Mengecek Lendir Serviks, Metode Mudah Supaya Cepat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/02/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Jika Anda sampai saat ini belum hamil, mengenali lendir serviks atau lendir masa subur dapat membantu meningkatkan kemungkinan hamil. Dengan mengecek lendir tersebut, akan membuat Anda tahu kapan masa subur terjadi, sehingga memudahkan untuk merencanakan kehamilan. Cari tahu disini cara mengecek dan membedakan lendir serviks pada masa subur dengan tidak subur.

Apa itu lendir serviks?

Sebelum Anda mempelajari bagaimana cara mengecek lendir serviks pada masa subur agar Anda bisa cepat hamil, Anda bisa memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan lendir serviks. Sesuai dengan namanya, lendir serviks adalah cairan kental yang diproduksi oleh kelenjar di leher rahim atau serviks.

Lendir ini berperan sebagai pelumas alami saat seks dan membantu memudahkan perjalanan sperma menuju sel telur atau ovum. Tidak hanya itu, lendir ini juga dapat dikenali sebagai lendir masa subur untuk mengetahui masa subur wanita.

Anda dapat mengetahui seorang wanita sedang berada dalam masa subur atau tidak dari tekstur dan banyaknya lendir yang keluar.

Cara paling akurat untuk menentukan perubahan adalah dengan mengumpulkan dan mengamati sampelnya setiap hari. Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengecek lendir ini, mulai dari menggunakan tangan, tisu atau melihat dari celana dalam.

Apapun cara yang Anda gunakan, pastikan Anda konsisten menggunakan metode yang sama setiap hari guna dapat melihat perbedaanya.

Perubahan ciri lendir serviks

Lendir serviks memiliki ciri khas sendiri dari waktu ke waktu. Perbedaan tekstur dan bau dari lendir ini biasanya bergantung pada masa ovulasi Anda. Berikut adalah tekstur dan jumlah lendir yang keluar dari leher rahim ini berdasarkan waktu ovulasi:

Selama masa menstruasi

Selama Anda mengalami menstruasi, saat itu produksi lendir dari leher rahim Anda berada pada titik terendah atau sangat sedikit. Bahkan, ada pula wanita yang tidak memproduksi lendir sama sekali di leher rahminya, hingga mengalami “kekeringan” selama masa menstruasi.

Sekalipun Anda memproduksi lendir serviks pada masa ini, namun mungkin akan tertutupi atau tercampur dengan darah menstruasi. Dengan begitu, meskipun Anda memproduksinya, Anda mungkin tidak menyadari keberadaannya.

Pada masa ini, tekstur lendir umumnya lebih lengket, kental, tebal, dan padat. Hal ini menyebabkan sel sperma menjadi semakin sulit berenang ke dalam rahim. Oleh karenanya, hal tersebut menunjukkan bahwa Anda sedang dalam kondisi yang kurang subur.

Setelah masa menstruasi

Setelah masa menstruasi berakhir, akan terjadi perubahan pada teskstur serta jumlah dari lendir yang diproduksi oleh mulut rahim. Dari warna dan teksturnya, lendir menunjukkan bahwa Anda masih belum memasuki masa subur. Bahkan, pada masa ini, Anda mungkin tidak memproduksi lendir serviks sama sekali.

Akan tetapi, umumnya lendir serviks pada masa ini memiliki tekstur yang agak lengket dan licin ketika disentuh, dan kemungkinan akan berwarna kuning, abu-abu, atau berwarna putih.

Saat mendekati masa ovulasi

Saat mendekati masa ovulasi, jumlah lendir yang keluar mungkin akan lebih banyak. Selain itu, lendir yang dikeluarkan umumnya akan lebih basah. Di samping itu, teskturnya menjadi semakin sedikit kental dan cenderung cair seperti putih telur.

Lendir biasanya akan berwarna kuning, putih, atau abu-abu. Saat ini, lendir serviks memudahkan sperma bergerak lebih kencang menuju sel telur.

Tepat sebelum ovulasi

Tepat sebelum Anda mengalami ovulasi, kadar hormon estrogen akan meningkat. Lendir serviks yang Anda produksi saat ini mungkin akan memiliki tesktur yang lebih cair namun licin, dan warnanya lebih terang.

Saat masa ovulasi

Saat Anda memasuki masa ovulasi, tandanya lendir yang Anda produksi adalah lendir masa subur. Saat ini, indung telur atau ovarium akan mengeluarkan sel telur, sehingga produksi lendir dari leher rahim akan semakin banyak. Pada saat ini, lendir yang dihasilkan mencapai jumlah tertinggi dibanding pada masa lainnya.

Sementara itu, tesktur dari lendir yang dihasilkan masih sama dengan sebelumnya. Pada saat ini, tekstur dari lendir serviks yang dihasilkan adalah transparan dan lengket. Selain itu, tekstur serta pH dari lendir ini akan melindungi sperma. Artinya, lendir ini menandakan Anda telah memasuki masa subur.

Ini adalah waktu yang tepat untuk berhubungan seks dengan pasangan jika Anda ingin segera hamil. Saat ini, melakukan hubungan seksual dengan pasangan ketika masa ini akan meningkatkan peluang kehamilan.

Setelah ovulasi

Setelah masa subur, jumlah lendir serviks akan menurun dan teksturnya menjadi lebih kental. Lendir tidak lagi basah atau licin, sehingga warna lendir berubah menjadi putih atau kuning krem.

Tekstur lendir yang kental dan tebal, mirip seperti losion yang bisa dioleskan di permukaan tubuh. Lendir serviks dengan tekstur krim ini dianggap tidak subur karena menghambat pergerakan sperma.

Cara memeriksa lendir serviks

Agar mengetahui Anda sedang berada di dalam masa subur atau tidak, Anda bisa memeriksa lendir yang keluar dari leher rahim ini dengan beberapa cara. Berdasarkan sebuah artikel yang dimuat pada Healthline, Anda bisa memeriksa dengan cara berikut ini.

Cek tekstur lendir serviks dengan jari

Anda bisa mencari tahu lendir serviks secara manual dengan memasukkan satu atau dua jari Anda ke dalam vagina, ke dekat leher rahim. Setelah itu, keluarkan kedua jari Anda. Perhatikan warna dari lendir pada tangan Anda, untuk mengetahui apakah lendir menunjukkan Anda sedang dalam masa subur atau tidak.

Gunakan tisu toilet

Selain cara manual, Anda juga bisa memeriksa lendir dari leher rahim ini menggunakan tisu toilet. Coba lap mulut vagina Anda menggunakan tisu toilet berwarna putih. Anda bisa melakukan ini saat sedang buang air ke kamar mandi. Lalu, periksa lendir yang terlihat pada tisu toilet yang Anda gunakan. Amati warna dan juga tesktur dari lendir tersebut untuk mengetahui Anda sedang dalam masa subur atau tidak.

Periksa celana dalam

Anda juga bisa memeriksa lendir serviks dengan melihat bagian dalam celana. Anda juga bisa menggunakan panty liner agar bisa melihat tesktur dan warna dengan lebih jelas. Namun, jika dibandingkan dengan cara lain, sebenarnya cara ini termasuk cara yang kurang akurat. Apalagi jika Anda menggunakan warna celana dalam yang menyulitkan Anda melihat dengan jelas warna dan teksturnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . 4 menit baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 menit baca