6 Faktor yang Dapat Menjadi Penyebab Pria Tidak Subur

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
Bagikan sekarang

Saat seorang istri tak kunjung hamil, sering kali tuduhan tidak subur dilayangkan kepada istri tersebut. Padahal, sebagai seorang pria, suami juga memiliki potensi mengalami masalah kesuburan, sehingga pasangan tak bisa hamil. Namun, tahukah Anda apa saja hal yang bisa menjadi penyebab pria tidak subur?

Faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab pria tidak subur

Infertilitas atau ketidaksuburan sebenarnya masalah yang bisa dialami baik wanita maupun pria. Masalah kesuburan yang muncul pada pria menandakan adanya masalah pada sistem reproduksinya. Berikut beberapa kemungkinan penyebab pria tidak subur yang perlu Anda ketahui.

1. Terdapat masalah pada sperma

Untuk berhasil membuahi sel telur, seorang pria harus menghasilkan sel sperma yang sehat. Sel sperma tergolong sehat jika bisa berenang dengan baik dan memiliki ukuran yang ideal. Sayangnya, banyak pria yang memiliki masalah pada sperma yang diproduksinya.

Umumnya, masalah yang timbul pada sperma ini menjadi penyebab pria tidak subur. Berikut adalah beberapa masalah sperma yang mungkin terjadi pada pria.

Azoospermia

Azoospermia adalah kondisi di mana jumlah sperma yang terdapat pada air mani yang diproduksi sangat sedikit. Bahkan, bisa jadi tidak ada satupun sel sperma yang berhasil diproduksi. Hal ini menjadi penyebab pria tidak subur dan tidak bisa memiliki keturunan.

Biasanya, kondisi ini disebabkan karena pengaruh genetik atau keturunan. Adanya kelainan pada kromosom juga bisa menyebabkan jumlah, pembentukan, atau ukuran dari sperma bermasalah. Kelainan ini bisa terletak pada lokasi yang berbeda-beda pada kromosom Y yang hanya dimiliki oleh seorang pria.

Pada kasus tertentu, bagian dari kromosom Y ini mungkin hilang atau terjadi microdeletion sehingga seorang pria mengalami kemandulan. Namun, ada juga beberapa penyebab lain yang juga berpotensi membuat pria menjadi tak subur, seperti:

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol, produk yang mengandung tembakau, dan obat-obatan tertentu.
  • Infeksi virus atau gondongan yang terjadi setelah pubertas.
  • Pengobatan hernia.
  • Penyakit hormon.
  • Terpapar zat kimia beracun.
  • Terpapar radiasi.
  • Penyumbatan yang terjadi akibat adanya infeksi yang pernah terjadi sebelumnya.
  • Penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat.
  • Cedera di area selangkangan.

Oligospermia

Sedikit berbeda dengan penyebab pria tidak subur sebelumnya, oligospermia adalah kondisi di mana seorang pria tidak dapat menghasilkan jumlah sperma yang normal, yang biasa diproduksi oleh pria pada umumnya. Artinya, dalam air mani yang diproduksi, tetap terdapat sel sperma, namun dalam jumlah yang amat sedikit.

Menurut The World Health Organization (WHO) yang dikutip pada sebuah penelitian dalam jurnal berjudul Human Reproduction Update, jumlah sperma yang terhitung normal adalah 15 juta sel sperma per milimeter (mL) air mani. Jika jumlah sel sperma yang diproduksi seorang pria lebih rendah dari jumlah tersebut, maka pria tersebut mengalami oligospermia.

Kondisi yang termasuk ke dalam berbagai penyebab pria tidak subur ini, terjadi akibat berbagai kondisi dan mungkin juga pilihan gaya hidup. Salah satunya adalah pembesaran pembuluh darah di skrotum, sehingga mengganggu aliran darah menuju ke testis. Jika sudah begitu, suhu di testis akan meningkat dan mempengaruhi produksi sperma.

Ada pula beberapa kondisi lain yang juga berpotensi menyebabkan Anda mengalami oligospermia, di antaranya:

  • Penyakit menular seksual.
  • Masalah ejakulasi.
  • Obat-obatan.
  • Masalah hormon.
  • Masalah berat badan, orang dengan berat badan berlebih mungkin mengalami kondisi ini.

Bentuk sperma yang tidak normal

Normalnya, sperma berbentuk seperti binatang kecebong. Kepala sperma berbentuk oval dan dan memiliki ekor yang panjang. Namun, jika terdapat bentuk yang tidak lazim maka sel sperma akan dianggap tidak normal. Misalnya, ukuran kepala terlalu besar atau ekornya bercabang.

Menurut World Health Organization (WHO) 2010, bentuk (morfologi) sperma dikatakan normal jika setidaknya terdapat 4% sperma berbentuk normal. Ukuran sel sperma yang tidak normal berpotensi menjadi penyebab pria tidak subur karena sperma kesulitan untuk bertemu apalagi melakukan pembuahan terhadap sel telur. Meski begitu, kondisi ini masih cukup jarang terjadi pada pria dibandingkan masalah sperma yang telah disebutkan sebelumnya.

Masalah motilitas sperma

Tidak hanya jumlah, dan ukuran dari sperma yang mungkin menjadi penyebab pria tidak subur. Ternyata, motilitas dari sperma juga memiliki potensi menyebabkan kondisi tersebut. Motilitas sperma terbagi dua, yaitu progresif dan non-progresif.

Sperma dengan motilitas progresif berarti bisa berenang dengan gerakan lurus pada lingkaran yang besar. Sementara, sperma dengan motilitas yang non progresif berarti tidak bisa berenang dengan gerakan lurus pada lingkaran yang sempit.

Motilitas sperma dianggap buruk jika hampir 32% dari jumlah total sperma yang diproduksinya tidak bisa bergerak dengan baik. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai alasan. Meski begitu, motilitas sperma yang kurang baik bisa juga terjadi tanpa alasan yang jelas.

Motilitas sperma yang kurang baik bisa terjadi karena terjadi kerusakan pada testis, yang dapat berdampak pada kualitas produksi sperma. Biasanya, kerusakan pada sperma bisa disebabkan oleh beberapa kondisi:

  • infeksi
  • kanker testis
  • cedera

2. Impoten

Impoten merupakan salah satu kondisi yang bisa menjadi penyebab pria tidak subur. Impoten atau disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan seorang pria untuk melakukan ereksi. Meski hal ini bisa terjadi pada pria pada usia berapapun, kondisi ini tetap dianggap tidak normal.

Risiko seorang pria mengalami impoten bertambah seiring dengan pertambahan usia. Namun, penuaan tidak menyebabkan Anda pasti mengalami impoten. Biasanya, kondisi ini akan dialami oleh seorang pria karena suatu kondisi kesehatan lain yang dialaminya.

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab seorang pria mengalami impoten adalah kondisi kesehatan, penggunaan obat-obatan tertentu, trauma, dan pengaruh dari luar. Jika seorang pria mengalami impoten, besar kemungkinan ia tidak bisa memiliki keturunan.

3. Masalah ejakulasi

Ada beberapa jenis masalah ejakulasi yang mungkin terjadi pada pria. Masalah ejakulasi ini bisa menjadi penyebab pria tidak subur. Berikut adalah dua masalah ejakulasi yang harus Anda ketahui:

Ejakulasi retrograde

Masalah ejakulasi ini muncul saat air mani masuk ke dalam kandung kemih. Padahal, seharusnya air mani keluar dari penis saat proses orgasme. Jadi, sekalipun Anda telah mencapai klimaks saat melakukan aktivitas seksual, Anda mungkin hanya mengeluarkan air mani dalam jumlah sedikit, atau bahkan tidak sama sekali.

Ejakulasi ini mungkin juga disebut sebagai orgasme kering. Sebenarnya, masalah ejakulasi ini tidak terlalu berbahaya. Hanya saja, berpotensi menjadi penyebab pria tidak subur.

Ejakulasi dini

Ejakulasi dini merupakan salah satu ejakulasi yang terjadi lebih awal dari waktu yang seharusnya. Artinya, saat seorang pria melakukan aktivitas seks, ia sudah berejakulasi padahal belum mencapai klimaks. Kondisi ini mungkin sedikit menyebalkan, mengingat aktivitas seks menjadi kurang menyenangkan dan dapat berimbas pada hubungan Anda dan pasangan.

Biasanya, ejakulasi dini erat hubungannya dengan disfungsi ereksi atau impoten. Namun, terkadang Anda sulit membedakan masalah mana yang sedang Anda alami di antara keduanya. Meski begitu, keduanya berpotensi menjadi penyebab pria mengalami kondisi tidak subur.

4. Masalah pada testis

Masalah yang memberikan dampak tertentu pada testis juga bisa menjadi faktor penyebab pria tidak subur. Berikut adalah beberapa masalah pada testis yang mungkin menyebabkan masalah kesuburan pada pria:

Trauma pada testis

Salah satu kondisi yang mungkin terjadi pada testis adalah trauma. Biasanya, trauma muncul saat testis disakiti dengan sengaja hingga testis mengalami cedera. Pasalnya, testis tidak memiliki otot atau tulang yang dapat melindunginya. Sehingga, testis lebih rentan terhadap pukulan, tendangan, atau aksi lainnya yang mungkin dilakukan secara sengaja untuk menyakiti testis. Jika testis merasa trauma, zat yang berada di dalamnya bisa ikut rusak.

Saat testis merasa trauma, Anda akan merasakan sakit, terdapat lebam, atau testis membengkak. Di samping itu, akan keluar darah dari skrotum. Banyaknya darah yang keluar akan merenggangkan skrotum hingga skrotum tertekan dan terjadilah infeksi.

Torsio testis

Masalah lain yang mungkin terjadi pada testis dan bisa menjadi penyebab pria tidak subur adalah torsio testis. Testis terletak di dalam skrotum dan terlindungi oleh sebuah struktur yang disebut korda spermatik. Terkadang, korda spermatik terputar di sekitar testis sehingga menghambat aliran darah menuju testis.

Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit yang tiba-tiba, namun terasa cukup parah. Bahkan, rasa sakit ini juga bisa menyebabkan testis membesar dan membengkak. Kondisi ini biasanya dialami oleh pria di bawah usia 25 tahun dan disebabkan oleh cedera pada testis akibat aktivitas yang terlalu berat. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi karena hal lain yang tidak terduga.

5. Prostatektomi

Tahukah Anda bahwa prostatektomi, salah satu pengobatan untuk kanker prostat, bisa menjadi salah satu penyebab pria tidak subur? Ya, hampir tidak mungkin bagi pria yang baru saja menjalani operasi pengangkatan kelenjar prostat untuk memiliki keturunan melalui aktivitas seks.

Mengapa? Pasalnya, saat menjalani prostatektomi, baik kelenjar prostat maupun vesikula seminalis akan diangkat. Padahal, keduanya membantu air mani membawa sel sperma menuju uretra dan keluar dari penis saat ejakulasi. Maka, setelah operasi Anda mungkin akan kehilangan air mani dalam jumlah banyak sehingga ejakulasi hampir tidak mungkin terjadi.

Jika tidak ada air mani, sel sperma juga tidak bisa keluar dari dalam tubuh, apalagi masuk ke dalam rahim perempuan dan membuahi sel telur di dalamnya.

6. Diabetes

Penyakit diabetes yang dialami oleh seorang pria juga berpotensi menjadi penyebab pria tersebut tidak subur. Masalahnya, diabetes dapat menyebabkan beberapa kondisi pada sistem reproduksi. Misalnya, diabetes dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi dengan cara memengaruhi kadar hormon testosteron yang menjadi rendah.

Selain itu, akibat hormon testosteron yang menurun, gairah seks pada pria juga ikut menurun. Belum lagi dengan menurunnya kemampuan berejakulasi akibat diabetes berdampak pada saraf yang dapat mengontrol ejakulasi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sperma Berwarna Kuning, Apakah Masih Normal dan Subur?

Sperma berwarna kuning bisa saja normal, tapi mungkin juga menandakan penyakit pada beberapa kasus. Begini penjelasan lengkapnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 26/10/2019

Uap Panas dari Sauna Ternyata Membuat Pria Menjadi Kurang Subur

Merasakan uap panas dari sauna ternyata memiliki efek yang cukup buruk terhadap kesuburan pria. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesuburan, Kehamilan 19/09/2019

Apakah Efek Sterilisasi Vasektomi Dapat Dibatalkan?

Vasektomi adalah kontrasepsi pria yang permanen mencegah kehamilan. Lantas kalau ke depannya berubah pikiran, bisakah memutarbalikkan efek sterilisasi ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Hendry Wijaya
Kesuburan, Kehamilan 19/12/2018

Jumlah Sperma Rendah (Oligospermia)

Oligospermia merupakan kondisi jumlah sperma sedikit/rendah pada seseorang. Ini menjadi salah satu penyebab ketidaksuburan. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

Direkomendasikan untuk Anda

puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
infertilitas pada pria akibat kanker prostat

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020
kecepatan sperma

Membandingkan Kecepatan Sperma saat Dikeluarkan di Dalam Tubuh dan Air

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/02/2020
masalah masa subur pria

Kapan Masa Subur Pria dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 05/11/2019