Salah Satu Penyebab Anda Sulit Hamil: Ketika Sperma Diserang Oleh Sistem Imun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kalau Anda sudah satu tahun lebih mencoba hamil tapi tak kunjung berhasil, bisa jadi Anda atau pasangan tidak subur. Penyebab tidak subur ada bermacam-macam. Namun, tahukah Anda kalau sistem imun (kekebalan tubuh) Anda sendiri ternyata bisa mengurangi kesuburan? Kira-kira bagaimana hal ini bisa terjadi, ya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengapa sistem imun bisa menyerang sperma?

Sistem imun manusia bertugas untuk menyerang organisme asing yang bisa menyebabkan penyakit atau kerusakan pada tubuh. Baik itu bakteri, virus, atau kuman. Akan tetapi, sistem imun rupanya juga bisa keliru menyerang sel sperma laki-laki jika dianggap sebagai organisme asing.

Untuk menyerang organisme tertentu, sistem imun Anda akan memproduksi antibodi. Antibodi ada banyak jenisnya, tergantung pada organisme apa yang diserang. Dalam kasus ini, antibodi yang menyerang sel sperma disebut antibodi antisperma, disingkat ASA.

ASA bisa dihasilkan baik oleh sistem imun dalam tubuh pria maupun wanita. Kalau ASA menyerang sperma, peluang terjadinya pembuahan dan kehamilan pun jadi lebih kecil.

Antibodi antisperma (ASA) pada tubuh laki-laki

Dalam kondisi sehat, sperma dilindungi oleh testikel dan tidak mengalami kontak dengan darah. Antibodi sendiri terdapat dalam darah. Artinya, sperma dan antibodi idealnya tidak saling bertemu. Akan tetapi, karena penyakit tertentu, cedera, infeksi, atau tindakan operasi di area testis, kontak antara sperma dan darah yang mengandung antibodi  bisa terjadi. Kedua komponen seharusnya tidak pernah bertemu, maka tidak heran bila selanjutnya antibodi mengenali sperma sebagai musuh. Sejak itulah, tubuh kemudian memproduksi ASA.

Ketika antibodi bertemu dengan benda yang dianggap asing, maka respon imun pun dimulai. Tujuannya satu: menghilangkan benda asing tersebut agar tubuh tetap aman dan sehat. Bila ASA bertemu dengan sperma yang dianggap sebagai benda asing, maka tubuh akan berusaha melawan sperma hingga hancur. Maka, saat pria mengeluarkan air mani, sudah tidak ada sel sperma yang bisa melakukan pembuahan pada rahim wanita. Inilah yang jadi salah satu penyebab tidak subur pada pria.

Antibodi antisperma (ASA) pada tubuh wanita

Pada tubuh wanita, reaksi imun terhadap sperma ini belum sepenuhnya dipahami oleh para ahli. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan mengapa sistem imun wanita menganggap sperma sebagai organisme berbahaya yang perlu diserang.

Di tubuh wanita ASA bisa menyerang kapan saja. Pasalnya, antibodi ini tidak hanya terdapat dalam darah, namun juga terdapat pada cairan vagina. Jadi ketika sel sperma masuk ke vagina, ASA sudah bisa menyerang dan menggagalkan pembuahan.

Reaksi ASA pun berbeda-beda di tubuh setiap wanita. Ada ASA yang bereaksi dengan cara menggumpalkan sel-sel sperma jadi satu sehingga tidak bisa masuk ke rahim. Ada juga yang langsung memblokir sperma agar tak bertemu sel telur.

Jadi kalau tubuh Anda memiliki ASA, Anda akan lebih sulit hamil. Sayangnya para peneliti belum menemukan apa saja persisnya faktor risiko gangguan ini pada wanita. Memang ada satu teori yang masih terus dikembangkan sampai saat ini. Teori tersebut menduga bahwa bila kualitas sperma kurang baik, misalnya karena pasangan Anda merokok, sistem imun wanita pun melihat sel sperma tersebut sebagai ancaman terhadap sistem reproduksi dan harus segera dihentikan.

Apakah masih bisa hamil jika sistem imun menyerang sperma?

Tenang, meskipun ASA bisa jadi penyebab tidak subur, bukan berarti Anda tidak bisa hamil sama sekali. ASA tidak akan membuat Anda jadi mandul. Pasalnya, Anda masih bisa mengusahakan kehamilan dengan cara pembuahan di luar atau in vitro fertilization (IVF).

Ketika pembuahan dilakukan di luar, sel sperma tidak akan diserang oleh ASA karena tidak bercampur darah dan tidak berada dalam saluran reproduksi wanita. Maka, kemungkinan embrio terbentuk masih ada. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Obat antidepresan adalah obat yang dapat meringankan gejala depresi pada ibu hamil. Tetapi, apakah minum antidepresan saat hamil itu aman?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit