Mengenal PLI, Terapi Suntik Leukosit untuk Tubuh Ibu yang "Menolak" Sperma

    Mengenal PLI, Terapi Suntik Leukosit untuk Tubuh Ibu yang "Menolak" Sperma

    Beberapa tahun terakhir ini, statistik menunjukkan bahwa angka infertilitas pada pasangan suami-istri cukup meningkat. Salah satu “tersangka”-nya adalah tingginya antibodi antisperma pada tubuh sang istri. Kondisi ini dapat ditangani dengan terapi paternal leukocyte immunization alias PLI.

    Apa itu antibodi antisperma (ASA)?

    Sebelum menggali lebih dalam soal teknik PLI, ada baiknya kita ketahui dulu apa itu ASA.

    Infertilitas atau ketidaksuburan bukan hanya masalah laki-laki atau perempuan saja. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik pihak suami ataupun istri.

    Salah satu penyebab yang membuat pasangan bertahun-tahun tidak berhasil mempunyai keturunan adalah adanya antibodi antisperma (antisperm antibody/ASA) pada tubuh perempuan.

    ASA merupakan senyawa dalam tubuh yang dapat “menghancurkan” sperma. Antibodi ini kemudian akan mengenali sperma sebagai benda asing yang sifatnya membahayakan bagi tubuh seseorang sehingga akan dihancurkan.

    Antibodi antisperma bisa terdapat dalam darah maupun lendir vagina. Namun, jangan dulu panik, karena tidak semua perempuan memilikinya.

    Kecurigaan adanya antibodi antisperma pada tubuh istri menguat ketika pasangan suami istri telah dinyatakan subur, namun tak kunjung mendapatkan keturunan.

    Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menekan kerja ASA adalah dengan menyuntikkan sel darah putih suami ke dalam tubuh istri yang dikenal dengan teknik paternal leukocyte immunization (PLI).

    Prosedur terapi PLI (Paternal Leukocyte Immunization)

    Apabila terbukti antibodi antisperma alias ASA yang menjadi penyebab ketidaksuburan pada pasangan, seorang dokter mungkin akan menawarkan terapi PLI alias Paternal Leukocyte Immunization, selain bayi tabung.

    Paternal Leukocyte Immunization merupakan salah satu cara alternatif untuk mengusahakan keturunan pada kasus di mana tubuh istri “menolak” sperma suami.

    Terapi PLI ini dilakukan dengan menyuntikkan sel darah putih suami ke dalam tubuh istri untuk menekan angka antibodi antisperma.

    Berikut adalah prosedur pelaksanaan terapi PLI.

    Konsultasi

    Sebelum memulai terapi ini, pasangan akan melakukan konsultasi medis terlebih dahulu dengan dokter.

    Beberapa hal hal yang perlu didiskusikan antara lain mengenai indikasi, tahapan, hingga efek samping dan biaya terapi PLI.

    Uji pra-PLI

    Setelah mengerti benar mengenai keuntungan dan kerugian tindakan terapi PLI, maka akan dilakukan pengambilan darah suami untuk diperiksa lebih lanjut.

    Pemeriksaan ini bertujuan untuk, misalnya, mengetahui ada tidaknya penyakit menular tertentu. Setelah dinyatakan aman, barulah pasangan tersebut bisa melanjutkan ke prosedur imunisasi.

    Tindakan imunisasi

    Darah suami mula-mula akan diambil. Darah tersebut kemudian akan menjalani suatu prosedur tertentu sehingga akhirnya akan menyisakan sel darah putih (leukosit) saja.

    Sel darah putih inilah yang kemudian akan disuntikkan ke dalam tubuh istri di titik tertentu. Umumya, injeksi dilakukan pada daerah lengan.

    Uji post-PLI

    Beberapa minggu setelah imunisasi dilakukan, dokter akan memeriksa kadar antibodi antisperma dalam tubuh istri. Apabila hasilnya sudah baik, pasangan tersebut dapat segera dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual.

    Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa angka keguguran yang menurun setelah melakukan prosedur terapi PLI ini.

    Siapa saja yang membutuhkan terapi PLI?

    Biasanya, seseorang dinyatakan tidak subur apabila telah melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi secara rutin selama setahun, namun belum juga hamil.

    Meski begitu, tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti bahwa keduanya subur atau tidak subur.

    Apabila hasil keduanya normal dan dinyatakan subur bisa jadi penyebabnya adalah adanya adanya antibodi antisperma.

    Jika terbukti bahwa ASA adalah penyebabnya, maka dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalankan terapi PLI untuk menekan jumlah antibodi antisperma.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Mahdi BM, Salih WH, Caitano AE, Kadhum BM, Ibrahim DS. Frequency of Antisperm Antibodies in Infertile Women. J Reprod Infertil. 2011;12(4):261265.

    Chaichian S, Shoaee S, Saremi A, Pedar S, Firouzi F. Factors Influencing Success Rate of Leukocyte Immunization and Anti-paternal Antibodies in Spontaneous Recurrent Miscarriage. Am J Reprod Immunol. 2007;57(3):169-76.

    Pandey M, Halder A, Agarwal S, Srivastava M, Agarwal S, Agrawal S. Immunotherapy in Recurrent Spontaneous Abortion: Randomized and Non-Randomized Trials. The Internet Journal of Gynecology and Obstetrics. 2002;2(1):1-7.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh dr. William Diperbarui Aug 16, 2021
    Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team