backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

5 Cara Mengatasi Bayi Sungsang agar Bisa Melahirkan Normal

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 08/06/2023

5 Cara Mengatasi Bayi Sungsang agar Bisa Melahirkan Normal

Dalam sebagian besar kasus, posisi bayi sungsang dalam rahim mengharuskan ibu melahirkan dengan operasi caesar. Meski begitu, ada beberapa cara yang dapat Anda upayakan untuk mengatasi bayi sungsang seperti pada pembahasan berikut ini.

Cara mengatasi bayi sungsang dalam kandungan

pijat pada ibu hamil

Menjelang hari persalinan, janin akan berputar secara alami dalam rahim dengan posisi kepala ke bawah. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan istilah posisi vertex.

Namun, terdapat 3–4% janin yang tidak berada dalam posisi semestinya dengan kepala berada di atas rahim dan panggul menghadap ke bawah. Hal inilah yang disebut bayi sungsang.

Bayi sungsang bisa diketahui lewat pemeriksaan palpasi abdomen atau USG pada kehamilan 35–36 minggu.

Apabila ibu mengalami kondisi ini, dokter umumnya akan menyarankan beberapa cara di bawah ini untuk membantu mengatasi bayi sungsang.

1. External cephalic version (ECV)

Jika posisi janin sungsang dan usia kehamilan Anda lebih dari 36 minggu, dokter mungkin akan menyarankan prosedur external cephalic version (ECV).

Prosedur ini melibatkan tekanan kuat tetapi cukup lembut pada perut Anda untuk memutar janin agar posisinya ideal.

ECV hanya bisa Anda lakukan di rumah sakit dengan pemantauan yang ketat. Dokter juga akan memantau posisi dan detak jantung janin menggunakan USG.

Tidak semua ibu boleh melakukan ECV. Prosedur ini cukup berisiko bagi Anda yang mengalami kehamilan kembar, memiliki riwayat perdarahan vagina, atau plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir).

2. Pengaturan postur (postural management)

Selain upaya medis, Anda juga dapat mengatur postur tubuh Anda untuk membantu mengubah posisi janin yang sungsang menjadi vertex

Konsep dasar dari metode ini yaitu penggunaan gravitasi bumi untuk mengubah posisi kepala bayi menuju ke arah leher rahim (serviks).

Berikut adalah beberapa penyesuaian posisi untuk mengatasi bayi sungsang yang bisa Anda coba.

  • Breech tilt. Posisi berbaring telentang dengan pinggul terangkat yang akan membantu memiringkan rahim sehingga memudahkan bayi untuk berbalik.
  • Knee chest. Posisi duduk pada permukaan datar, kemudian menekuk kedua lutut sampai menempel ke arah dada semampunya saja.
  • Inversion. Posisi berlutut dengan bagian tubuh atas yang secara perlahan menekuk ke depan hingga kepala menempel permukaan lantai.

Lakukan posisi-posisi di atas selama 15 menit dan ulangi beberapa kali sehari. Agar kegiatan ini lebih aman, pastikan Anda melakukannya dengan pengawasan suami atau keluarga Anda. 

3. Chiropractic

chiropractic

Teknik chiropractic yang digunakan untuk mengatasi janin sungsang disebut dengan teknik Webster. Umumnya, prosedur ini disarankan saat usia kehamilan 8 bulan.

Sesuai namanya, teknik ini dikembangkan oleh Larry Webster, pendiri International Chiropractic Pediatric Association (ICPA) pada 1978 silam.

Terapi ini akan membantu merilekskan panggul yang memengaruhi rahim, otot, dan jaringan ikat di sekitarnya. Hal ini diharapkan membuat janin bisa berputar secara alami.

Tidak sembarang orang dapat melakukan teknik Webster. Pastikan Anda melakukan terapi ini hanya dengan chiropractor dan klinik yang telah tersertifikasi.

4. Terapi hipnosis

Sebelum melakukan ECV, dokter mungkin menyarankan hipnosis untuk membuat tubuh dan pikiran Anda jadi lebih rileks, tenang, serta fokus.

Penelitian yang dimuat oleh American Journal of Clinical Hypnosis (2012) menemukan bahwa terapi hipnosis klinis mampu meningkatkan keberhasilan prosedur ECV.

Dari 78 wanita yang menerima hipnosis sebelum ECV, sebanyak 32 di antaranya (41,6%) berhasil melakukan prosedur ini sehingga membuat janin dalam posisi ideal atau vertex.

5. Akupuntur

Untuk mengatasi janin sungsang, terapis akupuntur akan menusukkan jarum pada titik Zhiyin (BL67) yang terletak pada ujung jari kelingking kaki Anda.

Teknik ini dipercaya merangsang aliran energi dan merilekskan otot rahim sehingga membantu memutar posisi kepala bayi hingga berada di bawah.

Terapi ini biasanya dipadukan dengan moksibusi (moxibustion), yakni membakar lintingan daun dan ramuan herbal kering yang disebut sebagai tongkat moxa (moxa stick).

Akupuntur dan moksibusi sering dilakukan pada usia kehamilan 32–36 minggu. Metode ini diklaim meningkatkan peluang janin berubah posisi menjadi vertex sehingga ibu bisa melahirkan normal.

Apakah cara mengatasi bayi sungsang selalu berhasil?

Prosedur ECV maupun beragam cara mengatasi bayi sungsang di atas tidak selalu berhasil dilakukan.

Terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan ECV, seperti ukuran dan posisi janin dalam rahim, volume cairan ketuban, serta usia dan kesehatan ibu hamil.

Lantaran berisiko bagi keselamatan ibu dan bayi, biasanya dokter menyarankan untuk melakukan operasi caesar daripada persalinan normal bila posisi janin sungsang.

Apabila dipaksakan, kepala bayi bisa tersangkut dalam vagina karena keluar paling akhir. Hal ini juga bisa menyebabkan prolaps tali pusar yang berbahaya untuk bayi.

Pastikan Anda memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter kandungan secara rutin. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui metode persalinan yang tepat demi keselamatan diri sendiri dan bayi Anda.

Kesimpulan

  • Posisi bayi sungsang membuat ibu lebih sulit melahirkan secara normal.
  • Untuk mengatasi dan memutar janin ke posisi ideal, Anda dapat melakukan prosedur ECV, pengaturan postur tubuh, chiropractic, hipnosis, dan akupuntur.
  • Keberhasilan dari cara mengatasi bayi sungsang tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, seperti ukuran dan posisi janin, volume cairan ketuban, serta kesehatan ibu.
  • Dalam sebagian besar kasus, operasi caesar menjadi pilihan yang lebih aman untuk melahirkan bayi dalam posisi sungsang.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 08/06/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan