Khasiat Jeruk Bali Merah (Grapefruit) untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Akhir-akhir ini jeruk bali merah yang dalam bahasa Inggris disebut grapefruit menjadi salah satu buah yang sedang naik daun. Anda bisa menemukan buah ini dengan mudah di pasar atau supermarket. Selain itu, yang membuat grapefruit cukup populer adalah berbagai industri, mulai dari kecantikan hingga makanan dan minuman, mulai menawarkan barang-barang dengan aroma atau rasa grapefruit yang manis dan segar. Di balik kesegaran dan rasa buah yang eksotis ini, ternyata grapefruit berkhasiat untuk menurunkan berat badan. Jadi, tak ada salahnya mencoba buah jeruk bali merah atau grapefruit untuk diet.

Apa saja kandungan jeruk bali merah (grapefruit)?

Grapefruit adalah sejenis jeruk yang banyak ditemukan di negara-negara dengan iklim subtropis. Buah ini pertama kali ditemukan di pulau Barbados, Amerika Selatan, sebagai hasil persilangan antara buah jeruk manis dan buah jeruk bali. Rasanya pun mirip dengan buah jeruk lainnya, yaitu kecut dan sedikit manis. Satu buah grapefruit termasuk makanan yang rendah kalori dan kadar gulanya terhitung rendah menurut indeks glikemik. Berikut adalah sebagian dari kandungan nutrisi yang terdapat pada satu buah grapefruit berukuran sedang, sesuai dengan kebutuhan harian Anda.

  • Vitamin C (107,4%)
  • Vitamin A (79%)
  • Asam pantotenat (14,4%)
  • Mineral tembaga (13,2%)
  • Serat (11,2%)
  • Kalium (10%)
  • Vitamin B1 (8,2%)

Khasiat grapefruit untuk diet

Untuk membantu menurunkan berat badan, grapefruit memiliki kandungan enzim bernama protein kinase aktif. Enzim ini membantu tubuh Anda mengolah gula dan lemak sehingga proses metabolisme pun lebih cepat. Karena proses metabolisme yang lancar, Anda pun akan semakin mudah menurunkan berat badan. Biasanya enzim protein kinase aktif akan mulai membakar gula dan lemak saat Anda berolahraga supaya otot mendapat asupan energi. Namun, enzim ini juga akan mulai bekerja ketika Anda mengonsumsi grapefruit karena buah ini memiliki senyawa nootkatone yang banyak ditemui pada buah jeruk. Senyawa tersebut mampu mengaktifkan enzim-enzim tertentu pada tubuh Anda, membakar kalori, serta mengurangi penumpukan lemak di perut.  

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UC Berkeley di Amerika Serikat menyebutkan bahwa kandungan naringin yang terdapat pada grapefruit juga bisa membantu menurunkan berat badan dan menyeimbangkan kadar gula dalam tubuh. Dalam penelitian tersebut, para peserta diminta untuk mengonsumsi setengah buah jeruk bali merah sebelum makan selama 12 minggu. Hasilnya, berat badan peserta penelitian yang mengonsumsi setengah grapefruit sebelum makan terbukti berkurang lebih banyak dibanding mereka yang tidak makan buah ini. Ketika Anda mengonsumsi buah sebelum makan, Anda jadi lebih kenyang sehingga membatasi porsi makan dan jumlah kalori pun lebih mudah. Selain itu, Anda juga tidak akan cepat lapar atau tergoda untuk mencari camilan yang mengandung gula atau garam berlebihan.

Berbagai cara untuk memanfaatkan grapefruit

Jika Anda ingin mempercepat proses penurunan berat badan, Anda bisa langsung mengonsumsi buah jeruk bali merah secara rutin. Makan setengah buah grapefruit atau minum sari buahnya sebelum makan siang atau malam akan membantu Anda menjaga porsi makan supaya tidak berlebihan. Anda juga bisa mencampurkan grapefruit untuk diet dalam salad buah Anda atau mengonsumsinya bersama dengan yogurt yang rendah lemak. Meskipun dampaknya bagi penurunan berat badan tidak begitu besar, beberapa orang juga mencampurkan irisan buah ini ke dalam air putih atau teh. Karena rasanya yang segar, Anda pun akan jadi lebih sering minum. Minum cukup air setiap hari sudah terbukti ampuh untuk menurunkan berat badan.

Yang harus Anda perhatikan

Grapefruit memang menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan. Namun, Anda harus berhati-hati saat mengonsumsi buah ini apabila Anda sedang minum obat. Berbagai penelitian membuktikan bahwa jika dikonsumsi saat Anda sedang menjalani pengobatan tertentu, Anda berisiko mengalami efek samping yang membahayakan kesehatan. Obat-obatan yang kemungkinan akan bereaksi terhadap grapefruit antara lain obat penurun kolesterol seperti simvastatin dan lovastatin, obat untuk hipertensi, dan obat-obat untuk mengatasi gangguan kecemasan. Sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter Anda apakah Anda boleh mengonsumsi grapefruit untuk diet selama masa pengobatan.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

    Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

    Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

    Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

    Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    penis bengkok

    Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    memotong kuku

    Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    Mengurangi Bau Badan

    Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit