Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Bertubuh Gemuk Sebelum Hamil

Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Bertubuh Gemuk Sebelum Hamil

Apakah Anda sedang mempersiapkan kehamilan Anda? Salah satu hal yang harus Anda persiapkan sebelum hamil adalah berat badan Anda. Ya, berat badan Anda sebelum hamil bisa memengaruhi kesehatan Anda saat hamil. Sehingga, Anda disarankan untuk mempunyai berat badan yang normal sebelum hamil. Lalu, bagaimana jika saya mempunyai tubuh yang gemuk sebelum hamil? Apa yang dapat terjadi?

Risiko apa yang mungkin terjadi jika saya sudah gemuk sebelum hamil?

Berat badan sebelum hamil dapat memengaruhi berat badan Anda selama kehamilan. Wanita yang mempunyai tubuh gemuk sebelum hamil cenderung akan mempunyai berat yang berlebih juga selama kehamilan. Padahal, untuk mendapatkan kehamilan yang sehat, Anda disarankan untuk memiliki berat badan yang normal selama hamil.

Berat badan berlebih saat hamil membuat kehamilan Anda lebih berisiko bagi Anda dan juga janin. Beberapa risiko yang bisa terjadi saat hamil jika berat badan Anda berlebih adalah:

  • Diabetes gestasional. Ibu hamil yang obesitas berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes gestasional. Hal ini dapat menyebabkan bayi tumbuh sangat besar, sehingga perlu dilahirkan dengan cara sesar.
  • Preeklampsia. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil secara keseluruhan. Preeklampsia yang sudah parah dapat menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal dan hati.
  • Sleep apnea. Ibu hamil yang obesitas juga lebih berisiko mengalami sleep apnea. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan dan juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, preeklampsia, eklampsia, serta gangguan jantung dan paru-paru.
  • Kelahiran prematur. Penelitian dari Stanford University School of Medicine menunjukkan bahwa wanita yang gemuk sebelum hamil memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur sebelum usia kandungan 28 minggu. Sedangkan, kelahiran prematur pada usia kehamilan antara 28-37 minggu ditemukan tidak berhubungan dengan obesitas pada ibu.

Selain itu, obesitas saat hamil juga dapat menempatkan bayi pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami cacat lahir, makrosomia (ukuran bayi lebih besar daripada normal), kelahiran prematur, dan bayi lahir mati.

Sebuah penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa wanita yang gemuk sebelum hamil memiliki kemungkinan dua sampai tiga kali lebih besar untuk memiliki bayi dengan kelainan jantung dan cacat lahir.

Tak hanya berhubungan dengan risiko saat hamil, namun berat badan berlebih sebelum hamil juga dapat dihubungkan dengan masalah yang dapat terjadi setelah melahirkan. Sebuah penelitian menemukan bahwa kelebihan berat badan atau gemuk juga dapat menurunkan tingkat hormon prolaktin (hormon menyusui) setelah melahirkan. Hal ini dapat menyebabkan wanita yang kelebihan berat badan cenderung berhenti menyusui lebih awal dibandingkan dengan wanita yang mempunyai berat badan normal.

Haruskan saya menurunkan berat badan sebelum hamil?

Jika Anda memiliki tubuh yang gemuk, menurunkan berat badan sebelum hamil merupakan cara terbaik untuk mendapatkan kehamilan yang sehat serta menurunkan risiko komplikasi saat kehamilan. Menurunkan berat badan setidaknya 5-7% dari berat badan Anda saat ini atau sekitar 4,5-9 kg dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan dan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.

Lakukanlah penurunan berat badan dengan cara yang sehat dengan mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan melakukan olahraga teratur merupakan cara yang paling sehat untuk menurunkan berat badan. Berat badan Anda akan turun jika energi yang masuk melalui makanan lebih kecil daripada energi yang Anda keluarkan melalui aktivitas.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The American College of Obstetricians and Gynecologists. (2016). Obesity and Pregnancy – ACOG. [online] Available at: http://www.acog.org/Patients/FAQs/Obesity-and-Pregnancy [Accessed 28 Apr. 2017].

Mayo Clinic. (2015). Pregnancy and obesity: Know the risks – Mayo Clinic. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-and-obesity/art-20044409 [Accessed 28 Apr. 2017].

Ganon, J. A. Overweight and Pregnant: Why BMI Matters. [online] Available at: https://www.fitpregnancy.com/pregnancy/pregnancy-health/overweight-pregnant [Accessed 28 Apr. 2017].

Digitale, E. (2014). Obesity before pregnancy linked to earliest preterm births, Stanford/Packard study finds. [online] Available at: https://med.stanford.edu/news/all-news/2014/06/obesity-before-pregnancy-linked-to-earliest-preterm-births–stan.html [Accessed 28 Apr. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x