3 Penyebab Ibu Harus Operasi Caesar Lagi untuk Anak Kedua

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/03/2020
Bagikan sekarang

Ada beberapa faktor penyebab mengapa persalinan dengan operasi caesar harus dilakukan. Ibu yang pernah melahirkan secara caesar biasanya akan cenderung melahirkan anak kedua atau ketiga dengan operasi caesar lagi. Proses persalinan caesar ini bukanlah sebuah pilihan, melainkan suatu proses darurat persalinan yang harus dilakukan agar ibu bisa melahirkan bayinya dengan selamat. Lalu, mengapa ibu yang melahirkan dengan operasi caesar cenderung melakukan persalinan kedua secara caesar lagi?

Apa itu operasi caesar?

Operasi caesar adalah salah satu cara persalinan yang menggunakan metode pembedahan. Proses persalinan ini harus dilakukan apabila sang ibu hamil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan untuk melahirkan normal.

Saat sedang menjalani proses melahirkan, tentu semua hal tidak pasti berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berbagai gangguan dapat timbul sejalan dengan proses tersebut. Terkadang gangguan tersebut membuat ibu tidak bisa melahirkan secara normal.

Keputusan persalinan dengan operasi caesar, direncanakan atau tidak, harus diambil dengan alasan yang kuat. Operasi yang tidak direncanakan, diputuskan beberapa saat sebelum janin dilahirkan.

Apa penyebab ibu harus caesar lagi saat melahirkan kedua kalinya?

Anda yang pernah melakukan kelahiran dengan operasi caesar di proses persalinan sebelumnya maka akan memiliki risiko yang lebih besar dalam menjalani proses persalinan caesar lagi pada kehamilan kedua atau selanjutnya. Mengapa? Ini alasannya.

1. Panggul ibu yang terlalu kecil

Jika panggul Anda berukuran kecil, hal ini akan meningkatkan risiko untuk menjalani persalinan caesar untuk kehamilan pertama, kedua, atau seterusnya. Kecilnya panggul juga dibandingkan dengan ukuran bayi yang dikandung, sehingga secara tidak langsung ukuran bayi yang besar juga akan memperbesar risiko terjadinya persalinan melalui operasi caesar.

Bila operasi caesar tidak dilakukan, maka ibu yang akan melahirkan sangat sulit untuk mengeluarkan bayi. Bahkan mengejan pun akan terasa sia-sia. Hal tersebut akan membuat ibu cepat lelah sehingga menimbulkan dampak negatif bagi si bayi (risiko yang paling tinggi yang dialami bayi adalah risiko kematian). Maka dari itulah persalinan dengan operasi caesar harus dilakukan.

2. Ibu menderita penyakit tertentu

Penyakit serius yang dimaksudkan adalah penyakit yang tidak memungkinkan untuk dilakukan proses persalinan secara normal. Salah satunya adalah penyakit diabetes. Sekitar 2% hingga 4% wanita, akan mengalami penyakit diabetes ini ketika menjalani masa kehamilan meskipun sebelumnya Anda tidak mengalami diabetes. Ini disebut sebagai diabetes gestasional, dan disebabkan oleh perubahan hormon selama masa kehamilan.

Selain itu, penyakit jantung juga bisa menyebabkan terjadinya persalinan caesar karena banyak spesialis kandungan yang mengkhawatirkan proses mengejan bisa berbahaya bagi ibu hamil yang menderita penyakit jantung.

3. Adanya kelainan pada mulut rahim

Kelainan pada mulut rahim adalah berupa tidak mampunya mulut rahim membuka sepenuhnya. Faktor ini yang menyebabkan risiko persalinan caesar semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena kondisi mulut rahim ibu hamil sama sekali tidak menguntungkan dan tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal.

Penyebab terjadinya kelainan pada mulut rahim adalah kurangnya persiapan ibu hamil ketika berada diawal usia kehamilan hingga menuju proses persalinan. Hal ini yang menyebabkan ibu hamil melakukan operasi caesar lagi untuk persalinan kedua atau seterusnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
bayi terinfeksi COVID-19

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020