Bagaimana Cara Hamil Jika Anda Kelebihan Berat Badan

Oleh

Masalah berat badan berlebihan atau obesitas, yang didefinisikan dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 30, semakin sering terjadi. Banyak perempuan hamil masuk ke dalam kategori ini. BMI, yang didapat dari hasil perhitungan berat badan dan tinggi badan, menunjukkan seberapa berlebihnya berat badan Anda.

Sebelum hamil, Anda bisa jadi menggunakan skala BMI untuk mengetahui apakah Anda kelebihan berat badan atau tidak. Namun sepanjang kehamilan, skala tersebut bisa jadi tidak akurat.

Kesulitan untuk hamil saat kelebihan berat badan

Kebanyakan perempaun yang kelebihan berat badan dapat hamil tanpa menemui kesulitan. Namun bila skor BMI Anda 30 atau lebih, Anda mungkin saja mengalami masalah kesuburan. Akan lebih sulit bagi Anda untuk bisa hamil dengan skor BMI di atas 30 jika dibandingkan dengan saat skor BMI Anda berada pada rentang ideal, yakni 18,5 – 25.

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormonal pada tubuh. Hal ini dapat berakibat sulitnya berovulasi sehingga kehamilan akan semakin sulit terjadi.

Bersamaan dengan usaha peningkatan kesuburan, alangkah baiknya bila Anda menurunkan berat badan sebelum hamil. Jika Anda masih kelebihan berat badan saat hamil, maka risiko terkena diabetes gestasional akan meningkat.

Kelebihan berat badan terkadang bisa menjadi gejala polycystic ovary syndrome (PCOS) bersamaan dengan gejala lain seperti:

  • siklus menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak mens sama sekali
  • pertumbuhan rambut yang tidak wajar
  • jerawat

PCOS tidak selalu ditandai dengan gejala-gejala di atas; akan tetapi bila Anda berpikir Anda mungkin saja menderita PCOS, konsultasilah dengan dokter.

Bila Anda menderita PCOS dan obesitas dalam waktu bersamaan, penurunan berat badan dapat membantu Anda untuk memperoleh kehamilan dan mengurangi gejala PCOS dengan cara menstabilkan hormon dan level gula darah.

Mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi kesehatan Anda dapat memungkinkan peluang kehamilan lebih besar jika Anda juga memilih metode bantuan untuk hamil. Kelebihan berat badan dapat mengurangi tingkat efektivitas IVF (in vitro fertilization). Sebuah studi menyimpulkan bahwa kelebihan berat badan dapat membuat peluang kesuksesan IVF berkurang hingga setengahnya, dibandingkan dengan perempuan lain yang memiliki berat badan ideal.

Memperbesar peluang kehamilan saat kelebihan berat badan

Untuk memperbesar kemungkinan hamil bagi penderita obesitas, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Turunkan berat badan Anda dahulu – bahkan dengan sedikit penurunan berat badan saja, 5-10 lbs (sekitar 2 – 4 kg), bisa menambah peluang kehamilan. Akan tetapi diet ketat bukanlah cara terbaik karena dapat memunculkan masalah fisik lainnya.
  • Perhatikan siklus menstruasi Anda. Jika Anda berusia di bawah 30 tahun dengan siklus menstruasi teratur, cobalah untuk hamil sendiri (tanpa bantuan medis terlebih dahulu) dalam jangka waktu 6 bulan, demikian menurut American Pregnancy Association. Mengawasi siklus menstruasi dengan alat pengecek hormon LH, memperhatikan perubahan suhu, dan tes lendir dapat membantu menentukan waktu kesuburan Anda. Perhatikan juga waktu untuk berhubungan seksual beberapa hari sebelum ovulasi dan ketika ovulasi itu sendiri. Hal ini akan lebih mudah bila Anda mampu menentukan kapan tepatnya Anda berovulasi. Jika siklus mens Anda tidak teratur, jangan pernah menunggu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.
  • Kunjungilah spesialis kesuburan setelah masa enam bulan percobaan kehamilan di rumah. Tes darah dan diagnosis dokter akan membuktikan adanya masalah yang perlu ditangani supaya kemungkinan hamil lebih besar.
  • Ambillah tes kesehatan untuk mengetahui apakah Anda terkena polycystic ovary syndrome (PCOS). Perempuan yang kelebihan berat badan dan mengalami kesulitan untuk mencapai kehamilan bisa jadi terkena PCOS, ditandai dengan tingginya level hormon laki-laki dalam tubuh dan respon insulin yang tidak normal. Perempuan yang menderita PCOS memiliki rambut yang lebat namun terlihat tidak wajar, kelebihan berat badan, dan tidak bisa berovulasi sendiri (tanpa bantuan medis). Penderita PCOS dapat dibantu dengan obat-obatan yang dapat menstabilkan respon insulin dalam tubuh.
  • Minumlah obat-obatan dari dokter dengan teratur. Pertama-tama pada umumnya dokter akan memberikan resep untuk mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur; biasanya dokter memberikan Clomid. Clomid adalah obat “anti-estrogen” yang diminum untuk melawan efek hormon estrogen dalam tubuh. Hal ini berhubungan dengan kesuburan karena pada intinya lebih banyak lemak dalam tubuh berarti lebih banyak produksi estrogen. Hal itu mungkin terdengar seperti berita baik – padahal tidak. Ketika tubuh Anda menganggap level estrogen sudah tinggi, tubuh tidak mematangkan folikel indung telur (ovarium) yang mengandung sel telur lagi. Ovarium akan mulai mematangkan folikel sebagai respon terhadap rendahnya level estrogen dalam tubuh.

Share now :

Direview tanggal: Mei 1, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 1, 2019

Yang juga perlu Anda baca