Apakah Setelah Keguguran Pasti Harus Dikuret?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Keguguran merupakan suatu hal yang menyakitkan, terutama bagi calon ibu. Selain kesehatan psikis, yang juga harus diperhatikan setelah keguguran adalah kesehatan fisik. Hal utama yang biasanya dilakukan setelah keguguran adalah kuret. Jika tidak melakukan kuret setelah keguguran, mungkin ini bisa membahayakan kesehatan ibu dan berpengaruh pada kehamilan berikutnya. Apakah setiap keguguran perlu dilakukan kuret?

Mengapa saya perlu kuret setelah keguguran?

Kuret merupakan sebuah prosedur operasi di mana serviks (leher rahim) ibu dibuka dan bagian dalam rahim dibersihkan. Kuret setelah keguguran dilakukan untuk membersihkan rahim dengan mengangkat jaringan janin yang masih tersisa dalam rahim.

Oleh karena itu, setelah keguguran biasanya ibu melakukan kuret. Namun, tidak semua keguguran perlu melakukan kuret. Ini tergantung dari adanya sisa jaringan janin atau tidak dalam rahim ibu.

Bila ada sisa jaringan janin dalam rahim, ini dapat menyebabkan perdarahan setelah keguguran lebih parah dan juga infeksi. Sehingga, kuret juga dilakukan untuk mencegah dan mengobati banyak kondisi yang bisa terjadi dalam rahim setelah keguguran, seperti perdarahan berat dan infeksi.

Tidak hanya itu, kuret juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis atau mengobati perdarahan rahim yang tidak normal, seperti yang disebabkan oleh pertumbuhan fibroid, polip, ketidakseimbangan hormonal, atau kanker rahim. Kuret juga perlu dilakukan setelah aborsi.

Apa yang dapat terjadi setelah kuret?

Setelah kuret, biasanya Anda akan merasakan sedikit rasa sakit. Beberapa hal yang bisa Anda rasakan setelah melakukan kuret adalah perut kram dan mengeluarkan bercak atau perdarahan ringan. Jika Anda dibius umum saat dilakukan prosedur kuret, Anda juga dapat merasa mual atau ingin muntah setelah prosedur kuret selesai dilakukan. Hal-hal tersebut normal terjadi setelah Anda melakukan kuret. Anda pun sudah mulai dapat melakukan aktivitas sehari-hari Anda setelah satu atau dua hari sejak dikuret.

Namun, jika Anda mengalami hal-hal seperti di bawah ini setelah melakukan kuret, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter.

  • Perdarahan berat atau berkepanjangan
  • Demam
  • Keputihan yang berbau busuk
  • Nyeri atau sakit pada perut

Beberapa risiko dan efek samping yang mungkin timbul akibat kuret

Kuret biasanya merupakan prosedur yang aman dan jarang menyebabkan komplikasi. Namun begitu, terdapat risiko yang bisa ditimbulkan setelah melakukan kuret. Beberapa risiko dari kuret adalah:

  • Perforasi rahim. Ini dapat terjadi jika alat bedah menusuk dan menyebabkan perlubangan di rahim. Hal ini lebih sering terjadi pada wanita yang baru pertama kali hamil dan pada wanita yang sudah menopause. Namun, biasanya perforasi dapat sembuh dengan sendirinya.
  • Kerusakan rahim. Jika leher rahim robek saat prosedur kuret dilakukan, dokter dapat memberikan tekanan atau obat untuk menghentikan perdarahan atau menutupnya dengan jahitan.
  • Tumbuh jaringan parut pada dinding rahim. Pembentukan jaringan parut dalam rahim karena prosedur kuret atau biasa dikenal dengan nama sindrom Asherman sebenarnya jarang terjadi. Hal ini dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak normal, bahkan berhenti, dan juga dapat menyebabkan rasa sakit, keguguran di kehamilan selanjutnya, sampai ketidaksuburan.
  • Infeksi. Tapi, infeksi setelah kuret biasanya jarang terjadi.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Keguguran (Abortus)

Keguguran (abortus) adalah komplikasi kehamilan yang kerap terjadi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

4 Masalah yang Sering Terjadi Saat Sedang Hamil Muda

Hamil muda merupakan masa-masa kritis di mana awal terbentuknya janin. Di masa ini, biasanya ibu hamil sering mengalami gangguan fisik. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Trimester 1, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Dalam Keadaan Meninggal (Stillbirth)

Bayi lahir mati (stillbirth) adalah bayi yang mati saat usia kandungan ibu lebih dari 20 minggu, beda dengan keguguran. Apa saja penyebab bayi lahir mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
setelah kuret

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tanda tanda keguguran atau abortus imminens

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyembuhan pasca kuret

Cara Penyembuhan Pasca Kuret agar Cepat Pulih

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit