6 Cara Meningkatkan Jumlah Sperma

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sperma merupakan sel reproduksi pada pria yang dihasilkan oleh testis dan bertujuan untuk membuahi sel telur wanita. Itulah mengapa pria terkadang merasa terbebani oleh jumlah sperma yang rendah. Jumlah sperma merupakan salah satu faktor penting dalam merencanakan kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang, khususnya pria, untuk mengetahui bagaimana caranya meningkatkan jumlah sperma secara alami dan apa saja faktor yang menyebabkan jumlah sperma menjadi rendah.

Menurut Dr. Ray Sahelian, M.D., jumlah sperma normal terdiri dari 20 juta atau lebih sperma per satu mililiter air mani. Setidaknya 60% dari sperma tersebut harus memiliki bentuk yang normal dan menunjukkan motilitas (gerak maju) normal.

Faktor-faktor penyebab jumlah sperma rendah

Berikut ini adalah berbagai faktor penyebab rendahnya jumlah sperma pada pria yang harus dihindari:

  • Merokok
  • Paparan panas berlebih pada skrotum
  • Stres
  • Kurangnya ejakulasi air mani
  • Faktor keturunan
  • Obesitas
  • Memiliki beberapa Penyakit Menular Seksual (PMS)
  • Beberapa obat-obatan dan antibiotik tertentu yang bisa menyerang sperma
  • Masalah hormonal
  • Diet tak seimbang

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan jumlah sperma

1. Makan makanan berwarna merah

Pada bulan Mei 2014, Ohio’s Cleveland Clinic menerbitkan laporan yang memuat analisis dari 12 studi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok studi di seluruh dunia. Laporan tersebut menemukan bahwa konsumsi likopen dapat meningkatkan kualitas, mobilitas, dan volume sperma secara drastis hingga 70%. Likopen merupakan nutrisi penting yang umumnya ditemukan dalam buah dan sayuran seperti tomat, stroberi, ceri, dan paprika merah.

2. Selalu terhidrasi

Air sangat penting untuk metabolisme optimum suatu sel hidup. Setiap manusia membutuhkan sekitar 4 liter cairan setiap hari untuk menghindari dehidrasi pada tubuh dan meningkatkan jumlah sperma.

Paling tidak, minum 2 liter minuman sehat, seperti air, yoghurt, dan jus buah dapat meningkatkan jumlah sperma. Ketika cuaca lebih panas dari biasanya, minum dengan volume lebih dari itu sangat dibutuhkan.

3.  Olahraga

Pria yang melakukan olahraga secara moderat memiliki motilitas yang lebih baik dibandingkan dengan pria yang kurang atau terlalu aktif secara fisik. Duduk untuk waktu yang lama, seperti menonton TV, akan mengurangi jumlah sperma.

4. Mengurangi makanan berbasis kedelai

Makan makanan yang berbasis kacang kedelai secara berlebihan akan menurunkan jumlah sperma pria, karena makanan yang berbasis kedelai mengandung fitoestrogen (hormon pada tanaman yang mirip estrogen manusia). Dr. Jorge Chavarro dari Harvard School of Public Health di Boston, menemukan bahwa pria yang mengonsumsi banyak makanan kedelai memiliki jumlah sperma lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi makanan kedelai.

5. Menghindari panas berlebih pada testis

Panas berlebih pada testis dapat menyebabkan jumlah sperma rendah. Oleh karena itu, wajib bagi pria untuk menghindari mandi air hangat, spa, dan sauna, terutama jika sedang mencoba untuk mempunyai anak.

Katun dan serat alami harus digunakan untuk mengganti pakaian dalam sintetis dan ketat. Penelitian juga mengungkapkan bahwa pria yang tidur di kasur air (waterbeds) mengalami empat kali kemungkinan lebih besar untuk memiliki jumlah sperma rendah daripada mereka yang tidur di kasur tradisional.  

6. Mengonsumsi suplemen peningkat jumlah sperma

Zinc

Zinc merupakan salah satu mineral yang telah terbukti dapat meningkatkan jumlah sperma dan memiliki efek positif pada motilitas sperma, dan morfologi sperma.

Sumber makanan yang kaya akan zinc adalah daging sapi, bayam, asparagus, jamur, daging domba, biji wijen, biji labu, kacang, mete, kalkun, kacang hijau, tomat, yoghurt, tofu, brokoli, rumput laut, dan lain-lain.

Selenium

Selenium diperlukan untuk produksi sperma. Gizi selenium yang baik penting untuk antioksidan dan untuk alasan kesehatan lainnya.

Sumber makanan yang kaya akan selenium adalah tuna, udang, ikan sarden, salmon, ikan cod, jamur, asparagus, kalkun, daging sapi, daging domba, beras merah, telur, dan lain-lain.

Coenzyme Q10

Ini adalah antioksidan penting yang dibuat dalam tubuh manusia. Co Q10 dapat membantu melindungi sel-sel dari kerusakan radikal bebas, melindungi DNA, dan diperlukan untuk fungsi dasar sel. Co Q10 sangat penting bagi kesehatan sperma. Namun, tingkat Co Q10 akan menurun seiring bertambahnya usia, sehingga penting bagi pria untuk meningkatkan Co Q10.

Sumber makanan yang mengandung Co Q10 adalah brokoli, kacang-kacangan, ikan, kerang, daging babi, ayam, dan daging sapi.

Vitamin E

Vitamin E adalah antioksidan kuat yang dapat membantu sistem kekebalan tubuh secara alami. Studi telah menunjukkan manfaat vitamin E pada kesehatan sperma dan motilitas pada pria.

Sumber makanan yang kaya akan vitamin E adalah biji bunga matahari, bayam, asparagus, kale, udang, minyak, kacang, alpukat, dan lain-lain.

Asam folat

Studi telah menunjukkan bahwa asam folat memiliki efek positif pada peningkatan jumlah sperma. Asupan rendah akan asam folat memiliki pengaruh yang sangat buruk, seperti peningkatan keguguran, cacat lahir dengan penyakit darah dan bahkan mungkin kanker.

Sumber makanan yang mengandung asam folat adalah lentil, bayam, kembang kol, brokoli, bayam, peterseli, kacang hitam, kacang navy, kacang merah, dan lain-lain.

Vitamin B12 Cobalamin

Ini adalah sejenis vitamin B kompleks yang sangat penting dalam mendukung kardiovaskular, produksi DNA, meningkatkan otak dan aktivitas sistem saraf, meningkatkan jumlah sperma secara alami, dan meningkatkan kesehatan sperma.

Sumber makanan yang mengandung B12 Cobalamin adalah ikan sarden, salmon, tuna, ikan cod, daging domba, udang, yoghurt, ayam, jamur, dan lain-lain.

Vitamin C

Di antara semua nutrisi mungkin ini adalah yang paling familiar. Vitamin C berisi kolagen untuk kesehatan kulit dan tulang, selain itu ia juga dapat memproduksi serotonin untuk fungsi otak, melindungi tubuh dari radikal bebas, meningkatkan jumlah sperma, dan meningkatkan motilitas sperma secara alami.

Sumber makanan yang kaya akan vitamin C adalah buah-buahan dan sayuran, terutama pepaya, nanas, jeruk, brokoli, kubis, stroberi, anggur, dan lain-lain.

L-Carnitine

L-Carnitine adalah asam amino yang secara alami diproduksi di dalam tubuh. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa L-Carnitine dapat membantu meningkatkan jumlah sperma dan motilitas sperma pada pria.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Transplantasi Ginjal

Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

Meski senam kegel sudah lama dikenal efektif untuk mengencangkan vagin.Namun, ternyata senam kegel juga memiliki manfaat untuk stamina seks pria.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Suami Istri Jarang Berhubungan Intim

Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit