Manfaat Afirmasi Positif Ibu Hamil dan Ibu Melahirkan Bagi Kesehatan Jiwanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seluruh proses kehamilan hingga persalinan akan menguras banyak energi ibu, baik secara fisik maupun psikis. Ini juga yang menjadi alasan mengapa ibu baru melahirkan rentan mengalami stres, baby blues, dan depresi pascapersalinan. Guna mencegahnya, ibu hamil dapat membentengi diri dengan afirmasi positif.

Apa itu afirmasi positif dan apa saja manfaatnya bagi Anda? Simak informasi berikut untuk mengetahui selengkapnya.

Pentingnya afirmasi positif bagi ibu hamil dan melahirkan

masalah kulit setelah melahirkan

Ketika Anda kesulitan melakukan sesuatu, terkadang penyebabnya bisa berasal dari pikiran negatif seperti, “saya tidak bisa”, “ini sulit”, “bagaimana kalau ada hal buruk?” dan sejenisnya. Kondisi yang sama pun berlaku bagi ibu hamil ataupun ibu yang baru melahirkan.

Secara alamiah, ibu merasa takut terhadap apa pun yang mengancam anaknya. Hal ini sebenarnya berguna karena ibu menjadi lebih waspada. Namun, rasa waspada yang berlebihan bisa mengakibatkan kecemasan, stres, rasa frustrasi, hingga depresi.

Afirmasi adalah kata-kata positif yang dapat membantu Anda mengatasi pikiran negatif tersebut. Dengan memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri, ibu hamil secara tidak langsung juga menanamkan berbagai sugesti baik ke dalam alam bawah sadarnya.

Ini sangatlah penting, sebab apa yang Anda yakini dapat memengaruhi tindakan Anda selanjutnya. Jika Anda percaya bahwa Anda mampu melakukan sesuatu, pikiran tersebut akan membantu saat Anda betul-betul harus melakukannya.

Ketika Anda berpikir positif dan berupaya menyebarkan suasana yang menyenangkan, hal-hal baik pun akan dengan sendirinya mengikuti Anda. Teori ini dikenal sebagai law of attraction dan telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan jiwa.

Sebuah penelitian dalam jurnal PLos ONE menemukan bahwa afirmasi bisa membantu meringankan stres. Sementara dalam penelitian lain, afirmasi positif bahkan dapat menurunkan risiko depresi pada wanita berusia 18-24 tahun.

Cara menanamkan afirmasi positif bagi ibu hamil

VBAC adalah, melahirkan normal setelah caesar

Berpikir positif memang tidak mudah, apalagi bila Anda adalah seorang ibu hamil atau ibu yang baru melahirkan. Pasalnya, Anda harus menghadapi perubahan tubuh setelah melahirkan, rasa lelah, nyeri, atau mungkin rasa bingung saat bayi menangis.

Semua perubahan yang terjadi secara bersamaan bisa menimbulkan rasa khawatir dan pikiran negatif, tapi Anda tidak perlu berkecil hati. Anda dapat mencoba mengatasi pikiran tersebut dengan cara berikut:

1. Menerima kekurangan diri

Bagi ibu hamil ataupun baru melahirkan, langkah awal yang bisa Anda lakukan untuk menanamkan afirmasi positif adalah menerima bahwa Anda memiliki kekurangan. Tidak ada ibu yang sempurna, dan tidak ada yang salah dengan ini.

2. Menyibukkan diri sendiri

Buatlah otak Anda sibuk dengan melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi, misalnya bermain puzzle atau membaca buku. Jika tubuh Anda cukup sehat, cobalah berjalan kaki, mendengarkan musik sambil berdansa, atau lakukan kegiatan lainnya.

3. Meningkatkan rasa percaya diri dan tetap produktif

Tingkatkan kepercayaan diri Anda dengan berdandan, mengobrol dengan orang lain, atau memakai pakaian bagus. Bila ada sesuatu yang harus Anda kerjakan, jangan tunda dan segera tuntaskan agar tidak menjadi beban pikiran.

4. Mengendalikan emosi negatif

Afirmasi positif mungkin sulit diterapkan karena Ibu hamil dan baru melahirkan biasanya menjadi mudah marah, frustrasi, dan tidak sabar. Ketika emosi negatif muncul, coba kendalikan dengan teknik pernapasan, beristirahat, atau bercerita pada orang terdekat.

5. Mengatakan hal positif kepada diri sendiri

Ada banyak sugesti positif yang dapat Anda katakan kepada diri sendiri. Setiap ibu mungkin juga memiliki kata-kata positif yang menjadi favoritnya. Sebagai awalan, cobalah mengatakan hal-hal seperti:

  • Saya merasa cukup dengan apa yang saya miliki sekarang.
  • Saya adalah ibu yang baik bagi anak saya.
  • Saya menyayangi anak saya.
  • Saya sehat, cantik, dan kuat.
  • Saya sedang menjalani kehidupan yang baik.

Beragam perubahan setelah persalinan membuat ibu menjadi rentan terhadap stres, frustrasi, depresi, serta masalah kejiwaan lainnya. Kabar baiknya, afirmasi positif dapat membantu ibu hamil maupun yang baru melahirkan dalam melewati semua ini.

Berpikir positif di tengah kesibukan menjadi ibu mungkin sulit, tapi tidak berarti mustahil. Perlahan tapi pasti, setiap pikiran positif yang Anda tanamkan kepada diri sendiri akan membantu Anda menjadi seorang ibu yang tangguh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Usai melahirkan tidak sedikit ibu yang mengalami depresi postpartum. Bagaimana peran ayah membantu ibu tercinta melewati depresi postpartum?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 1 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Hal yang Harus Dilakukan agar Menjadi Orangtua yang Lebih Positif

Sikap orangtua bisa mencerminkan anak-anaknya. Lalu, bagaimana cara menjadi orangtua yang baik dan lebih positif terhadap anak? Berikut penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Tips Parenting 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, Ini Olahraga yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Olahraga yang dilarang untuk ibu hamil perlu diperhatikan untuk menghindari risiko pada ibu dan bayi dalam kandungannya. Berikut daftar olahraganya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan makan setelah melahirkan

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Segudang Manfaat yang Ditawarkan dari Memelihara Ikan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
ibu hamil melahirkan di rumah sakit

Sebelum Ibu Hamil Melahirkan di Rumah Sakit, Perhatikan Dulu Hal Penting Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit