Apa Saja Manfaat Rumput Fatimah untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Rumput fatimah digadang-gadang dapat melancarkan proses bersalin ibu hamil. Namun nyatanya, manfaat rumput fatimah bukan cuma itu. Apa lagi?

Apa itu rumput fatimah?

Rumput atau akar fatimah punya nama latin sebagai Labisa pumila. Tanaman ini banyak ditemukan di Asia Tenggara, terutama di dataran dengan ketinggian 300 hingga 700 meter.

Rumput fatimah punya bentuk daun yang kecil dengan batang merambat, Tinggi tanaman ini sekitar 30 hingga 40 cm. Daunnya berbentuk elips lancip dengan sisi atas daun berwarna hijau gelap dan bagian bawah berwarna hijau muda sampai ungu kemerahan.

Benarkah bisa melancarkan proses melahirkan?

Di Malaysia, tanaman ini dikeringkan dan esktraknya diminum beberapa hari mendekati tanggal persalinan. Selain dengan racikan sendiri, akar fatimah dijual bebas di Malaysia dalam berbagai bentuk. Mulai dari suplemen herbal sampai minuman kaleng siap minum.

Meski demikian, sampai saat ini belum ditemukan penelitian atau anjuran medis valid yang menyatakan manfaat rumput atau akar fatimah untuk melancarkan persalinan. Sebaliknya, dokter dan praktisi kesehatan justru tidak merekomendasikan calon ibu minum jamu rumput fatimah.

Kandungan tertentu yang ada di dalam akar fatimah diduga dapat memicu kontraksi rahim terlalu dini, yang ditakutkan dapat menyebabkan komplikasi saat persalinan.

Ada baiknya ibu hamil tidak menggunakan ramuan atau obat herbal jenis apapun sebelum berkonsultasi dan mendapat persetujuan dari dokter.

Lalu, apa manfaat rumput fatimah untuk kesehatan?

1. Menangkal radikal bebas

Merangkum isi penelitian dari Kuala Lumpur, Malaysia, rumput fatimah mengandung antioksidan yang punya manfaat baik untuk tubuh. 

Kandungan antioksidan yang ditemukan di dalamnya antara lain flavonoid, asam askorbat, beta-karoten, anthocyanin, dan senyawa fenolik. Betakaroten dalam rumput fatimah terbukti dapat menghambat efek radikal bebas di dalam tubuh. Sedangkan flavonoid berfungsi mencegah terjadinya penyakit kronis seperti osteoporosis, rematik, dan penyakit lain yang berhubungan dengan stres oksidatif.

Kandungan fenolik pada rumput fatimah berpotensi menguatkan sisitem kekebalan tubuh untuk mencegah peradangan dan paparan infeksi penyakit.

2. Mengurangi risiko osteoporosis pada wanita menopause

Pada penelitian ini, ekstrak rumput fatimah juga menunjukkan potensi manfaat sebagai obat untuk penyakit osteoporosis, rematik, dan masalah fungsi seksual wanita.

Rumput fatimah mengandung zat fitoestrogen alami. Dalam dunia kedokteran, zat fitoestrogen dapat digunakan sebagai alternatif terapi estrogen untuk mengatasi masalah osteoporosis yang disebabkan oleh menopause. Ekstrak rumput fatimah dilaporkan lebih aman ketimbang terapi estrogen karena tidak ditemukan risiko efek samping yang berarti.

Namun, ekstrak ini hanya bisa digunakan dalam dosis yang rendah. Sebuah studi percontohan melaporkan bahwa dosis herbal rumput fatimah yang aman batasnya berkisar hingga 560 mg/hari untuk wanita pascamenopause.

Seberapa banyak boleh konsumsi akar fatimah?

Untuk mendapatkan manfaat dari rumput fatimah, Anda bisa mengonsumsi ekstraknya dalam sediaan produk herbal seperti kapsul, teh, dan minuman kalengan.

Kebanyakan produk herbal atau minuman rumput fatimah di pasaran mengandung dosis 154 mg, yang bisa diminum maksimal dua kali dalam sehari. Meski begitu, tetap lebih baik konsultasi dulu ke dokter sebelum Anda memutuskan menggunakan produk herbal apa pun. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit