Tips Menghitung Masa Subur dan Merencanakan Kehamilan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/04/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi beberapa pasangan, kehamilan merupakan sesuatu yang mudah. Namun, bagi pasangan lain, hal ini membutuhkan kesabaran dan sedikit keberuntungan. Banyak yang telah mencoba melakukan penghitungan masa subur, tetapi masih gagal untuk hamil. Perlu kita ketahui juga bahwa tidak semua metode menghitung masa subur akan akurat. Hal ini dapat dipengaruhi oleh siklus menstruasi yang tidak teratur, menurunnya tingkat kesuburan, atau terdapat kesalahan pada metode yang Anda pakai.

Bagaimana cara menghitung masa subur yang benar?

Dr. Philip B.Imler & David Wilbanks dalam bukunya yang berjudul The Essential Guide to Getting Pregnant menyarankan untuk menargetkan ovulasi sebagai waktu yang tepat berhubungan seks jika Anda ingin hamil. 

Sebenarnya, pembuahan hanya dapat terjadi saat ovulasi. Namun, ovulasi atau lepasnya telur (ovum) dari indung telur (ovarium) hanya terjadi satu kali pada satu hari dalam satu siklus. Hanya pada saat ini lah, sperma dapat bertemu dengan ovum. Namun sayangnya, tidak ada yang bisa memastikan dengan tepat hari terjadinya ovulasi pada seseorang. Maka dari itu, menentukan masa subur sangat penting karena pada masa inilah kemungkinan besar ovulasi terjadi.

Pertama-tama, Anda harus mengetahui siklus menstruasi Anda. Pada umumnya, siklus menstruasi wanita berlangsung selama 28 hari. Namun bila siklus Anda lebih pendek atau lebih panjang, misalnya 32 hari, ini masih dianggap normal. Siklus ini dimulai sejak hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya.

Pada wanita dengan siklus haid 28 hari, ovulasi diperkirakan akan terjadi pada hari ke-14 atau pertengahan siklus menstruasi. Namun sekali lagi, ini bukanlah sesuatu yang pasti. Bisa saja ovulasi terjadi lebih cepat atau lebih lambat. Untuk itu penting memperkirakan masa subur yang berlangsung pada hari ke-6 hingga hari ke-21 (ingat, ini perhitungan untuk siklus haid 28 hari). Pada masa inilah sebaiknya Anda berhubungan secara teratur untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan. 

Sebaiknya Anda ketahui juga tanda-tanda terjadinya ovulasi, yaitu

  • cairan vagina menjadi lebih tipis dan licin
  • ada peningkatan suhu tubuh basal
  • perubahan posisi dan kekenyalan serviks 

Atau, Anda juga dapat menghitung kapan masa subur dan ovulasi Anda selanjutnya, menggunakan Kalkulator Masa Subur di bawah ini. Cukup dengan klik gambar berikut:

Membuat jadwal masa subur

Lakukan pencatatan untuk membantu Anda mengingat hari yang baik untuk merencanakan kehamilan.

  1. Segera tandai kalender pada hari pertama Anda menstruasi, karena itu merupakan hari 1 siklus Anda.
  2. Hitung maju 6 hari ke depan. Hari ke-7 adalah hari yang menjadi awal masa subur Anda.
  3. Beri tanda pada kalender pada fase subur yang berlangsung selama 14 hari dari hari 7-20 (atau hari 6-21 bila Anda ingin lebih yakin).
  4. Mulai untuk fokus melakukan hubungan seks setiap hari saat masa subur untuk bertemu dengan masa ovulasi.

Perlu diingat bahwa metode ini hanya dapat diandalkan oleh wanita dengan siklus menstruasi yang lebih pendek dari 31 hari. Artinya, dari hari pertama menstruasi hingga ke menstruasi berikutnya, ada jarak waktu yang tak lebih dari 31 hari. Jika Anda memiliki siklus yang lebih panjang atau tidak teratur, maka Anda harus melacak ovulasi lebih seksama. Namun, untuk sebagian besar, metode ini merupakan metode terbaik dengan cara termudah dalam menargetkan ovulasi dan memaksimalkan usaha Anda untuk hamil.

Cara memaksimalkan kesuburan

1. Rutin melakukan seks

Jika Anda secara konsisten berhubungan seks dua atau tiga kali dalam seminggu, Anda memiliki kemungkinan besar untuk menyentuh masa subur di beberapa titik. Bagi pasangan sehat yang ingin hamil, tidak ada istilah terlalu banyak seks, karena inilah yang Anda perlukan.

2. Melakukan seks sekali sehari berdekatan dengan waktu ovulasi

Inilah fungsi utama menghitung masa subur, yaitu untuk mengetahui kapan Anda berovulasi. Berhubungan seks setiap hari menjelang ovulasi dapat meningkatkan kemungkinan pembuahan. Meskipun konsentrasi sperma pasangan Anda akan sedikit drop setiap kali melakukan seks, namun berkurangnya sperma tidak akan menjadi masalah untuk pria sehat.

3. Menjaga gaya hidup sehat

Jaga berat badan yang sehat, termasuk melakukan olahraga sederhana dalam rutinitas keseharian Anda, makan makanan yang bergizi, membatasi kafein, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, berhenti minum alkohol, dan mengelola stres. Kebiasaan ini juga baik dilakukan sejak sebelum masa kehamilan.

4. Mempertimbangkan perencanaan prakonsepsi

Dokter Anda akan dapat menilai kesehatan Anda secara keseluruhan dan dapat membantu Anda mengidentifikasi perubahan gaya hidup yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk dapat hamil. Perencanaan prakonsepsi sangat membantu jika Anda dan pasangan Anda memiliki masalah kesehatan. Lengkapi vaksinasi yang belum Anda dapatkan dan jalani pengobatan bila Anda memiliki penyakit yang dapat memengaruhi kehamilan dan bayi. Konsultasikan dengan dokter mengenai obat yang aman dikonsumsi untuk persiapan kehamilan.

5. Mengonsumsi vitamin

Asam folat memainkan peranan penting dalam perkembangan bayi. Mengonsumsi vitamin prenatal harian atau suplemen asam folat beberapa bulan sebelum konsepsi, secara signifikan dapat mengurangi risiko spina bifida dan cacat pada tabung saraf. Konsultasikan dengan dokter mengenai vitamin apa yang diperlukan.

6. Berhubungan seks di pagi hari

Setelah tubuh beristirahat dengan baik, terutama setelah Anda tidur di malam hari, maka tubuh Anda akan berada pada kondisi prima. Dokter juga percaya bahwa seks di pagi hari akan memberikan peluang yang lebih tinggi untuk mencapai pembuahan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit