Ibu Dengan Leher Rahim Pendek Berisiko Melahirkan Prematur

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kelahiran prematur merupakan kelahiran bayi sebelum waktunya, yaitu kurang dari 37 minggu usia kehamilan. Ini bisa terjadi pada siapa saja. Yang menyebabkannya pun banyak, dari berbagai faktor. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko kelahiran prematur adalah panjang serviks (leher rahim). Bagaimana ini bisa terjadi?

Berapa panjang serviks normal selama kehamilan?

Serviks atau leher rahim adalah bagian yang menghubungkan antara rahim dan vagina. Panjang serviks ini dapat berubah seiring dengan usia kehamilan Anda. Serviks dalam keadaan tertutup selama kehamilan sampai pada waktu sebelum Anda melahirkan. Saat mendekati waktu kelahiran, serviks akan membuka untuk digunakan sebagai jalan keluarnya bayi.

Panjang serviks normal adalah 4-5 cm saat Anda tidak hamil. Sedangkan, saat Anda hamil, panjang serviks ini makin menyusut. Panjang serviks normal saat hamil, yaitu:

  • Pada usia kehamilan 16-20 minggu adalah 4-4,5 cm
  • Pada usia kehamilan 24-28 minggu adalah 3,5-4 cm
  • Pada usia kehamilan 32-36 minggu adalah 3-3,5 cm

Bisa dilihat bahwa panjang leher rahim yang makin memendek dapat berarti usia kehamilan makin tua dan waktu kelahiran makin dekat. Namun, jika panjang leher rahim makin pendek dan tidak sesuai dengan usia kehamilan, ini dapat berarti berisiko kelahiran prematur.

Panjang serviks dapat menentukan apakah seorang wanita akan melahirkan prematur

Banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa semakin pendek leher rahim (yang tidak sesuai dengan usia kehamilan), maka risiko kelahiran prematur semakin besar. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata panjang leher rahim adalah 3,5 cm pada usia kehamilan 24 minggu. Ketika panjang leher rahim pada usia kehamilan tersebut kurang dari 2,2 cm, maka kemungkinan ibu hamil melahirkan prematur adalah 20%.

Penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology tahun 2002 juga membuktikan bahwa panjang leher rahim yang kurang dari 3 cm sebelum usia kehamilan 16 minggu berhubungan dengan kelahiran prematur.

Berdasarkan kedua penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa panjang leher rahim yang memendek dengan cepat dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Panjang leher rahim pada usia kehamilan 20-24 minggu adalah prediktor terbaik dari kelahiran prematur.

Untuk mengetahui panjang serviks, Anda disarankan untuk melakukan scan serviks. Biasanya dilakukan pada usia kehamilan sekitar 20 minggu. Hal ini perlu Anda lakukan, terutama jika Anda pernah mengalami keguguran pada kehamilan sebelumnya, bayi Anda prematur pada kehamilan sebelumnya, atau Anda pernah menjalani operasi serviks.

Apa saja yang memengaruhi panjang serviks?

Sebelum kehamilan, serviks biasanya tertutup dan kaku. Sedangkan, selama kehamilan serviks akan mengalami banyak perubahan. Serviks akan melembut secara bertahap, memendek, dan mulai terbuka seiring dengan pertumbuhan janin Anda dalam kandungan.

Jika panjang serviks makin memendek, tandanya bayi Anda akan lahir. Namun, jika kejadian ini berlangsung lebih cepat dari normal, maka Anda bisa melahirkan prematur. Hal ini mungkin bisa terjadi berbeda-beda antar ibu hamil.

Berbagai faktor yang memengaruhi panjang serviks selama kehamilan adalah:

  • Perbedaan biologis antar ibu hamil
  • Rahim yang merenggang terlalu besar (overdistensi)
  • Komplikasi yang disebabkan perdarahan selama kehamilan
  • Infeksi
  • Radang selaput rahim
  • Inkompetensi serviks, terjadi ketika jaringan serviks melemah sehingga meningkatkan risiko kelahiran prematur

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

Faktor-faktor berikut ini mungkin turut andil dalam menentukan apakah bayi Anda perempuan atau laki-laki, tapi mungkin juga hanya kebetulan belaka.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Janin Berhenti Bergerak, Apakah Harus Periksa ke Dokter?

Tendangan janin dapat menunjukkan janin dalam kondisi sehat dalam kandungan. Tapi, bagaimana jika janin berhenti bergerak? Apa yang harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Daftar Jamu yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Jamu menjadi minuman tradisional yang menyehatkan. Namun ada beberapa bahan jamu yang dilarang untuk ibu hamil, salah satunya kunyit asam.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 6 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hamil Anggur, Komplikasi Kehamilan yang Dikenal Sebagai Hamil Palsu

Hamil anggur adalah komplikasi kehamilan yang mengecoh. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mencegahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 3 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
tanda hamil atau haid

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
setelah kuret

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit