput fatimah dapat memicu keguguran pada ibu hamil. Hal ini karena tanaman tersebut dapat meningkatkan kontraksi pada otot-otot rahim.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya menghindari konsumsi tanaman herbal tersebut saat hamil terutama di trimester pertama.

2. Berisiko merusak hati dan ginjal

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Sustainability Science and Management, air rendaman rumput fatimah dapat merusak organ hati dan ginjal pada hewan uji coba.

Hal ini karena zat aktif di dalamnya yang dapat berefek toxic sehingga menyebabkan peradangan pada ginjal dan hati.

3. Dapat menyebabkan keracunan

Melansir Frontiers in Pharmacology, air rendaman rumput fatimah dapat menghasilkan zat metanol yang menyebabkan keracunan pada manusia.

Jika menelan zat metanol, Anda dapat mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit kepala, pandangan kabur, kebutaan, kejang, kerusakan pada saraf otak, dan kematian.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda waspada dalam mengonsumsinya. Apalagi, ramuan tradisional tidak menerapkan takaran dosis yang pasti, melainkan hanya berdasarkan perkiraan saja.

4. Risiko ketidakcocokan dengan obat lain

Hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat menjelaskan dengan pasti bagaimana kemungkinan efek samping rumput fatimah jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain.

Saat hamil, Anda mungkin mengonsumsi sejumlah vitamin dan obat-obatan tertentu yang diresepkan oleh dokter. Nah, bisa jadi konsumsi jamu rumput fatimah tidak cocok dengan obat-obatan tersebut.

Sayangnya efek interaksi obat hingga saat ini belum bisa dipastikan. Bisa jadi menyebabkan efek samping yang ringan atau bahkan berisiko kematian. Para peneliti masih terus melakukan studi terkait hal tersebut.

Hati-hati mengonsumsi jamu rumput fatimah

hamil 4 bulan

Obat-obatan tradisional memang seringkali dijadikan sebagai alternatif pengobatan. Namun, sebaiknya Anda berhati-hati mengonsumsinya.

Hal ini karena kebanyakan obat-obatan herbal belum melalui proses uji yang terstandarisasi. Biasanya obat-obatan ini diracik berdasarkan perkiraan saja. Sehingga efektivitas dan keamanannya masih diragukan.

Tujuan standarisasi obat herbal antara lain.

  • Mengetahui apa saja bahan aktif yang terkandung di dalam obat herbal tersebut dan apakah aman untuk ibu hamil.
  • Mengetahui dosis yang tepat untuk dikonsumsi, tidak berdasarkan perkiraan saja.
  • Mencari tahu efek samping bahan herbal tersebut, apakah berisiko menyebabkan masalah pada organ tubuh lainnya.
  • Mengetahui interaksinya dengan obat-obatan lain, obat apa yang tidak boleh diminum bersamaan dengan jamu tersebut.

Sayangnya, kebanyakan obat herbal yang beredar di Indonesia tergolong dalam kategori jamu dan OHT (Obat Herbal Terstandar). Keduanya merupakan jenis obat tradisional yang belum menjalani uji klinis pada manusia.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda berhati-hati terhadap konsumsi obat herbal yang satu ini. Apalagi jika Anda hamil sangat rentan terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Sementara itu, hingga saat ini, penelitian terhadap rumput fatimah masih terus berlanjut dan belum ditemukan efektivitasnya untuk mempercepat proses persalinan.

Oleh karena itu, jika ingin mempercepat pembukaan, lebih baik Anda melakukan proses induksi persalinan yang sudah terbukti aman, minim risiko dan sesuai dengan saran dokter.

Cara yang sudah terbukti lebih aman untuk mempercepat persalinan adalah dengan induksi medis. Induksi persalinan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pemberian obat atau metode lainnya.

Sementara itu, Anda akan menerima takaran obat yang lebih presisi dan dijalankan di bawah pengawasan ketat dari tim dokter kandungan Anda.

Oleh sebab itu, risiko efek samping dan komplikasi bisa diperhitungkan sejak awal dan dikendalikan seminimal mungkin demi keselamatan ibu dan bayi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Amrah, S., Suhaimi, A., Mohsin, S., & Wan Ezumi, M. (2007). Evaluation of the female reproductive toxicity of aqueous extract of <i> Labisia pumila</i> <i> var. alata</i> in rats. Indian Journal Of Pharmacology, 39(1), 30. doi: 10.4103/0253-7613.30760

Nadia, M., Nazrun, A., Norazlina, M., Isa, N., Norliza, M., & Ima Nirwana, S. (2012). The Anti-Inflammatory, Phytoestrogenic, and Antioxidative Role ofLabisia pumilain Prevention of Postmenopausal Osteoporosis. Advances In Pharmacological Sciences, 2012, 1-7. doi: 10.1155/2012/706905

Abdullah, N., Hosseinpour Chermahini, S., Lee Suan, C., & Roji Sarmidi, M. (2013). Labisia pumila: A Review on its Traditional, Phytochemical and Biological Uses. World Applied Sciences Journal, 27(10). doi: 10.5829/idosi.wasj.2013.27.10.1391

Nadia, M., Nazrun, A., Norazlina, M., Isa, N., Norliza, M., & Ima Nirwana, S. (2012). The Anti-Inflammatory, Phytoestrogenic, and Antioxidative Role ofLabisia pumilain Prevention of Postmenopausal Osteoporosis. Advances In Pharmacological Sciences, 2012, 1-7. doi: 10.1155/2012/706905

Abdul Kadir, A., Nik Hussain, N., Wan Bebakar, W., Mohd, D., Wan Mohammad, W., & Hassan, I. et al. (2012). The Effect ofLabisia pumilavar.alataon Postmenopausal Women: A Pilot Study. Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine, 2012, 1-6. doi: 10.1155/2012/216525

Effendy, A., Nurtahira, J., Hussin, Z., & Saad, M. (2006). THE SIDE EFFECTS OF KACIP FATIMAH EXTRACT ON LIVER AND KIDNEY OF WHITE RATS. Journal Of Sustainability Science And Management, 1(1). doi: ISSN 1823-8556

Manda, V., Dale, O., Awortwe, C., Ali, Z., Khan, I., Walker, L., & Khan, S. (2014). Evaluation of drug interaction potential of Labisia pumila (Kacip Fatimah) and its constituents. Frontiers In Pharmacology, 5. doi: 10.3389/fphar.2014.00178

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani
Tanggal diperbarui 06/05/2017
x