5 Tips Mengatasi Rasa Takut dan Cemas Menjelang Operasi Caesar

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019
Bagikan sekarang

Bayangan harus menjalani operasi besar tak ayal membuat banyak ibu yang merasa cemas dan waswas sebelum melahirkan caesar. Tenang, hal ini wajar dan umum dialami. Selain memperbanyak doa dan mempercayakan proses persalinan pada tim dokter, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menyingkirkan rasa cemas menjelang hari-H operasi. Simak tips-tipsnya berikut ini

Beragam cara mudah mengatasi rasa cemas sebelum melahirkan caesar

1. Cari tahu tentang operasi caesar

Cara pertama mengatasi cemas sebelum melahirkan bisa diatasi dengan mencari tahu informasi mengenai prosedur yang akan Anda jalani nantinya. Beberapa jenis kecemasan dan ketakutan, umumnya sangat normal dirasakan. Namun Anda pasti tidak ingin rasa cemas berlebih membuat hari bahagia yang ditunggu-tunggu ini kacau, kan? Maka untuk mengatasi rasa cemas ini, Anda bisa membekali diri Anda dengan pengetahuan dan informasi tentang operasi caesar sebanyak-banyaknya.

Daripada mencari tahu dan menerka-nerka risikonya sendiri, temui dokter dan ajaklah berdiskusi sambil menenangkan diri bersama ahlinya. Tidak jarang juga, 2 atau 3 hari sebelum jadwal operasi caesar, rumah sakit akan meminta Anda datang guna menerima arahan persiapan operasi caesar. Jadi, Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk meminta staf atau perawat rumah sakit membantu Anda mengatasi cemas sebelum melahirkan caesar.

2. Meditasi rutin sebelumnya

Untuk menenangkan batin dan mempersiapkan diri menjelang hari-H, Anda bisa mencoba bermeditasi selama masa kehamilan. Meditasi nyatanya ampuh untuk mengatasi cemas sebelum melahirkan secara caesar. Coba luangkan waktu sekitar 10-15 menit setiap harinya, lakukan dalam kurun waktu 3 bulan sebelum perkiraan waktu melahirkan. Meditasi yang dilakukan secara rutin, berguna juga untuk menenangkan pikiran dan membuat tidur lebih nyenyak tanpa harus membayangkan hal-hal menegangkan pada saat kelahiran buah hati nanti.

3. Setel musik sebelum melahirkan

Saat ini banyak dokter,ataupun rumah sakit yang menawarkan untuk menyalakan musik selama proses dan sebelum operasi caesar berlangsung. Ruang operasi yang kesannya dingin, kaku dan menegangkan, bisa menjadi tempat yang ‘lebih hangat’ dengan adanya alunan musik.

Mendengarkan musik yang disetel di ruang operasi tak hanya membuat Anda lebih tenang, namun dokter, perawat dan bidan yang bertugas pun juga bisa menjadi lebih rileks. Sayangnya, belum semua rumah sakit mengizinkan untuk menyetel musik. Anda bisa membawa alat pemutar musik sendiri dari rumah dan mendengarkannya lewat headset. Baiknya, Anda bertanya dulu atau mengajukan metode ini pada rumah sakit jauh-jauh hari sebagai cara mengatasi cemas sebelum melahirkan caesar.

(Source: www.shutterstock.com)

4. Ajak ngobrol suami atau orang sekitar

Buat para calon ibu yang sedang harap-harap cemas sebelum melahirkan caesar, ada baiknya jangan berdiam diri sendirian menanggung rasa cemas ini. Kecemasan yang timbul nyatanya bisa dihilangkan sesederhana dengan mengobrol atau berbincang bersama orang lain, lho! Coba ajak bicara teman, suami, atau bahkan dengan perawat di rumah sakit. Disarankan untuk berbincang atau sekadar bertukar cerita bersama teman yang sedang dalam masa kehamilan juga. Hal ini berguna untuk mengurangi efek ketegangan dan mengalihkan pikiran Anda dari rasa takut.

5. Datang ke rumah sakit lebih awal

Bila operasi caesar sudah direncanakan, biasanya dokter juga akan menentukan jam operasi yang disesuaikan dengan jadwalnya. Anda bisa mengatasi cemas sebelum melahirkan ini, dengan datang ke rumah sakit lebih awal. Dengan datang lebih awal, Anda bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan suasana rumah sakit agar lebih tenang.

Jadi, ada baiknya datang 3-5  jam lebih awal. Sebab, sebelum masuk kamar operasi, dibutuhkan paling tidak sekitar 2 jam persiapan, termasuk mengurus administrasi, memasang infus, berganti pakaian, mengecek keadaan bayi, dan persiapan lainnya. Kalau datang ke rumah sakitnya saja sudah terlambat, pasti akan membuat panik  dan semua persiapan justru dilakukan dengan terburu-buru.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 25/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020