Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Penyebab Terjadinya Serangan Jantung Setelah Melahirkan?

Apa Penyebab Terjadinya Serangan Jantung Setelah Melahirkan?

Beberapa wanita cukup berisiko untuk mengalami serangan jantung setelah melahirkan, bahkan jika mereka tidak pernah memiliki riwayat penyakit jantung sejak sebelum kehamilan. Apa penyebabnya?

Apa penyebab serangan jantung setelah melahirkan?

Serangan jantung pada umumnya terjadi akibat adanya penyumbatan plak di pembuluh darah arteri yang menyebabkan pasokan darah menuju otot-otot jantung terhambat. Serangan jantung juga bisa disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah.

Namun pada ibu baru, serangan jantung setelah melahirkan lebih disebabkan oleh robekan di dinding pembuluh arteri yang terjadi mendadak. Dalam dunia medis, sobekan spontan di pembuluh arteri disebut dengan diseksi arteri koroner spontan (SCAD). Menurut American Heart Association, hampir 30% kasus SCAD terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan. Sekitar 80% pasien yang mengalami SCAD sebelumnya adalah wanita yang cukup muda, sehat, dan aktif.

Dinding arteri memiliki tiga lapisan. Jika sobekan terjadi pada lapisan dinding dalam, aliran darah yang merembes keluar bisa terjebak di antara dua lapisan lainnya dan lama-lama membentuk gumpalan (thrombosis). Bekuan darah tersebut kemudian memperlambat aliran darah ke jantung. Otot dan jaringan jantung yang tidak menerima oksigen akan terus mengalami kerusakan hingga pada akhirnya pun mati.

SCAD tidak ketahui penyebab pastinya. Namun pada wanita yang baru melahirkan, risikonya bisa dipengaruhi oleh perubahan hormon tubuh, penurunan produksi kolagen, dan perubahan proses penggumpalan darah selama masa pemulihan.

Selain itu, risiko penyakit jantung setelah melahirkan juga bisa meningkat dipengaruhi oleh kinerja otot jantung yang bertambah berat. Selama kehamilan, otot jantung akan memompa darah hingga 50 persen lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Otot jantung jadi melemah sehingga menyebabkan jantung membesar. Akibatnya, jantung tidak dapat bekerja optimal untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika tidak cepat-cepat ditangani, SCAD bisa menyebabkan kelainan irama jantung, serangan jantung, hingga bahkan kematian mendadak.

Apa saja tanda dan gejala serangan jantung setelah melahirkan?

Wanita pada umumnya harus lebih jeli lagi untuk memperhatikan gejala-gejala serangan jantung. Seringkali, gejala yang tampak hanyalah rasa lelah luar biasa, mual dan/atau pusing. Ditambah lagi, sejumlah keluhan seperti kelelahan dan pusing juga umum dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan.

Selain itu, SCAD juga sulit didiagnosis karena sobekan pembuluh darah biasanya tidak menimbulkan gejala yang berarti.

Namun, ada baiknya Anda mewaspadai beberapa tanda khas serangan jantung pada wanita, seperti:

  • Sakit/nyeri dada, atau dada terasa tak enak
  • Detak jantung cepat
  • Sakit di lengan, punggung, bahu, leher, atau rahang
  • Sesak napas
  • Mual
  • Pusing
  • Badan terasa sangat lelah, lebih dari biasanya
  • Berkeringat lebih banyak dari biasanya

Bagaimana dokter mendiagnosis serangan jantung setelah melahirkan?

Bila Anda mencurigai Anda atau kerabat terdekat lain mengalami gejala serangan jantung, segera ke dokter.

Dokter dapat memastikan apakah serangan jantung tersebut benar disebabkan oleh SCAD — terutama apabila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya penumpukan plak lemak khas aterosklerosis.

Bagaimana mengobati serangan jantung setelah melahirkan?

Pengobatan dan perawatan serangan jantung setelah melahirkan akan disesuaikan dengan kondisi Anda, termasuk juga lokasi robekan arteri dan gejala yang Anda tunjukkan.

Umumnya, dokter dapat meresepkan obat-obatan yang dapat mengembalikan aliran darah ke jantung, seperti aspirin, obat pengencer darah, obat untuk tekanan darah, obat untuk mengendalikan nyeri dada, dan obat kolesterol. Terapi pengobatan harus dilakukan secara rutin untuk memantau kondisi jantung Anda. Dokter mungkin juga akan melakukan pemasangan ring jantung (stent) melalui pembedahan arteri.

Untuk mencegah risiko ini, pastikan Anda selalu rutin memeriksakan kesehatan selama kehamilan, juga rutin periksa kandungan. Bila ada keluhan terkait dengan sesak napas dan rasa nyeri dada saat hamil, segera konsultasikan ke dokter.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Spontaneous Coronary Artery Dissection. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spontaneous-coronary-artery-dissection/symptoms-causes/syc-20353711. Diakses 20 Maret 2018.

Cardiac Arrest from Postpartum Spontaneous Coronary Artery Dissection. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3236138/. Diakses 20 Maret 2018.

Coronary Artery Dissection: Not Just a Heart Attack. http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HeartAttack/AboutHeartAttacks/Coronary-Artery-Dissection-Not-Just-a-Heart-Attack_UCM_454434_Article.jsp#.WrCWMDO-nDc. Diakses 20 Maret 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x