4 Tanda Paranoid Alias Parno, Apakah Anda Mengalaminya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gangguan kepribadian paranoid adalah kondisi saat seseorang memiliki cara berpikir yang aneh atau eksentrik karena selalu merasa bahwa orang lain memiliki maksud jahat tertentu kepadanya. Orang dengan gangguan kepribadian ini berasumsi bahwa orang lain akan mengeksploitasi, menyakiti, atau menipunya. Padahal tidak ada bukti sama sekali bahwa orang lain bertujuan seperti itu padanya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini berbagai gejala paranoid.

Gejala paranoid yang bisa dikenali

Untuk mengenali dengan lebih mudah apakah Anda atau orang-orang di sekitar memiliki gangguan kepribadian yang satu ini, berikut gejalanya:

1. Tidak percaya pada orang lain

Gejala utama dari orang yang memiliki gangguan kepribadian paranoid adalah ketidakpercayaan yang mengakar pada orang lain. Orang dengan gangguan kepribadian ini selalu merasa curiga akan motif seseorang dibalik sikap yang ditunjukkan padanya. Motif ini diartikannya sebagai motif jahat yang pasti akan mencelakainya.

2. Tidak mau curhat kepada orang lain

Orang dengan gangguan kepribadian ini pada dasarnya hidup normal seperti yang orang lain jalani. Hanya saja cara berpikirnya yang kemudian membedakan ia dengan orang lain. Ketika ada masalah yang dihadapinya maka orang yang paranoid tidak akan berbagi cerita karena takut informasi yang diberikannya akan digunakan untuk melakukan kejahatan padanya.

paranoid apakah gangguan jiwa

3. Cenderung menarik diri dari orang lain

Dikarenakan dirinya sulit untuk percaya pada orang lain, orang yang paranoid cenderung menarik diri dari lingkungannya. Ia merasa semua orang akan berbuat jahat padanya sehingga baginya tidak ada alasan untuk berdekatan atau meminta bantuan orang lain.

4. Meragukan komitmen dan kesetiaan

Dalam sebuah hubungan baik pacaran maupun pernikahan, orang yang paranoid akan selalu merasa bahwa pasangannya tidak setia atau bermain di belakangnya. Padahal, hal ini sama sekali tidak berdasar. Akibatnya, orang dengan gangguan kepribadian ini akan menjadi pasangan yang suka mengendalikan dan sangat pencemburu.

5. Sangat sulit untuk bersikap santai

Pikiran yang selalu dipenuhi oleh kecurigaan pada orang lain membuat orang paranoid sangat sulit untuk bersantai. Misalnya, ketika sedang menghabiskan waktu di sebuah kafe lalu ada orang yang tiba-tiba mengarahkan pandangan padanya, maka pikirannya akan langsung bergejolak memikirkan semua kemungkinan buruk secara berlebih. Akibatnya, bukannya santai yang didapat malah ia terus berada dalam kecemasan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Serangan Panik

Panik adalah insting alamiah manusia yang mendeteksi datangnya bahaya. Namun, serangan panik adalah kondisi lain yang disebabkan oleh gangguan klinis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Apakah Anda Yakin Ditaksir Orang yang Anda Cintai? Bisa Jadi Itu Tanda Erotomania

Terlalu yakin ditaksir selebriti atau orang terkenal adalah tanda khas dari erotomania syndrome. Yuk, kenali lebih dalam kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Apakah Ada Perbedaan Kesepian yang Wajar dengan Kesepian Akibat Depresi?

Hampir semua orang pernah merasa kesepian. Namun, buat sebagian orang kesepian bisa jadi tanda depresi. Lalu apa perbedaan dua jenis kesepian ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
menghadapi orangtua

Kesal Menghadapai Orangtua yang Memojokkan Anda? Hadapi dengan 3 Langkah Bijak Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Serba-Serbi Mengahadapi Anak Introvert

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
perfeksionis

Menjadi Seorang Perfeksionis itu Baik atau Buruk, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit