5 Manfaat Air Mani yang Mengejutkan

    5 Manfaat Air Mani yang Mengejutkan

    Siapa bilang, kalau seks hanya untuk memuaskan gairah Anda dan pasangan saja? Tahukah Anda, bahwa seks punya sejuta manfaat, salah satunya dari air mani yang dikeluarkan saat pria orgasme? Mari simak fakta yang wajib Anda ketahui berikut ini

    Kandungan air mani

    Di dalam air mani, yang keluar dari penis pria saat orgasme, terkandung sel sperma (spermatozoa), fruktosa, dan berbagai enzim yang bertugas untuk membantu sperma melakukan pembuahan pada rahim. Sperma sendiri adalah cairan sel reproduksi pria yang mengandung kromosom agar pembuahan terjadi dan membentuk zigot.

    Perlu diketahui juga, bahwa air mani ini juga dihasilkan oleh kelenjar kantong semen atau biasa disebut sebagai vesikula seminalis. Ini letaknya di bagian bawah belakang kantong kemih pria. Air mani dan sperma berwarna putih keruh, dan ini disebabkan karena tingginya kandungan protein dalam air mani.

    Selain protein dan sel sperma, di dalam air mani pria juga terdapat beberapa kandungan nutrisi lain seperti asam arkobat, fruktosa, zat besi, kalsium, magnesium, sodium, potasium, vitamin B12, kalori, dan air.

    Manfaat air mani untuk kesehatan

    1. Sebagai anti depresan alami

    Beberapa penelitian telah lama menemukan fakta, bahwa seks bisa membuat mood atau suasana hati seseorang menjadi lebih baik. Ya, salah satu penelitian di New York University juga mengklarifikasi bahwa fakta tersebut benar adanya.

    Menurut penelitian tersebut yang dilakukan kepada 293 perempuan, sperma dan air mani bisa mengurangi gejala depresi, lho. Ini disebabkan karena penelitian tersebut menemukan, wanita yang tidak memperlihatkan gejala depresi, ternyata di dalam aliran darahnya terdapat sperma. Sperma dan air mani tersebut didapatkan para wanita tersebut dari hubungan seks yang mereka lakukan.

    Selain itu, studi ini juga membandingkan wanita yang berhubungan seks dengan memakai kondom dengan yang tidak memakai kondom. Ditemukanlah hasil, bahwa perempuan yang berhubungan seks tidak pakai kondom, gejala depresinya jauh lebih sedikit dibanding mereka yang pakai kondom.

    Namun bukan berarti lebih baik seks tanpa kondom, ya. Seks pakai kondom akan melindungi Anda dari berbagai penyakit kelamin. Setidaknya Anda bisa mencegah penyakit kelamin.

    2. Tidur jadi lebih nyenyak

    Manfaat air mani ternyata juga bis membuat Anda tidur lebih banyak. Tak jarang, banyak pasangan yang langsung tidur karena telah orgasme sehabis seks.

    Ini juga disebabkan karena sperma dan air mani mengandung senyawa kimia bernama melatonin. Melatonin ini punya andil dalam tubuh untuk membuat Anda tidur lelap dan rileks.

    3. Baik untuk rambut

    Bukan hanya sperma manusia saja yang bermanfaat untuk kesehatan, ternyata sperma banteng juga ada manfaatnya, lho. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air mani yang diekstraksi dari banteng meremajakan rambut yang rusak. Air mani yang ada pada banteng mengandung banyak protein yang dapat melengkapi protein di dalam molekul rambut. Rambutpun bisa sehat dan bercahaya,

    4. Menurunkan risiko kanker prostat

    The Journal of American Medical Association menyatakan, bahwa jarang ejakulasi bisa membuat Anda lebih berisiko terkena kanker prostat. Nah, maka dari itu, ejakulasi yang mengeluarkan air mani secara rutin dan tidak berlebihan malah bisa menurunkan risiko Anda terkena kanker prostat.

    5. Tekanan darah bisa menurun

    Selain beberapa fakta di atas, ada fakta lagi tentang manfaat air mani yang baik untuk kesehatan. Manfaat air mani ternyata bisa menurunkan tekanan darah, lho. Ini didapat bagi wanita yang menelan air mani. Penelitian juga menemukan, bahwa wanita jadi rendah terkena risiko preeklampsia bila menelan air sperma. Namun, bukan berarti ini fakta ini mutlak benar, ya. Untuk mencegah tekanan darah naik, Anda harus tetap konsultasi ke dokter dan minum obat secara rutin.

     

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui Nov 09, 2020
    Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri