6 Pilihan Pengobatan Bagi Pengidap PCOS

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah gangguan kesuburan yang rentan terjadi pada wanita berusia subur. Kondisi ini menyebabkan hormon dalam tubuh wanita tidak seimbang karena faktor yang tidak diketahui. Gejala khas PCOS adalah haid yang tidak teratur, meningkatnya kadar hormon pria (androgen), dan kemunculan banyak kista pada ovarium. Berikut pilihan pengobatan yang paling umum direkomendasikan untuk pengidap PCOS.

Cara mendiagnosis sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sebelum menentukan pengobatan PCOS yang terbaik untuk Anda, dokter akan lebih dulu menanyakan riwayat kesehatan Anda. Pertanyaannya dapat meliputi perubahan berat badan dan siklus haid selama ini.

Pemeriksaan fisik kemudian meliputi cek pertumbuhan rambut di tempat yang tidak seharusnya, jerawat berlebihan, dan resistensi insulin. Pertumbuhan bulu halus di tubuh serta kemunculan jerawat pada pengidap PCOS disebabkan karena meningkatnya hormon androgen.

Jika gejala yang muncul dicurigai sebagai tanda PCOS, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan panggul, tes darah, dan ultrasound untuk memastikan diagnosis

Bila perlu, Anda juga akan menjalani skrining gejala depresi dan kecemasan, skrining gejala sleep apnea obstruktif, serta pemeriksaan tekanan darah, toleransi glukosa, kadar kolesterol, dan kadar trigliserida secara berkala.

Pilihan pengobatan untuk mengatasi gejala PCOS

Setelah diagnosis ditetapkan, berikut ini pilihan pengobatan untuk mengatasi PCOS:

1. Ubah gaya hidup

Dokter umumnya akan menyarankan Anda mengubah kebiasaan hari-hari lebih dulu sebagai pengobatan awal untuk PCOS.

Perubahan tersebut biasanya akan difokuskan pada pola makan yang lebih sehat untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Pengidap PCOS dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan berlemak dan tinggi gula. Sebaiknya perbanyak konsumsi makanan berserat, karena makanan ini meningkatkan kadar gula secara perlahan.

Selain mengubah pola makan, olahraga juga perlu rutin dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah dan insulin dalam tubuh.

2. Pakai alat kontrasepsi 

Penggunaan alat kontrasepsi adalah metode pengobatan paling umum untuk wanita pengidap PCOS yang tidak ingin hamil.

Anda bisa memilih alat kontrasepsi berupa pil KB, cincin vagina, suntikan, atau IUD (KB spiral). Obat hormonal juga dapat dikonsumsi untuk mengatasi PCOS. Salah satunya hormon progestin untuk membantu melancarkan siklus haid dan menurunkan risiko kanker rahim.

Jika alat kontrasepsi dan obat hormonal belum dapat menghentikan pertumbuhan rambut setidaknya setelah enam bulan penggunaan, dokter mungkin akan meresepkan spiroolactone. Obat ini bertujuan untuk menurunkan kadar hormon androgen dalam tubuh.

Namun, spiroolactone tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil atau wanita yang sedang merencakan kehamilan karena dapat menyebabkan cacat lahir.

3. Konsumsi obat metformin

Metformin yang biasa digunakan sebagai obat diabetes juga bisa diresepkan untuk PCOS. Obat ini secara spesifik bekerja untuk mengurangi resistensi insulin dan masalah kesuburan akibat PCOS.

Metformin bekerja melalui tiga cara, yaitu menekan produksi glukosa dalam hati, mengurangi penyerapan karbohidrat yang dikonsumsi, serta meningkatkan sensitivitas hati, otot, lemak, dan sel-sel terhadap insulin yang dibuat oleh tubuh.

Konsumsi metformin juga membantu meningkatkan ovulasi, mengatur siklus menstruasi, mengurangi gejala hirsutisme (seperti jerawat dan pertumbuhan rambut berlebih), menurunkan berat badan (jika disertai dengan diet sehat dan olahraga), serta mengurangi risiko diabetes gestasional yang rentan dialami wanita pengidap PCOS.

Dosis rata-rata metformin untuk wanita pengidap PCOS adalah sekitar 1500-2000 miligram (mg) per hari. Namun, jumlah pastinya untuk kasus Anda tentu perlu didiskusikan lebih lanjut dengan dokter.

4. Gunakan obat penghilang pambut

Obat penghilang rambut disebut depilatori, dan dapat berbentuk krim, gel, atau losion. Obat ini bekerja memecah struktur protein rambut sehingga rontok dari kulit.

Pengidap PCOS juga dapat melakukan elektrolisis (prosedur kecantikan untuk menghilangkan rambut dari akarnya menggunakan arus listrik) dan terapi laser.

5. Konsumsi obat kesuburan

Bagi wanita pengidap PCOS yang ingin hamil, dokter mungkin meresepkan obat khusus untuk memicu ovulasi seperti clomiphene dan letrozole.

Jika pengobatan ini tidak berhasil, dokter dapat merekomendasikan suntikan hormon yang disebut gonadotropin untuk wanita PCOS yang berencana hamil.

6. Bedah ovarium

Pembedahan yang disebut ovarium drilling juga mungkin dilakukan untuk membuat ovarium bekerja lebih baik.

Dokter akan membuat luka kecil di perut menggunakan laparoskopi dengan jarum untuk menusuk ovarium dan menghancurkan sebagian kecil jaringannya.

Prosedur ini mengubah kadar hormon yang akhirnya membuat Anda lebih mudah berovulasi.

Baca Juga:

Sumber