Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita dan Pria yang Umum Terjadi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Masalah kesehatan reproduksi, pada wanita atau pria, tidak dapat dianggap sepele. Bila sudah bertambah buruk kondisinya dan lambat ditangani, kualitas hidup Anda bisa jadi taruhannya.  Sayangnya, selama ini memeriksa kesehatan reproduksi baru akan dilakukan saat hendak menikah atau berencana hamil.

Wanita dan pria sama-sama memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan pada sistem reproduksi, meski berbeda kondisi yang dialami. Jadi, apa saja yang termasuk masalah kesehatan reproduksi dan pada siapa harus berkonsultasi jika mengalaminya? Baca selengkapnya di artikel berikut ini.

Masalah kesehatan reproduksi yang umum pada wanita

pergi ke dokter kandungan

Beberapa gangguan kesehatan reproduksi yang umumnya terjadi pada wanita, meliputi:

Endometriosis

Endometriosis terjadi saat jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim, tumbuh di luar rahim. Sebagai contoh, jaringan ini tumbuh pada indung telur, belakang rahim, atau kandung kemih.

Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri di perut, punggung, perdarahan berat saat menstruasi, dan ketidaksuburan. Tidak hanya itu, endometriosis juga dapat mengganggu keberadaan telur yang telah dibuahi di dalam rahim. Akan tetapi, masalah kesehatan sperma ini biasanya tidak menyerang kesuburan secara langsung.

Artinya, masalah kesehatan reproduksi ini menyebabkan terjadinya penurunan kesuburan melalui kerusakan sperma atau sel telur.

PCOS (sindrom ovarium polikistik)

Masalah kesehatan reproduksi pada wanita ini dapat menyebabkan Anda sulit hamil. PCOS dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dapat memengaruhi ovulasi.

PCOS sering kali dikaitkan dengan resistensi insulin dan juga obesitas. Selain itu, PCOS termasuk salah satu kondisi gangguan kesuburan yang paling banyak dialami oleh wanita.

Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang mungkin dialami wanita. Penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual baik anal, vaginal, maupun oral, seperti infeksi jamur vagina, gonore, sipilis, herpes simpleks, klamidia, HIV, dan penyakit lainnya.

Kanker

Sel kanker bisa tumbuh di mana saja pada tubuh, termasuk di sekitar rahim, leher rahim, indung telur, atau vagina. Jika kondisi ini terjadi, dokter spesialis kandungan akan bekerja sama dengan dokter spesialis penyakit dalam atau bedah konsultan kanker untuk memberikan perawatan.

Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah tumbuhnya tumor jinak di bagian atas atau bagian dalam otot rahim. Kondisi ini merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang mungkin dialami oleh seorang wanita. Tumor ini bisa membesar menyebabkan perdarahan berat selama menstruasi, nyeri saat buang air dan seks, serta sakit punggung.

Bila Anda mengalami gejala dan tanda yang merujuk pada masalah reproduksi, sebaiknya segera konsultasikan pada obgyn, supaya bisa ditangani dengan cepat.

Masalah kesehatan reproduksi yang umum pada pria

Tidak hanya pada wanita, pria juga memiliki berbagai gangguan pada kesehatan reproduksi yang dapat menyebabkan pria tidak subur. Berikut beberapa diantaranya:

1. Varikokel

Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang mungkin dialami oleh seorang pria adalah varikokel. Varikokel ini adalah pembengkakan pembuluh darah yang dapat membuat testis mengering. Berdasarkan sebuah artikel yang dimuat pada Mayo Clinic, varikokel adalah salah satu penyebab masalah tidak subur pada pria.

Hal ini diduga terjadi akibat perubahan temperatur pada testis yang tidak normal. Varikokel dapat mengakibatkan berkurangnya kualitas pada sperma. Akan tetapi, masalah pria yang satu ini masih bisa diatasi, sehingga Anda masih dapat meningkatkan kembali kualitas dan fungsi sperma. Di samping itu, Anda juga bisa meningkatkan tingkat keberhasilan melakukan program bayi tabung.

2. Infeksi

Masalah kesehatan reproduksi pria yang juga tak kalah sering terjadi adalah infeksi. Ada beberapa jenis infeksi yang dapat mengganggu produksi sperma atau dapat merusak kesehatan sperma. Infeksi yang dialami oleh pria juga berpotensi menyebabkan luka yang menghalangi jalan sperma. Beberapa infeksi yang dapat menyebabkan kondisi tersebut adalah epididimis dan beberapa infeksi menular seksual lainnya seperti gonorrhea dan HIV.

Masalah kesehatan sperma yang satu ini memang dapat menyebabkan kerusakan testis secara permanen. Akan tetapi, sperma Anda masih bisa diselamatkan.

3. Masalah ejakulasi

Retrograde ejaculation atau ejakulasi terbalik adalah salah satu masalah kesehatan reproduksi yang bisa Anda alami. Kondisi ini terjadi saat air mani justru masuk ke dalam kandung kemih dan bukannya keluar melalui penis saat Anda sedang ejakulasi.

Biasanya, masalah ini terjadi karena berbagai kondisi kesehatan yang Anda alami. Sebagai contoh, Anda menderita diabetes, menggunakan obat-obatan, pernah operasi kandung kemih, atau gangguan prostat. Jika Anda mengalami masalah kesehatan reproduksi yang satu ini, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter urologi.

4. Gangguan antibodi yang merusak sperma

Gangguan antibodi yang merusak sperma dapat mengganggu kesehatan reproduksi bagi pria. Ada antibodi yang dihasilkan oleh sel-sel sistem imun. Masalahnya, antibodi sering salah diidentifikasi sebagai sperma.

Kondisi ini bisa menyebabkan antibodi yang menyerupai sperma, lama kelamaan akan berusaha menggantikan posisi sperma dan mengeliminasi keberadaan sperma yang sesungguhnya.

5. Tumor

Penyakit kanker dan keberadaan tumor di dalam tubuh Anda juga bisa mengganggu kesehatan reproduksi pada pria. Mengapa demikian? Pasalnya, penyakit kanker dan tumor dapat memengaruhi organ reproduksi pria secara langsung melalui kelenjar yang memproduksi hormon reproduksi.

Selain itu, pada sebagian kasus, tindakan untuk pengobatan tumor atau kanker juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan reproduksi. Sebagai contoh, penderita kanker yang harus operasi, radiasi atau kemoterapi.

6. Ketidakseimbangan hormon

Hormon yang tidak seimbang di dalam tubuh rupanya bisa menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan reproduksi pria. Bahkan, kondisi ini juga bisa menyebabkan pria tidak subur.

Biasanya, kondisi kesehatan yang memengaruhi kadar hormon yang diproduksi oleh hipotalamus, kelenjar pituitari, kelenjar tiroid, dan kelenjar adrenal.

7. Masalah kromosom

Masalah kromosom rupanya juga bisa menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi. Salah satu masalah kromosom ini adalah sindrom Klinefelter. Sindrom ini merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang diturunkan melalui genetik.

Masalah kromosom ini terjadi pada pria yang lahir dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y. Padahal, normalnya seorang pria lahir dengan satu kromosom X dan satu kromosom Y. Masalah kromosom ini menyebabkan pembentukan organ reproduksi pria menjadi tidak normal. Oleh sebab itu, hal ini menjadi masalah kesehatan reproduksi pria.

Ada pula beberapa kelainan genetik yang juga dapat menganggu kesehatan reproduksi pada pria, seperti kistik fibrosis, sindrom Kallmann, dan sindrom Kartagener.

8. Penyakit celiac

Ada lagi sebuah penyakit yang bisa menjadi masalah kesehatan reproduksi pada pria, yaitu penyakit celiac. Penyakit ini terjadi akibat sensitif terhadap pada protein yang bisa Anda temukan di dalam makanan.

Jika Anda tidak peduli terhadap gangguan makan Anda ini, lama-kelamaan Anda akan mengalami gangguan kesehatan reproduksi yang berujung pada ketidaksuburan.

9. Operasi-operasi terdahulu

Operasi-operasi yang Anda jalani sebelumnya, ternyata juga bisa menjadi salah satu penyebab Anda mengalami terjadi gangguan pada kesehatan reproduksi. Pasalnya, ada beberapa operasi yang dapat menghalangi Anda menghasilkan sperma saat Anda sedang berejakulasi.

Sebagai contoh, operasi vasektomi dan operasi prostat adalah dua dari beberapa jenis operasi yang mungkin menyebabkan Anda memiliki gangguan kesehatan reproduksi.

Dimana bisa dilakukan pemeriksaan masalah kesehatan reproduksi?

Memeriksakan masalah kesehatan reproduksi bagi wanita dan bagi pria berbeda. Artinya, saat ingin berkonsultasi kepada dokter mengenai mengenai masalah tersebut, pria dan wanita harus pergi ke dokter yang berbeda.

Dokter untuk wanita dalam menghadapi masalah kesehatan reproduksi

Jika Anda sakit flu dan batuk, pergi ke dokter umum tentu bisa membantu Anda untuk diobati. Beda jika Anda memiliki masalah pada sistem reproduksi.

Mungkin selama ini Anda bingung harus ke mana jika ingin memeriksakan masalah kesehatan reproduksi yang Anda alami. Pasalnya, ada dua ahli medis profesional yang sering dikaitkan dengan kehamilan, yaitu dokter kandungan dan bidan.

Keduanya sama-sama tenaga medis terlatih yang bisa membantu Anda merencanakan kehamilan, memeriksa kesehatan janin, membantu proses persalinan, hingga memberikan saran ketika Anda menyusui. Lalu, harus kemana jika ingin cek kesehatan reproduksi Anda?

Sebelum Anda memilih salah satu dari keduanya untuk memeriksakan diri saat timbul gangguan kesehatan reproduksi, ada baiknya Anda pahami lebih dulu apa itu dokter spesialis kandungan dan bidan.

Di Indonesia, dokter spesialis kandungan memiliki gelar Obstetri & Ginekologi (SpOG) dan disebut juga dengan obgyn. Mereka mempelajari dua cabang ilmu kedokteran, yaitu obstetri (kehamilan dan persalinan) dan ginekologi (masalah kesehatan reproduksi wanita).

Sementara, bidan hanya mempelajari segala hal yang berhubungan dengan kehamilan dan kelahiran saja, khususnya bagi Anda yang melahirkan normal.

Jadi, jika Anda ingin cek gangguan reproduksi yang mungkin Anda alami, sebaiknya pilih konsultasi ke dokter spesialis kandungan. Mereka sudah memiliki pengetahuan mengenai reproduksi wanita yang mumpuni sekaligus dilengkapi dengan peralatan lengkap dari rumah sakit.

Dokter untuk pria dalam menghadapi masalah kesehatan reproduksi

Sementara itu, saat pria mengalami masalah kesehatan reproduksi, para pria bisa pergi ke dokter urologi. Sebenarnya, dokter urologi adalah dokter yang biasanya menangani masalah pada kandung kemih pria maupun wanita. Akan tetapi, urolog juga dapat membantu mengatasi gangguan kesehatan reproduksi pada pria.

Dokter urologi dapat membantu menangani masalah kesehatan reproduksi pria yang Anda alami, baik yang terjadi pada penis, prostat, hingga testis.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 27, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 12, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca