Histerosalpingografi (HSG)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Definisi

Apa itu histerosalpingografi?

Histerosalpingografi (HSG) adalah prosedur X-ray yang bisa melihat isi rahim, tuba falopi dan area di sekitarnya. Tes HSG ini sering dilakukan pada wanita yang susah hamil atau mengalami infertilitas.

Dikutip dari American College of Obstetricians and Gynecologists, pemeriksaan HSG sering digunakan untuk melihat apakah saluran tuba falopi hanya tersumbat sebagian atau seluruhnya.

Tidak hanya itu saja, histerosalpingografi juga dapat menunjukkan apakah bagian dalam rahim memiliki ukuran serta bentuk yang normal. Semua ini dapat menyebabkan masalah kesuburan dan masalah kehamilan nantinya.

Prosedur atau cek dengan HSG ini sebaiknya digunakan beberapa bulan setelah melakukan prosedur sterilisasi tuba. Hal ini untuk memastikan bahwa saluran tuba telah diperbaiki sepenuhnya.

Kapan saya harus menjalani histerosalpingografi?

Jika Anda susah hamil atau telah mengalami masalah kehamilan, misalnya keguguran berkali-kali, dokter mungkin merekomendasikan tes ini. Hal ini karena histerosalpingografi (HSG) dapat membantu mendiagnosis penyebab infertilitas.

Jika Anda telah menjalani operasi tuba falopi, dokter mungkin merekomendasikan pula prosedur HSG untuk memeriksa apakah operasi berhasil.

Salah satunya ketika menjalani ligasi tuba—prosedur yang menutup tuba falopi—dokter mungkin melakukan prosedur ini untuk memastikan bahwa tuba tertutup dengan baik.

Sama hal nya dengan memeriksa apakah pembalikan ligasi tuba berhasil sehingga tuba falopi terbuka kembali.

Perlu pula diperhatikan apabila histerosalpingografi sebaiknya tidak dilakukan ketika wanita mempunyai kondisi seperti di bawah ini:

  • Kehamilan
  • Infeksi panggul
  • Perdarahan pada rahim yang terus menerus saat prosedur dilakukan

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani histerosalpingografi?

Sebelum melakukan pemeriksaan histerosalpingografi (HSG), dokter akan memberikan inforasi tambahan mengenai prosedur lainnya yang juga bisa dilakukan.

Seperti laparoskopi yang bisa melihat kondisi organ perut serta panggul bagian dalam seperti tuba falopi tetapi pemulihan lebih cepat dibanding operasi besar.

Ada pula prosedur histeroskopi yang juga bisa melihat dan memeriksa organ bagian dalam seperti rahim, tetapi tidak bisa memeriksa tuba falopi. Lalu, prosedur sonohisterografi (SHG) yang juga bisa memeriksa kondisi rahim.

Sedangkan histerosalpingografi (HSG) dapat melihat juga memeriksa kondisi rahim serta tuba falopi. Namun, tidak dapat mengevaluasi jumlah sperma rendah atau ketidakmampuan pembuahan sel telur yang sudah dimasukkan ke dalam rahim.

Histerosalpingografi dan kesuburan

Mungkin salah satu dari Anda mencari tahu apakah setelah pemeriksaan HSG atau histerosalpingografi bisa langsung hamil. Hal ini diklaim masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dijadikan tes kesuburan.

Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesuburan setelah 3 bulan dilakukannya prosedur HSG. Lalu, perlu dilihat kembali tindakan seperi apa yang dilakukan karena kebanyakan dokter melakukan tes ini untuk diagnosis.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani histerosalpingografi?

Prosedur HSG paling baik dilakukan seminggu setelah menstruasi tetapi sebelum ovulasi untuk memastikan Anda tidak hamil selama pemeriksaan. Prosedur ini tidak boleh dilakukan bila Anda memiliki kondisi radang aktif.

Anda harus memberitahu ahli fisik atau ahli teknologi bila Anda mengalami infeksi pelvis kronis atau penyakit menular seksual yang tidak terobati pada saat prosedur.

Di malam sebelum prosedur, Anda mungkin akan disuruh mengonsumsi antibiotik serta obat pencahar atau enema untuk mengosongkan usus, sehingga rahim dan struktur sekitar bisa terlihat dengan jelas.

Anda harus memberi tahu ahli fisik tentang obat apapun yang digunakan dan apakah ada alergi, terutama terhadap iodine, serta penyakit atau kondisi medis lainnya baru-baru ini.

Bagaimana proses histerosalpingografi?

HSG biasanya dilakukan oleh ahli radiasi di dalam ruang X-ray di rumah sakit atau klinik. Ahli teknologi radiasi dan perawat mungkin membantu dokter.

Ginekologis atau dokter spesialis kesuburan (endokrinologis reproduktif) mungkin juga membantu dalam tes ini.

Sebelum memulai prosedur ini, Anda mungkin diberikan penenang atau ibuprofen (macam Advil) agar tetap rileks dan mengistirahatkan rahim sehingga tidak akan kram selama tes. Lalu, kantung kemih juga akan dikosongkan.

Berikut prosedur histerosalpingografi (HSG) yang akan dilakukan:

  • Anda akan diminta untuk berbaring telentang dengan kaki diangkat dan disangga agar memudahkan pemeriksaan dokter.
  • Dokter akan memasukkan spekulum atau alat dari logam ke dalam vagina untuk membuka dinding vagina.
  • Lalu, dengan alat khusus leher rahim akan dibersihkan dengan sabun khusus, lalu ujungnya disuntik dengan anestesi lokal.
  • Setelah itu, akan dimasukkan media kontras seperti pewarna untuk melihat ukuran serta bentuk bagian dalam rahim serta saluran tuba.
  • Leher rahim akan ditahan dengan kanula (pipa keras) atau tabung tipis yang fleksibel. Pewarna X-ray ini yang dimasukkan ke dalam.
  • Jika tuba fallopi terbuka, pewarna akan mengalir dan tumpah ke dalam perut yang akan diserap secara alami oleh tubuh.
  • Jika tuba fallopi terhambat, pewarna tidak akan masuk da.
  • Gambar X-ray ditunjukkan di monitor TV selama pemeriksaan.
  • Jika perlu ada tampilan lainnya, meja pemeriksaan mungkin dimiringkan atau Anda mungkin disuruh mengubah posisi.
  • Tes HSG ini biasanya membutuhkan waktu 15-30 menit.

Apa yang dirasakan dan bisa dilakukan setelah menjalani prosedur?

Setelah tes histerosalpingografi (HSG), ada kemungkinan Anda mengalami keputihan yang cukup lengket karena sebagian cairan keluar dari rahim. Cairan ini pun mungkin akan bercampur dengan darah.

Anda bisa menggunakan pembalut atau pantyliner untuk mengatasinya. Lalu, mungkin Anda juga akan mengalami beberapa hal di bawah ini:

  • Demam
  • Sakit perut parah
  • Perdarahan vagina yang berlangsung lebih dari 3-4 hari.

Segera temui dokter apabila beberapa hal di atas terasa semakin parah.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil normal berarti:

  • Bentuk rahim dan tuba falopi normal.
  • Tuba falopi tidak tergores atau terluka.
  • Pewarna mengalir dengan bebas dari uterus, melalui tuba falopi, dan tumpah dengan normal ke dalam perut.
  • Tidak ada benda (seperti alat intrauterine atau IUD), tumor, atau pertumbuhan terlihat dalam rahim.

Hasil abnormal berarti:

  • Tuba falopi mungkin tergores, berbentuk tidak normal, atau terhambat sehingga pewarna tidak mengalir melalui tuba dan tumpah ke dalam perut.
  • Kemungkinan penyebab terhambatnya tuba fallopi termasuk penyakit radang pelvis (PID) atau endometriosis.
  • Pewarna mungkin bocor melalui dinding rahim, menunjukkan sobekan atau lubang dalam rahim.
  • Rahim yang abnormal mungkin menunjukkan jaringan (disebut septum) sehingga rahim terbagi.
  • Mungkin ada pertumbuhan, misalnya polip atau fibroid.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi?

Histerosalpingografi (HSG) dianggap sebagai salah satu prosedur yang sangat aman. Namun, pada kondisi tertentu bisa saja terjadi komplikasi cukup serius.

Perlu diketahui hal ini hanya terjadi 1% dari seluruh pasien yang pernah melakukannya.

Berikut beberapa efek samping atau komplikasi setelah melakukan HSG yang mungkin saja bisa terjadi:

  • Infeksi panggul. Hal ini terjadi ketika wanita pernah mengalami penyakit yang berkaitan dengan saluran tuba.
  • Pingsan. Ketika wanita mengalami pusing selama atau setelah prosedur dilakukan.
  • Alergi. Hal ini terjadi ketika wanita mempunyai alergi dari kontras yodium atau pewarna yang digunakan.
  • Bercak. Kondisi ini kadang-kadang terjadi sete;ah 1 hingga 2 hari setelah prosedur histerosalpingografi (HSG).

Konsultasikan dan temui dokter apabila Anda mengalami demam serta perdarahan yang hebat setelah melakukan prosedur yang menjadi salah satu tes kesuburan ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengulik Gerak Peristaltik dan Hubungannya dengan Sindrom Usus Malas

Masalah gerak peristaltik pada usus bisa menyebabkan sindrom usus malas. Yuk, ketahui lebih jelas mengenai hal ini pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Bentonite Clay dan Segudang Manfaatnya

Tak banyak yang tahu tentang bentonite clay. Padahal, bentonite clay punya banyak manfaat untuk tubuh yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
stadium kanker kelenjar getah bening

Mengenal Perbedaan Kanker Getah Bening dan TB Kelenjar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi sciatica

6 Anjuran Gerakan Peregangan untuk Mengatasi Nyeri Saraf Kejepit

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit