3 Penyebab Ibu Harus Operasi Caesar Lagi untuk Anak Kedua

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ada beberapa faktor penyebab mengapa persalinan dengan operasi caesar harus dilakukan. Ibu yang pernah melahirkan secara caesar biasanya akan cenderung melahirkan anak kedua atau ketiga dengan operasi caesar lagi. Proses persalinan caesar ini bukanlah sebuah pilihan, melainkan suatu proses darurat persalinan yang harus dilakukan agar ibu bisa melahirkan bayinya dengan selamat. Lalu, mengapa ibu yang melahirkan dengan operasi caesar cenderung melakukan persalinan kedua secara caesar lagi?

Apa itu operasi caesar?

Operasi caesar adalah salah satu cara persalinan yang menggunakan metode pembedahan. Proses persalinan ini harus dilakukan apabila sang ibu hamil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan untuk melahirkan normal.

Saat sedang menjalani proses melahirkan, tentu semua hal tidak pasti berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berbagai gangguan dapat timbul sejalan dengan proses tersebut. Terkadang gangguan tersebut membuat ibu tidak bisa melahirkan secara normal.

Keputusan persalinan dengan operasi caesar, direncanakan atau tidak, harus diambil dengan alasan yang kuat. Operasi yang tidak direncanakan, diputuskan beberapa saat sebelum janin dilahirkan.

Apa penyebab ibu harus caesar lagi saat melahirkan kedua kalinya?

Anda yang pernah melakukan kelahiran dengan operasi caesar di proses persalinan sebelumnya maka akan memiliki risiko yang lebih besar dalam menjalani proses persalinan caesar lagi pada kehamilan kedua atau selanjutnya. Mengapa? Ini alasannya.

1. Panggul ibu yang terlalu kecil

Jika panggul Anda berukuran kecil, hal ini akan meningkatkan risiko untuk menjalani persalinan caesar untuk kehamilan pertama, kedua, atau seterusnya. Kecilnya panggul juga dibandingkan dengan ukuran bayi yang dikandung, sehingga secara tidak langsung ukuran bayi yang besar juga akan memperbesar risiko terjadinya persalinan melalui operasi caesar.

Bila operasi caesar tidak dilakukan, maka ibu yang akan melahirkan sangat sulit untuk mengeluarkan bayi. Bahkan mengejan pun akan terasa sia-sia. Hal tersebut akan membuat ibu cepat lelah sehingga menimbulkan dampak negatif bagi si bayi (risiko yang paling tinggi yang dialami bayi adalah risiko kematian). Maka dari itulah persalinan dengan operasi caesar harus dilakukan.

2. Ibu menderita penyakit tertentu

Penyakit serius yang dimaksudkan adalah penyakit yang tidak memungkinkan untuk dilakukan proses persalinan secara normal. Salah satunya adalah penyakit diabetes. Sekitar 2% hingga 4% wanita, akan mengalami penyakit diabetes ini ketika menjalani masa kehamilan meskipun sebelumnya Anda tidak mengalami diabetes. Ini disebut sebagai diabetes gestasional, dan disebabkan oleh perubahan hormon selama masa kehamilan.

Selain itu, penyakit jantung juga bisa menyebabkan terjadinya persalinan caesar karena banyak spesialis kandungan yang mengkhawatirkan proses mengejan bisa berbahaya bagi ibu hamil yang menderita penyakit jantung.

3. Adanya kelainan pada mulut rahim

Kelainan pada mulut rahim adalah berupa tidak mampunya mulut rahim membuka sepenuhnya. Faktor ini yang menyebabkan risiko persalinan caesar semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena kondisi mulut rahim ibu hamil sama sekali tidak menguntungkan dan tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal.

Penyebab terjadinya kelainan pada mulut rahim adalah kurangnya persiapan ibu hamil ketika berada diawal usia kehamilan hingga menuju proses persalinan. Hal ini yang menyebabkan ibu hamil melakukan operasi caesar lagi untuk persalinan kedua atau seterusnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
pelumas seks lubrikan bikin susah hamil

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
bernafas dalam kandungan

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit